UNISA Yogyakarta Resmi Buka Program Studi Gizi S1

gizi

Universitas  ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi membuka program studi (prodi) Gizi S1. Pendirian prodi ini berdasarkan SK Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor: 316/KPT/I/2017, tanggal 13 Juni 2017.

Dosen Program Studi Gizi, Agil Dhiemitra Aulia Dewi, S.Gz., MPH, menjelaskan visi program studi Gizi S1 ini menjadi program studi gizi pilihan yang unggul  di bidang gizi keluarga (family nutrition) dalam mewujudkan keluarga indonesia yang sehat sejahtera (wealthy healthy family) dengan berbasis nilai-nilai islam berkemajuan. Keunggulan prodi ini antara lain menjadi program studi yang profesional di bidang gizi keluarga (family nutrition) dalam menghadapi permasalahan life style and food related disease demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat sejahtera (wealthy healthy family) dengan berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan pada tahun 2028.

gizi2

Dijelaskan, sebelumnya Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta telah memiliki tujuh program studi  yaitu Ilmu Kebidanan jenjang S2, ilmu keperawatan jenjang sarjana, fisioterapi jenjang sarjana, kebidanan jenjang diploma III, bidan pendidik jenjang diploma IV, analis kesehatan diploma IV, teknik radiodiagnostik dan radioterapi jenjang diploma III.  Program studi Gizi diharapkan dapat berkolaborasi dan saling melengkapi dengan program studi yang lain serta dapat mendukung orientasi UNISA yang ingin menjadi universitas berwawasan kesehatan pilihan dan unggul berdasarkan nilai-nilai Islam berkemajuan. Dengan Program Studi Gizi  ini UNISA Yogyakarta meyakini bahwa akan lahir tenaga kesehatan sebagai sebaik-baiknya umat yang bermanfaaat bagi masyarakatnya. Sehingga diharapkan akan membentuk profil lulusan yang berwawasan kesehatan,  global, pilihan dan unggul, profesional dan berakhlak mulia dengan keteladanan qur’ani.

”Keberadaan tenaga Gizi  berlatar S1 dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat mempunyai pranan besar. Lulusan Gizi dapat bekerja sebagai ahli gizi RS/Puskesmas, ahli gizi laboratorium, ahli gizi catering (bandara, sekolah/kantor, tambang, diet sehat, haji), perusahaan/industri makanan sebagai Health Safety, Quality Control, Quality&Assurance Control, ahli gizi skala lokal, nasional, dan internasional, ahli gizi lembaga pemerintahan (KEMENKES, KEMENPORA, BKKBN, BPOM, BNN, BPJS, Balai GAKY), ahli gizi fitness center/atlet, peneliti, enterpreuner (usaha makanan bergizi, konsultan, penulis buku)” jelas Agil.

Sistem perkuliahan untuk kelas reguler (dari SMA/sederajat) terdiri atas delapan semester dengan metode pembelajaran SCL (Student Center Learning), praktikum dan skill lab, Table Manner, kunjungan industry, PKL klinis, institusi dan masyarakat, KKN.

 

QR Code