Buku Bertema Relasi Ayah-Anak Jadi Karya Tugas Akhir Mahasiswi Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta
Tugas akhir tidak selalu harus berupa laporan penelitian yang disusun bab demi bab. Di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, karya kreatif juga dapat menjadi bentuk tugas akhir. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi, Delia Putri, yang berhasil meluncurkan buku keduanya berjudul Di Kehidupan Lain, Cintai Aku dengan Benar, Ayah! sebagai salah satu persyaratan kelulusan Seminar Hasil.
Tugas Akhir
Wakil Rektor I Unisa Yogyakarta, Sulistyaningsih menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap karya yang dihasilkan. “Beberapa bagian dalam buku ini mampu menyentuh pengalaman emosional pembaca secara mendalam,” ujar Sulistyaningsih, dalam acara Creative Talk, Book Launching & Diseminasi Di Kehidupan Lain, Cintai Aku dengan Benar, Ayah!, yang digelar di Perpustakaan Unisa Yogyakarta, Rabu (25/2/2026).
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum), Annisa Warastri berharap buku ini dapat menjadi media refleksi bagi generasi muda, khususnya dalam menyuarakan isu kesehatan mental dan relasi keluarga yang saat ini banyak dialami oleh anak muda. “Buku ini dapat menjadi salah satu pilihan dalam penyelesaian tugas akhir. Bentuk tugas akhir di Program Studi Ilmu Komunikasi sangat beragam, dan semoga karya ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” ujarnya.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hari Akbar menambahkan bahwa mahasiswa tidak harus terpaku pada tugas akhir konvensional. Selain buku, mahasiswa dapat menghasilkan karya lain seperti film dengan standar nasional maupun karya musik, selama memenuhi kaidah akademik dan kontribusi keilmuan.
Peluncuran buku ini menjadi contoh nyata bahwa karya kreatif dapat menjadi media komunikasi yang efektif sekaligus bentuk implementasi kompetensi mahasiswa di bidang Ilmu Komunikasi. Melalui tulisan dalam bentuk buku, mahasiswa tidak hanya menyampaikan pesan personal, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi pembacanya.
Pemimpin Redaksi Penerbit Gradien Mediatama, Tri Prasetyo menyampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat fatherless yang cukup tinggi. Ia berharap karya seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Delia Putri sebagai penulis juga menyampaikan harapannya kepada para pembaca.“Saya berharap buku ini bisa menjadi alasan untuk memaafkan ayah, sekaligus menjadi teman dan penguat bagi siapapun yang membacanya,” ungkapnya. Selepas acara launching, acara dilanjutkan dengan diskusi buku bersama penulis. Para peserta yang hadir pun antusias mengikuti jalannya diskusi.(Wahyu Hafiza Sakti)












Leave a Reply
Want to join the discussionFeel free to contribute!