17 Partnerships for The Goals 4 Quality Education

Jadi Barometer Mutu Pendidikan, UNISA Yogyakarta Dikunjungi Kampus Gunadarma hingga UNIMUDA Sorong

, , ,
Kampus

Reputasi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sebagai kampus berwawasan kesehatan unggulan dan tata kelola kualitas kembali diakui. Pada Selasa (10/02/2026), dua perguruan tinggi besar, yakni Universitas Gunadarma Jakarta dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, jauh-jauh datang ke UNISA Yogyakarta untuk silaturahmi dan studi banding.

Kampus Unggul

Acara Open Day Studi Banding ini diadakan di Ruang Rapat Fakultas Kedokteran, Gedung Siti Bariyah. Kedua tamu ini memiliki misi khusus untuk membedah dapur keunggulan UNISA Yogyakarta.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, menyambut langsung rombongan tersebut. Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa UNISA selalu terbuka untuk berbagi praktik baik (best practice) demi kemajuan pendidikan Indonesia.

“Terima kasih telah mempercayakan kami sebagai tempat silaturahmi. Ini momen yang tepat untuk saling bertukar ilmu dan strategi dalam mengembangkan institusi pendidikan kita masing-masing,” tutur Dewi dengan hangat.

Wakil Dekan III Universitas Gunadarma, Dr. Rini Damayanti, MPH, blak-blakan mengungkapkan alasan memilih UNISA Yogyakarta. Pihaknya secara khusus ingin melakukan studi banding ke Prodi Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan.

UNISA Yogyakarta memiliki berbagai wahana dan pengalaman matang di bidang kesehatan, khususnya kebidanan. Kami ingin mengimplementasikan sistem penjaminan mutu dan kurikulum yang ada di sini ke institusi kami,” ujar Rini.

Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengembangan UNIMUDA Sorong, Dr. Nouval Rumaf, M.Pd., fokus pada aspek tata kelola manajerial. Ia dan tim menyasar Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNISA untuk mempelajari Manajemen Risiko.

“Pengendalian Mutu Internal dan Manajemen Risiko adalah hal strategis. Kami ingin belajar bagaimana UNISA mengelolanya untuk persiapan akreditasi institusi ke depan,” jelas Nouval.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis yang intensif. Para delegasi dibagikan ke dalam ruangan yang berbeda sesuai tujuan masing-masing Prodi Kebidanan dan BPM untuk menggali ilmu lebih dalam.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *