Pos

Khatam Al-Qur`an

Momen bulan suci selalu menjadi ajang berlomba-lomba meraup pahala, salah satu target utama umat muslim tentu saja ingin bisa khatam Al-Qur’an 30 juz. Sayangnya, semangat yang menggebu di awal sering kali kendor di pertengahan bulan karena merasa berat membaca berlembar-lembar ayat sekaligus.

Khatam Al-Qur`an

Namun jangan khawatir, ada trik jitu yang bisa Anda terapkan di rumah maupun di sela waktu kerja setiap harinya. Rahasianya adalah menerapkan metode One Day One Juz (ODOJ) dengan sistem cicil.

Satu juz dalam mushaf Al-Qur’an standar rata-rata terdiri dari 20 halaman (10 lembar). Membacanya dalam satu waktu duduk mungkin menyita durasi panjang. Trik cerdasnya, cukup bagi 20 halaman tersebut ke dalam 5 waktu salat fardu.

Berikut simulasi pembagiannya agar terasa super ringan:

  • Subuh: Baca 2 lembar (4 halaman) sebelum atau sesudah salat.
  • Dzuhur: Baca 2 lembar (4 halaman) di sela jam istirahat siang.
  • Ashar: Baca 2 lembar (4 halaman) setelah salat Ashar.
  • Maghrib: Baca 2 lembar (4 halaman) sembari menunggu waktu Isya.
  • Isya/Tarawih: Baca 2 lembar (4 halaman) sebagai penutup hari.

Dengan rumus cicil 2 lembar per waktu salat ini, target 1 juz per hari dijamin tercapai mulus tanpa terasa membebani. Kuncinya hanya satu: konsistensi!

Sumber : Detik, Muslim.or.id

Penulis : Adi Sasmito, S.I.Kom (Humas UNISA Yogyakarta)

Tugas akhir

Tugas akhir tidak selalu harus berupa laporan penelitian yang disusun bab demi bab. Di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, karya kreatif juga dapat menjadi bentuk tugas akhir. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi, Delia Putri, yang berhasil meluncurkan buku keduanya berjudul Di Kehidupan Lain, Cintai Aku dengan Benar, Ayah! sebagai salah satu persyaratan kelulusan Seminar Hasil.

Tugas Akhir

Wakil Rektor I Unisa Yogyakarta, Sulistyaningsih menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap karya yang dihasilkan. “Beberapa bagian dalam buku ini mampu menyentuh pengalaman emosional pembaca secara mendalam,” ujar Sulistyaningsih, dalam acara Creative Talk, Book Launching & Diseminasi Di Kehidupan Lain, Cintai Aku dengan Benar, Ayah!, yang digelar di Perpustakaan Unisa Yogyakarta, Rabu (25/2/2026).

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum), Annisa Warastri berharap buku ini dapat menjadi media refleksi bagi generasi muda, khususnya dalam menyuarakan isu kesehatan mental dan relasi keluarga yang saat ini banyak dialami oleh anak muda. “Buku ini dapat menjadi salah satu pilihan dalam penyelesaian tugas akhir. Bentuk tugas akhir di Program Studi Ilmu Komunikasi sangat beragam, dan semoga karya ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” ujarnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Hari Akbar menambahkan bahwa mahasiswa tidak harus terpaku pada tugas akhir konvensional. Selain buku, mahasiswa dapat menghasilkan karya lain seperti film dengan standar nasional maupun karya musik, selama memenuhi kaidah akademik dan kontribusi keilmuan.

Peluncuran buku ini menjadi contoh nyata bahwa karya kreatif dapat menjadi media komunikasi yang efektif sekaligus bentuk implementasi kompetensi mahasiswa di bidang Ilmu Komunikasi. Melalui tulisan dalam bentuk buku, mahasiswa tidak hanya menyampaikan pesan personal, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi pembacanya.

Pemimpin Redaksi Penerbit Gradien Mediatama, Tri Prasetyo menyampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat fatherless yang cukup tinggi. Ia berharap karya seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran ayah dalam keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Delia Putri sebagai penulis juga menyampaikan harapannya kepada para pembaca.“Saya berharap buku ini bisa menjadi alasan untuk memaafkan ayah, sekaligus menjadi teman dan penguat bagi siapapun yang membacanya,” ungkapnya. Selepas acara launching, acara dilanjutkan dengan diskusi buku bersama penulis. Para peserta yang hadir pun antusias mengikuti jalannya diskusi.(Wahyu Hafiza Sakti)

Profesi ners

Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Panum (Kepaniteraan Umum) Pendidikan Profesi Ners XXI TA 2025/2026 Genap pada. Kegiatan ini dilaksanakan di mulai dari Rabu (25/02/2026) hingga Jum’at 17/04/2026) bertempat di Hall Siti Baroroh Barried UNISA Yogyakarta. Kegiatan pembukaan ini diikuti oleh sebanyak 181 mahasiswa Co-Ners Angkatan XXI yang sudah resmi lulus sebagai Sarjana Keperawatan.

