Digital

Dosen Administrasi Publik Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Gerry Katon Mahendra menilai adanya rencana pemerintah mengangkat 32.000 Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi ASN/PPPK bukan keputusan yang adil. Menurutnya ada urgensi lain yang seharusnya bisa diprioritaskan, salah satunya nasib guru honorer.

“Tidak adil. Ada urgensi lain yang seharusnya bisa diprioritaskan. Salah satunya adalah urgensi mengenai nasib guru honorer,” ucap Gerry, Sabtu (24/1/2026). 

SPPG

Gerry menilai pengangkatan ini akan mempengaruhi pandangan public dan potensi protes publik, khususnya berkaitan dengan prinsip keadilan di mata masyarakat. Disaat yang sama, masih ada guru honorer yang perlu dipikirkan nasibnya. 

“Program MBG sudah menghabiskan anggaran yang sangat besar, bahkan pos anggaran Pendidikan juga turut terdampak. Dengan adanya rencana ini, tentu masyarakat akan semakin bertanya, Dimana prinsip keadilan untuk sektor lain khususnya pendidikan,” ujar Gerry.

Kebijakan pemerintah tersebut dinilai akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintah di kebijakan dan program lainnya. Resikonya adalah anomali harapan dan tujuan, jika tidak diatur dengan jelas dan profesional, puluhan ribu calon yang akan diangkat ini berpotensi menjadi tantangan fiskal negara, inefisiensi anggaran, dan mengaburkan merit system itu sendiri.

Dirinya melihat rencana pengangkatan 32.000 pegawai SPPG lebih bertujuan pada penataan birokrasi dan pemenuhan kebutuhan layanan publik, khususnya terkait MBG. Namun jika dilihat dari aspek urgensi dan keadilan, masih cukup banyak ruang dan waktu untuk mengkaji kembali. Saat ini yang terlihat adalah keputusan terlihat sangat cepat dan mungkin saja tidak melalui kajian panjang yang komprehensif. 

Gerry menegaskan bahwa kebijakan bukan produk sehari jadi, baiknya harus ada kajian yang komprehensif terutama yang berkaitan dengan dasar hukum, mekanisme, kriteria, dan proses seleksi yang adil. “Selain itu, prinsip keadilan dan urgensi kepentingan juga harus dipertimbangkan mengingat masih ada unsur masyarakat di negara ini yang belum terakomodasi haknya dengan baik,” ungkap Gerry.

Gerry mengajak masyarakat menjadi alat kontrol kebijakan yang baik bagi pemerintah. Alangkah baiknya masyarakat untuk bisa menyuarakan jika memang kurang menyetujui. Meminta ruang diskusi, dan mengkaji ulang dengan melibatkan partsipasi publik dan unsur terkait agar kebijakan yang nantinya dihasilkan lebih dekat dengan keinginan masyarakat, berdampak positif untuk banyak pihak, dan memenuhi prinsip keadilan.

Bersih bersih masjid

Mahasiswa Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta yang tergabung dalam relawan Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah (Madaris) melaksanakan program Bersih-Bersih Masjid (BBM) di Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan, Kalurahan Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Sabtu (24/1/2026).

Sebanyak 31 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Dengan sigap, mereka membersihkan seluruh area Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan, mulai dari lantai, dinding, kamar mandi dan tempat wudu, kipas angin, hingga langit-langit masjid.

Selain kegiatan bersih-bersih, program BBM juga disertai penyerahan donasi berupa perlengkapan ibadah, seperti mukena, sarung, Al-Qur’an, serta poster infografis.

Bersih-bersih Masjid

Salah satu relawan Madaris, Meilinda Saputrie, mengaku antusias mengikuti kegiatan BBM kali ini. Meski merasa sedikit lelah, ia menilai kelelahan tersebut terbayarkan karena dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat dan membantu menciptakan kenyamanan dalam beribadah.

“Aku suka kegiatan sosial dan kerelawanan yang berdampak langsung seperti ini. Jujur, rasa lelah pasti ada, tetapi semuanya tergantikan dengan kepuasan bisa berkontribusi langsung di masyarakat,” ujar Meilinda, Sabtu (24/1/2026).

Sementara itu, warga sekitar turut mengapresiasi kegiatan bersih-bersih di Masjid Al-Mustaghfirin, Brajan. Koordinator Ikatan Remaja Masjid Al-Mustaghfirin, Triyanto, menyatakan dukungannya terhadap aksi mahasiswa Unisa Yogyakarta yang terjun langsung ke masyarakat dengan membersihkan rumah ibadah umat Islam. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Kami sangat salut dan senang dibantu oleh mahasiswa Unisa dalam kegiatan bersih-bersih masjid, apalagi menjelang bulan Ramadan,” ujar Triyanto.

