Pos

Profesi Arsitek

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr). Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1182/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek Program Profesi pada Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Profesi Arsitek

Dengan terbitnya keputusan ini, PPAr UNISA Yogyakarta tercatat sebagai Pendidikan Profesi Arsitek ke-25 di Indonesia dan ke-4 di Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus memperkuat kontribusi UNISA Yogyakarta dalam pengembangan pendidikan profesi dan penyediaan arsitek profesional nasional.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNISA Yogyakarta , Ar. Tika Ainunnisa F, ST., MT., Ph.D., IAI, menyampaikan bahwa pembukaan PPAr ini merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan dunia profesional arsitektur yang menuntut kompetensi, etika, dan tanggung jawab sosial.

“Pendidikan Profesi Arsitek di UNISA Yogyakarta dirancang untuk mencetak arsitek profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan PPAr menjadi jembatan penting bagi lulusan sarjana arsitektur untuk memperoleh pengakuan profesi sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus meningkatkan kualitas praktik arsitektur di Indonesia.

“Sebagai PPAr ke-25 di Indonesia, UNISA Yogyakarta hadir membawa kekhasan nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan perspektif keberlanjutan yang menjadi ciri institusi. Harapannya, lulusan PPAr UNISA mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tambah Ar. Tika.

Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek UNISA Yogyakarta diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi dengan dukungan sumber daya dosen, jejaring profesional, serta kurikulum yang mengacu pada standar pendidikan profesi arsitek nasional.

Pembukaan PPAr ini juga menjadi bagian dari komitmen UNISA Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang terus berinovasi dalam menghadirkan program pendidikan relevan dengan kebutuhan zaman, serta berorientasi pada penguatan kualitas lulusan dan daya saing global.

Lawan kuman

Kebersihan tangan sering dianggap sepele, padahal ini adalah benteng pertahanan pertama tubuh dari serangan penyakit untuk lawan kuman. Menyadari pentingnya hal tersebut, sekumpulan mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyulap edukasi kesehatan menjadi pesta permainan yang seru di Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Lawan Kuman

Aksi sosial yang berlangsung pada Senin (22/12/2025) ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Keperawatan Anestesiologi yang tergabung dalam Kelompok AIK B8. Kegiatan ini merupakan realisasi Proyek Al-Ma’un, sebuah program pengabdian masyarakat yang menjadi ciri khas kampus UNISA Yogyakarta.

Ketua Kelompok B8, Muhammad Zahid Rahiman, menjelaskan bahwa timnya sengaja menggunakan metode pendekatan fun games. Tujuannya agar pesan-pesan kesehatan mudah dicerna dan diingat oleh anak-anak panti.

“Kami mengemas materi cuci tangan ini serealistis dan seinteraktif mungkin. Melalui games, anak-anak jadi lebih tertarik mempraktikkan 6 langkah cuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Jadi, mereka tahu kapan waktu krusial harus cuci tangan, tapi dengan cara yang gembira,” ujar Zahid.

Keseruan tidak berhenti di wastafel. Usai memastikan tangan adik-adik panti bersih dan bebas kuman, para mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan berdialog hangat bersama Ibu Pengurus Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah. Momen ini menjadi ajang perekat silaturahmi sekaligus diskusi mengenai kondisi kesehatan di lingkungan panti.

Mahasiswa juga diajak berkeliling melihat asrama dan fasilitas panti untuk lebih memahami dinamika kehidupan sehari-hari para santriwati.

Proyek Al-Ma’un ini diharapkan bukan sekadar seremonial belaka. Lebih jauh, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai empati dan kepekaan sosial di hati para calon tenaga medis muda UNISA Yogyakarta. Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa belajar bahwa kepedulian sekecil apa pun seperti mengajarkan cara mencuci tangan bisa berdampak besar bagi kesehatan masyarakat.

Bantuan

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengirimkan tim psikososial dari program studi Psikologi dan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan ibadah kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah. Bantuan tersebut diserahkan melalui Pos Muhammadiyah Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor Aceh Tengah, dan diterima oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Tengah bersama MDMC PDM Takengon, Selasa (6/1).

Bantuan

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Tim Psikososial UNISA Yogyakarta yang diwakili oleh Dr. Islamiyatur Rokhmah, S.Ag., M.S.I dan tim sebagai bentuk kepedulian sivitas akademika UNISA Yogyakarta terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Saat ini UNISA Yogyakarta mengirimkan tim psikososial yang berjumlah 13 orang terdiri dari dosen dan mahasiswa program studi psikologi.

Adapun bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan donasi sivitas akademika UNISA Yogyakarta, berupa perlengkapan ibadah dengan rincian 113 Al-Qur’an, 150 sajadah, 150 mukena, dan 98 sarung. Seluruh bantuan ini dihimpun sebagai upaya mendukung pemulihan spiritual dan psikososial masyarakat di lokasi bencana.

Dr. Islamiyaturokhmah menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan dan solidaritas yang terus ditanamkan di lingkungan UNISA Yogyakarta.

UNISA Yogyakarta tidak hanya hadir melalui bantuan materi, tetapi juga membawa semangat empati dan penguatan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana. Kami berharap perlengkapan ibadah yang disalurkan ini dapat memberikan kenyamanan, ketenangan batin, serta menjadi penguat spiritual di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi saudara-saudara kita di Aceh Tengah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan tim psikososial UNISA Yogyakarta merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), UNISA Yogyakarta berupaya memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pimpinan Daerah Aceh Tengah dan MDMC PDM Takengon menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta dukungan UNISA Yogyakarta. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, khususnya dalam mendukung kebutuhan ibadah masyarakat di pengungsian dan wilayah terdampak bencana.

