Cegah Stunting, Dosen UNISA Yogyakarta Blusukan Dampingi Warga Ngampilan
Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digalakkan secara masif melalui sinergi strategis antara akademisi dan pemerintah daerah. Dosen Program Studi Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sekaligus anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ellyda Rizki Wijhati, S.ST., M.Keb., terjun langsung mendampingi masyarakat di RW 01 Kalurahan Ngampilan, Kota Yogyakarta.
Stunting
Kegiatan jemput bola berupa kunjungan rumah (home visit) ini menyasar tiga kelompok krusial dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni ibu pasca-persalinan, bayi baru lahir, dan anak di bawah dua tahun (baduta). Langkah ini merupakan wujud nyata asuhan berkesinambungan (continuity of care) guna memastikan intervensi kesehatan berjalan tepat, cepat, dan terukur.
Dalam pelaksanaannya, Ellyda berkolaborasi erat dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di bawah naungan DP3AP2KB Kota Yogyakarta. TPK memadukan tiga pilar utama: bidan sebagai tenaga profesional, kader TP PKK, serta kader kesehatan wilayah.
Selama kunjungan lapangan, tim gabungan ini menjalankan dua fungsi vital. Pertama, melakukan skrining kesehatan yang meliputi pemantauan kondisi fisik ibu nifas dan evaluasi tumbuh kembang baduta. Kedua, memberikan edukasi kesehatan intensif mengenai pentingnya ASI eksklusif, perawatan bayi, hingga pemenuhan gizi seimbang.
Sinergi apik antara perguruan tinggi, profesi IBI, dan elemen masyarakat lokal ini diharapkan menjadi model pendampingan berkelanjutan yang efektif. Langkah proaktif ini menegaskan komitmen Kota Yogyakarta dalam mencetak generasi penerus yang tangguh, cerdas, dan terbebas dari ancaman stunting.






