Agenda Rutin Madaris

Program Bersih-Bersih Masjid merupakan agenda rutin relawan Madaris. Madaris merupakan komunitas relawan yang berada di bawah binaan Lazismu Kantor Layanan (KL) Unisa Yogyakarta. Sebagai komunitas relawan, Madaris aktif mendukung Lazismu KL Unisa Yogyakarta dalam menjalankan program-program filantropi yang berlandaskan spirit Al-Maun Muhammadiyah.

Beberapa kegiatan yang dilakukan relawan Madaris antara lain Sedekah Barang Berkas (Sebarkas), Infak Serdadu, Sarapan Gratis, serta program Bersih-Bersih Masjid.

Pembina Madaris, Andis, menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan program Bersih-Bersih Masjid adalah mengajak anak muda kembali memakmurkan masjid. Selain itu, masih banyak masjid di wilayah Yogyakarta yang kurang terawat karena minimnya jamaah atau keterlibatan generasi muda.

“Banyak masjid yang kurang terurus, baik karena jamaahnya sedikit maupun tidak adanya anak muda yang meramaikan. Padahal bangunan masjidnya ada. Karena itu, kami hadir untuk meramaikan dan menghidupkan kembali masjid,” jelas Andis.

Program Bersih-Bersih Masjid dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali, biasanya di masjid-masjid kampung sekitar Unisa Yogyakarta. Namun, dalam beberapa kesempatan, Madaris juga melaksanakan BBM di wilayah yang lebih jauh, seperti di Masjid Al-Mustaghfirin, Minggir, Sleman.

Hidup sehat

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Sport & Art Every Month (SAE) pada Jumat, 23 Januari 2026, kegiatan rutin bulanan ini menjadi wadah untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai di lingkungan UNISA Yogyakarta.

Kepala Biro Humas dan Protokol UNISA Yogyakarta, Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom, menyampaikan bahwa SAE tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga ruang interaksi dan kolaborasi antarunit.

Gaya Hidup Sehat

“Melalui SAE, kami ingin membangun suasana kerja yang sehat, hangat, dan kolaboratif. Tidak hanya menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi media berbagi informasi, edukasi, serta penguatan kebersamaan antarpegawai UNISA Yogyakarta,” ujarnya.

SAE kali ini diawali dengan jalan sehat sejauh 2,5 kilometer mengelilingi area kampus UNISA Yogyakarta. Seluruh pegawai tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas santai namun sarat makna tersebut.

Selain olahraga bersama, SAE juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan sosialisasi yang didukung oleh program studi serta biro/unit di UNISA Yogyakarta. Tim K3 UNISA memanfaatkan momentum ini untuk mensosialisasikan pembukaan Bulan K3, sekaligus memberikan demonstrasi cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Pada kesempatan tersebut juga disampaikan informasi terkait berbagai lomba K3 yang akan diselenggarakan.

Dari sisi akademik, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNISA Yogyakarta memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

Sementara itu, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UNISA Yogyakarta menyampaikan sosialisasi terkait agenda dan program kegiatan Ramadhan, sebagai bentuk persiapan spiritual bagi seluruh pegawai menjelang bulan suci.

Rangkaian kegiatan SAE ditutup dengan sarapan bersama, yang menjadi momen kebersamaan untuk mempererat interaksi, komunikasi, dan kekompakan antarpegawai lintas unit di UNISA Yogyakarta.

Melalui kegiatan SAE, UNISA Yogyakarta terus menegaskan komitmennya sebagai kampus berwawasan kesehatan yang tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga edukasi, spiritualitas, dan hubungan sosial dalam lingkungan kerja.

Public hearing

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melalui Biro Humas dan Protokol menyelenggarakan kegiatan Public Hearing bersama mahasiswa pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Ruang SM 414 Gedung Siti Moendjiyah. Kegiatan ini menjadi forum dialog terbuka antara pimpinan universitas dan mahasiswa dalam rangka peningkatan kualitas layanan dan tata kelola kampus.

Pubic Hearing

Public Hearing diikuti oleh perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam himpunan mahasiswa, organisasi mahasiswa, dan unit kegiatan mahasiswa (UKM), serta dihadiri oleh seluruh pimpinan rektorat, dekanat, ketua program studi, dan kepala biro/lembaga/unit di lingkungan UNISA Yogyakarta

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Sulistyaningsih, M.H.Kes, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan Public Hearing yang diselenggarakan secara rutin setiap semester sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan di UNISA Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyuarakan masukan mahasiswa secara konstruktif dan bertanggung jawab.