UNISA Yogyakarta berharap sinergi dan kepedulian lintas daerah ini dapat terus terjalin, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

Ghana

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan catatan penting dalam penguatan internasionalisasi dan kaderisasi mahasiswa, seorang mahasiswa asing asal Ghana, Sulemana Abdul Majeed, resmi bergabung sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sains dan Teknologi UNISA Yogyakarta periode 2025/2026. Kehadiran Sulemana menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya mahasiswa internasional bergabung dalam organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah di lingkungan UNISA Yogyakarta.

Mahasiswa Ghana

Sulemana Abdul Majeed, mahasiswa laki-laki kelahiran Ghana, 7 Desember 2003, saat ini tinggal di Asrama UNISA Yogyakarta. Ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan memiliki latar belakang organisasi yang kuat sejak di negara asalnya. Sebelum menempuh studi di Indonesia, Sulemana pernah menjabat sebagai President sekaligus Imam Ghana Muslim Students Association (GMSA) Tamasco Branchpada periode 2021–2022, serta menjadi Treasurer The Council of African Students pada 2022–2023.

Ketertarikan Sulemana untuk bergabung dengan IMM didorong oleh keinginannya memperdalam pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, serta mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Ia menyampaikan bahwa IMM merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas dan berdaya guna bagi masyarakat.

“Motivasi saya mengikuti Darul Arqam Dasar dan bergabung dengan IMM adalah untuk memperkuat iman dan pemahaman saya tentang Islam dan Muhammadiyah, mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, serta berpikir kritis, dan mempersiapkan diri menjadi kader IMM yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sulemana, Selasa (6/1).

Menurutnya, nilai-nilai pembaruan Islam yang diusung Muhammadiyah sejalan dengan semangatnya sebagai mahasiswa internasional yang ingin berkontribusi secara global. Ia memandang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang menekankan kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah, mendorong kemajuan pendidikan, serta kepedulian sosial dalam menjawab tantangan zaman.

Keterlibatan Sulemana dalam IMM Fakultas Sains dan Teknologi UNISA Yogyakarta juga mencerminkan komitmen kampus dalam membangun lingkungan inklusif, multikultural, dan terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya dinamika organisasi, memperluas perspektif global kader IMM, serta memperkuat diplomasi kultural Muhammadiyah di tingkat internasional.

Dengan bergabungnya mahasiswa asal Ghana ini, IMM UNISA Yogyakarta tidak hanya menjadi wadah kaderisasi ideologis dan kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga ruang perjumpaan lintas bangsa yang menegaskan nilai Islam berkemajuan dalam bingkai global.

Panti

Suasana Sabtu pagi (20/12/2025) di Dusun Padasan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, terasa lebih hangat dari biasanya, puluhan anak-anak di Panti Asuhan Sinar Melati tampak sumringah menyambut kedatangan kakak-kakak mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Mahasiswa Rombongan yang tergabung dalam Kelompok A7 ini hadir membawa misi khusus bertajuk Project Al-Ma’un. Bukan sekedar berkunjung, mereka menggelar aksi kepedulian sosial dengan mengangkat tema edukasi “Makanan Sehat Pondasi Kesehatan”.

Belajar Gizi Sambil Bermain

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata nilai-nilai Al-Ma’un yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan, yakni menyantuni dan memberdayakan mereka yang membutuhkan. Uniknya, edukasi kesehatan ini dikemas jauh dari kata membosankan.

Tidak ada ceramah kaku yang bikin ketagihan. Mahasiswa UNISA Yogyakarta menyulap aula panti menjadi arena bermain yang edukatif. Materi tentang pentingnya gizi seimbang diselipkan melalui berbagai permainan interaktif yang memancing gelak tawa.

“Suasananya pecah banget! Dari awal sampai akhir, adik-adik panti sangat aktif. Mereka berebut menjawab kuis demi mendapatkan reward yang sudah kami siapkan,” ungkap Naila salah satu mahasiswa.

Menyentuh Hati, Berbagi Kasih

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Mentoring, Puspa W. Tobe. Ia mengapresiasi semangat adik-adik panti dan berharap ilmu yang diumumkan hari ini bisa menjadi bekal hidup sehat di masa depan.

Sementara itu, Nuryanti, anggota Kelompok A7, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran berharga bagi para siswa. Baginya, Project Al-Ma’un bukan sekadar tugas kuliah, melainkan momen untuk mengasah empati.

“Lewat kegiatan ini, kami tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga berbagi rasa kebersamaan dan kasih sayang. Ini kenangan bagi kami bahwa berbagi kebaikan sekecil apa pun dapat membawa kebahagiaan besar bagi orang lain,” ujar Nuryanti.

Wajah-wajah ceria anak Panti Asuhan Sinar Melati menjadi bukti suksesnya acara ini. Melalui kolaborasi permainan dan edukasi, mahasiswa UNISA Yogyakarta berharap pesan tentang pola hidup sehat dapat tertanam kuat di benak anak-anak, sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama umat.