Profesi Ners

Kegiatan Panum ini bertujuan untuk memberikan pembekalan awal kepada mahasiswa sebagai persiapan sebelum menjalani praktik profesi keperawatan di Rumah Sakit dan lahan praktik lainnya selama kurang lebih 10 bulan. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.P.H menekankan, melalui kegiatan Panum ini mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional dalam menjalani pendidikan profesi ners.

Rangkaian kegiatan Panum meliputi Pembukaan Panum, penguatan karakter, pembekalan Etika Profesi, pembekalan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Service Excellent, serta bijak berkomunikasi melalui Sosial Media. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan terkait stase yang akan ditempuh, penugasan selama praktik profesi, serta pelaksanaan uji keterampilan (uji skill).

Kegiatan Panum akan ditutup dengan pelaksanaan Janji Pra-Ners (17/04/2026) sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menjalani praktik profesi keperawatan secara profesional, beretika, dan bertanggung jawab. Pesan Ketua Program Studi Dr. Sarwinanti, S.Kep.,Ns. M.Kep., Sp.Kep.Mat. diharapkan seluruh mahasiswa Co-Ners Angkatan XXI siap melaksanakan praktik dengan optimal serta mampu memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas kepada masyarakat.

Mubaligh Hijrah

Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menyelenggarakan program rutin tahunan Mubaligh Hijrah (MH) Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.

Mubaligh Hijrah

Kegiatan yang berlangsung selama 16 Februari–4 Maret 2026 dan dikuti 11 mahasiswa ini menjadi implementasi dakwah mahasiswa pada bulan Ramadhan 1447 H/2026 M di luar negeri yang bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (PCIM Malaysia). Sejumlah mahasiswa di lokasikan diberbagai tempat yakni, Sanggar Bimbingan Kampung Pandan, Kampung Bharu dan Sanggar Bimbingan Kepong.

Wakil Rektor III Unisa Yogyakarta, Prof. Mufdillah, menyampaikan bahwa program Mubaligh Hijrah Internasional bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi internasionalisasi kampus dan pembentukan karakter mahasiswa.

“Program ini menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya menyampaikan dakwah, tetapi juga belajar tentang keberagaman budaya, membangun jejaring global, dan menguatkan kompetensi kepemimpinan,” kata Mufdillah.

Sementara itu, Pembina kegiatan, Dr. M. Nurdin Zuhdi, menegaskan bahwa Mubaligh Hijrah Internasional merupakan proses kaderisasi dakwah yang aplikatif.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung berhadapan dengan realitas sosial. Di sinilah mereka ditempa untuk menjadi dai yang adaptif, komunikatif, dan mampu membawa nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” jelas Nurdin.

Melalui program ini, LPPI Unisa Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas dakwah dan kepedulian sosial dalam konteks global. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa dalam mengemban peran sebagai duta kampus dan persyarikatan Muhammadiyah di kancah internasional.

Asam lambung

Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan beragam hidangan lezat buka puasa yang menggugah selera saat azan maghrib berkumandang, namun, bagi Anda penderita maag atau asam lambung (GERD), momen berbuka puasa bisa jadi bumerang menyakitkan jika kalap memilih makanan.

Asam Lambung

Perut yang kosong selama lebih dari 12 jam memiliki kondisi dinding lambung yang sangat sensitif. Asal menyantap hidangan secara sembarangan saat waktu berbuka puasa, baik di rumah maupun di tempat bukber, justru bisa memicu nyeri perut hebat, mual, hingga dada terasa panas terbakar (heartburn).

Agar ibadah puasamu tetap lancar dan nyaman seharian penuh, ada pantangan ketat yang wajib dipatuhi. Lalu, bagaimana cara menyiasatinya dan apa saja hidangan yang harus segera dicoret dari meja makan? Berikut daftar makanan dan minuman yang pantang disentuh saat perut kosong:

  • Gorengan dan Makanan Berlemak

Bakwan, tahu isi, hingga gorengan pinggir jalan memang menggoda. Sayangnya, makanan tinggi lemak sangat lambat dicerna tubuh. Akibatnya, lambung harus bekerja ekstra keras sehingga memicu produksi asam lambung berlebih.

  • Makanan Pedas dan Asam

Langsung menghajar perut kosong dengan sambal, es jeruk asam, kuah asinan, atau pempek adalah mimpi buruk bagi lambung. Kandungan asam dan capsaicin (pada cabai) akan mengiritasi langsung dinding lambung yang sedang rentan.

  • Minuman Berkafein dan Bersoda

Es kopi susu, teh kental manis, atau minuman bersoda bisa menyebabkan produksi gas meningkat dan perut menjadi kembung. Kafein juga berisiko melemahkan otot katup lambung, membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan.

Sebagai gantinya, manjakan perut Anda dengan segelas air putih hangat dan makanan lunak seperti kurma, buah naga, atau pisang. Jangan biarkan salah pilih menu merusak kekhusyukan Ramadhan Anda!

Sumber : Detik Health, Halodoc, Alodoc

Penulis : Adi Sasmito, S.I.Kom (Humas UNISA Yogyakarta)