Cegah Sekularisasi Kampus, Dosen dan Tendik UNISA Yogyakarta Dalami Ideologi Muhammadiyah
Kampus tidak boleh hanya menjadi pabrik pencetak sarjana tanpa ruh spiritual. Mengambil momentum di bulan suci Ramadan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar program bertajuk Refreshing Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik).
Kampus UNISA Yogyakarta
Berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (12-13/3/2026), agenda ini dipusatkan di Hall Baroroh Baried dan Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah. Mengusung tema “Internalisasi Ideologi Muhammadiyah sebagai Nilai-nilai Budaya Unggul”, acara ini menjadi ajang muhasabah sekaligus pembinaan ideologi.
Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menegaskan bahwa kampus adalah bagian dari amal usaha persyarikatan yang mengemban misi dakwah.
“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan di bulan Ramadan. AIK ini merupakan ruh yang menghidupkan setiap gerak institusi ini,” tegas Warsiti.
Peringatan senada disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Yogyakarta, Dr. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. Ia menyoroti ancaman liberalisasi dan sekularisasi di dunia pendidikan tinggi saat ini.
“Dosen dan tendik sebagai motor penggerak utama perlu memiliki kesadaran bahwa aktivitas akademik, selain tugas profesional, juga merupakan bagian dari ibadah dan perjuangan,” tuturnya.
Untuk memastikan materi tersampaikan maksimal, acara ini dibagi menjadi dua sesi. Hari pertama dikhususkan bagi jajaran dosen, disusul seluruh tendik pada hari kedua. Tak tanggung-tanggung, UNISA Yogyakarta menghadirkan 12 narasumber ahli yang merupakan pimpinan langsung dari PP Muhammadiyah dan PP ‘Aisyiyah.














Leave a Reply
Want to join the discussionFeel free to contribute!