“Setiap masukan mahasiswa menjadi perhatian pimpinan universitas. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan, namun komitmen kami adalah memastikan setiap aspirasi ditindaklanjuti, baik secara langsung maupun bertahap,” ujarnya

Sementara itu, Wakil Rektor IV, Dr. M. Ali Imron, M.Fis, menekankan bahwa Public Hearing tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi bersama atas kinerja dan pelayanan universitas. Ia menyampaikan bahwa hasil Public Hearing periode sebelumnya, Juli 2025, telah ditindaklanjuti dan dipaparkan secara terbuka kepada peserta.

Berdasarkan laporan tindak lanjut, sejumlah masukan mahasiswa terkait sarana prasarana, akademik dan kemahasiswaan telah diselesaikan, antara lain perbaikan fasilitas kelas, toilet, air bersih, penyesuaian kalender akademik, hingga skema KKN ORMAWA. Adapun beberapa isu seperti keamanan dan parkir (CCTV) serta penguatan sistem informasi masih dalam proses penyelesaian dan menjadi prioritas lanjutan

Kepala Biro Humas dan Protokol UNISA Yogyakarta, Sinta Maharani, S.Sos., M.I.Kom, menjelaskan bahwa Public Hearing bertajuk “SUARA (Sampaikan Usul, Aspirasi, dan Rekomendasi Anda)” ini merupakan wujud komitmen UNISA dalam membangun komunikasi internal yang sehat, transparan, dan partisipatif.

“Humas tidak hanya berperan dalam komunikasi eksternal, tetapi juga internal. Public Hearing ini menjadi jembatan antara mahasiswa dan pimpinan universitas, sekaligus memastikan bahwa setiap aspirasi terdokumentasi dan ditindaklanjuti secara jelas,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UNISA Yogyakarta berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara mahasiswa dan pimpinan universitas, sehingga tercipta lingkungan kampus yang kondusif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Kerja sama

Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta terus meningkatkan jaringan kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Terbaru, Unisa Yogyakarta menggandeng Mindanao State University (MSU), Filipina, sebagai mitra internasional.

Nota kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh kedua belah pihak di Gedung Siti Moendjijah, Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Jumat (23/1/2026). Pada kesempatan tersebut hadir Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti, Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta Ali Imron, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora Unisa Yogyakarta Annisa Warastri, serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unisa Yogyakarta Tika Ainunnisa Fitria.

Sementara itu, delegasi Mindanao State University (MSU) Filipina dipimpin oleh Atty. Paisalin P.D. Tago, CPA, selaku MSU System President, bersama jajaran pimpinan universitas, termasuk wakil rektor bidang akademik dan perencanaan, serta pejabat di bidang administrasi, protokol, dan komunikasi.

Jalin Kerja Sama Riset dan Akademik

Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti, dalam sambutannya, menyampaikan harapan besar atas terjalinnya kerja sama antara Unisa Yogyakarta dan MSU. Melalui kolaborasi perguruan tinggi dari kedua negara, diharapkan kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata bagi kedua belah pihak, terutama dalam bidang edukasi, riset, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran akademik, serta penguatan kelembagaan.

“Sebuah kehormatan bagi kami dapat menjamu delegasi dari Mindanao State University (MSU). Mewakili seluruh sivitas akademika Unisa Yogyakarta, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta komitmen bersama dalam membangun kemitraan akademik,” ujar Warsiti, Jumat (23/1/2026).

Warsiti menilai terdapat kesamaan visi dan misi antara Unisa Yogyakarta dan MSU Filipina. Unisa Yogyakarta berada di bawah naungan Aisyiyah, organisasi masyarakat Islam perempuan terbesar di dunia. Sejak awal berdiri, Unisa Yogyakarta berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai moral, empati, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat.

“Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) hari ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara kedua universitas. Kita memiliki visi yang sama dalam mendorong pendidikan tinggi yang inklusif, berdampak, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Senada dengan Rektor Unisa Yogyakarta, MSU System President Paisalin P.D. Tago menyampaikan optimismenya bahwa kemitraan antara kedua universitas akan membuahkan hasil yang positif. Menurutnya, kerja sama ini merupakan perwujudan visi MSU sebagai kampus perdamaian yang inklusif, inovatif, dan berwawasan global.

“Kerja sama ini merupakan kolaborasi lintas bidang, mulai dari institusi, riset akademik, kurikulum, penjaminan mutu, manajemen, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ujar Tago dalam pidatonya.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Unisa Yogyakarta dan MSU menjadi langkah awal bagi pelaksanaan aksi nyata serta program kerja sama yang berkelanjutan. Kedua institusi sama-sama mengharapkan kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas riset dan akademik dalam menghadapi tantangan global serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.