Pos

Kaum rebahan

Masih terjebak zona nyaman kasur setelah libur panjang usai? Hati-hati, gaya hidup kaum rebahan alias kurang gerak bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Di pertengahan tahun 2026 ini, saatnya Sahabat UNISA Yogyakarta mengucapkan selamat tinggal pada status kaum rebahan dan mulai bergerak aktif!

Kaum Rebahan

Saat ini, tren olahraga di kalangan masyarakat tak lagi sekadar rutinitas membosankan, melainkan sudah menjelma menjadi lifestyle yang seru dan menyehatkan. Dua primadona yang kini merajai tren adalah olahraga Padel dan gowes santai.

Bagi pecinta roda dua, gowes santai menyusuri sudut kota menggunakan sepeda lipat andalan seperti Brompton kini menjadi pilihan favorit. Tak butuh persiapan berat, cukup kenakan athletic wear yang nyaman, Sahabat UNISA Yogyakarta bisa membakar kalori sembari menikmati udara segar pagi hari.

Sementara itu, Padel sukses merebut hati anak muda hingga eksekutif. Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini sangat dinamis. Bermain ganda di lapangan tertutup berbahan kaca tak hanya mengasah kelincahan dan kardio, tapi juga menjadi ajang networking dan seru-seruan bareng sahabat.

Yuk, segera siapkan sepatu olahragamu! Pilih gowes santai atau serunya ayunan raket Padel, dan rasakan lonjakan kebugaran tubuh Sahabat UNISA Yogyakarta hari ini juga.

lolos pendanaan

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, sebanyak 25 dosen berhasil lolos pendanaan hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, yang terdiri dari 14 dosen pada skema penelitiandan11 dosen pada skema pengabdian kepada masyarakat.

Lolos Pendanaan

Program hibah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan ini merupakan salah satu instrumen strategis nasional untuk meningkatkan kualitas riset dan pengabdian dosen di perguruan tinggi. Seleksi dilakukan secara ketat melalui proses evaluasi proposal berbasis kualitas, relevansi, serta potensi dampak bagi masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISA Yogyakarta, Dinar Mindrati Fardhani, SP, M.Biotech., Ph.D  menyampaikan bahwa capaian ini menjadi indikator positif meningkatnya daya saing dosen UNISA di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa dosen UNISA Yogyakarta semakin produktif dalam menghasilkan proposal penelitian dan pengabdian yang berkualitas. Ini juga mencerminkan keseriusan kami dalam membangun budaya riset yang kuat dan berdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa hibah penelitian yang diperoleh mencakup berbagai bidang unggulan, terutama kesehatan, teknologi, dan sosial humaniora, sejalan dengan positioning UNISA sebagai kampus berbasis kesehatan yang unggul dan berkemajuan.

Sementara itu, pada skema pengabdian kepada masyarakat, program-program yang didanai berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan, edukasi, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.

“Melalui hibah ini, kami berharap hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Begitu pula dengan program pengabdian, harus mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan,” tambah Dinar.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan institusi melalui pendampingan intensif, mulai dari penyusunan proposal hingga proses review internal sebelum diajukan ke tingkat nasional.

Dengan diraihnya pendanaan hibah Kemdiktisaintek 2026 ini, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta semakin memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UNISA untuk terus berinovasi, menghasilkan karya ilmiah berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

Warga Sleman

Kabar menggembirakan datang bagi warga Sleman. Kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa biaya kini terbuka melalui program Beasiswa Sleman Pintar, yang memberikan pembebasan 100% biaya pendidikan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Warga Sleman

Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga kurang mampu dan rentan miskin.

Kepala Biro Admisi UNISA Yogyakarta, Intan Mutiara Putri, menyampaikan bahwa program ini menjadi peluang emas bagi generasi muda Sleman untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.

“Beasiswa Sleman Pintar ini memberikan kesempatan kuliah gratis 100% bagi warga Sleman yang memenuhi kriteria. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, beasiswa ini terbuka untuk hampir seluruh program studi di UNISA Yogyakarta, kecuali D4 Keperawatan Anestesiologi dan S1 Kedokteran. Dengan banyaknya pilihan program studi, calon mahasiswa dapat menyesuaikan minat dan bakatnya di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial, hingga teknologi.

Lebih lanjut, Intan menambahkan bahwa sasaran program ini adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan pendidikan.

“Program ini ditujukan bagi warga Sleman yang memiliki KTP dan KK Sleman, serta termasuk dalam kategori keluarga miskin, rentan miskin, penerima PKH, atau anak dari orang tua disabilitas yang tidak mampu,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa semangat dan kemauan untuk belajar menjadi kunci utama dalam meraih kesempatan ini.

“Selama memiliki semangat, memenuhi syarat, dan siap berjuang, peluang ini bisa diraih. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak Sleman yang kehilangan kesempatan kuliah hanya karena keterbatasan ekonomi,” tambahnya.

Masyarakat yang berminat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Dinas Sosial Sleman di nomor 0895-0113-0696. Selain itu, informasi terkait penerimaan mahasiswa baru di UNISA Yogyakarta juga dapat diakses melalui:

  • Admin PMB: 0878-3941-1345
  • Website: pmb.unisayogya.ac.id
  • Instagram: @pmbunisayogya
  • TikTok: @unisa_cringe dan @unisa_yogya

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Sleman yang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan.

Kebugaran

Momen libur panjang Idul Fitri 1447 H telah usai, saatnya sekarang menjaga kebugaran. Setelah sebulan berpuasa dan ditutup dengan memanjakan lidah menyantap hidangan bersantan seperti opor, rendang, hingga aneka kue kering, kini saatnya masyarakat menghadapi tantangan baru: berat badan yang melonjak tajam. Tubuh yang terasa lebih berat dan perut buncit kini menjadi keluhan sejuta umat.

Jaga Kebugaran

Kalap makan selama perayaan Lebaran memang rentan memicu tumpukan lemak dan kolesterol. Namun, jangan biarkan mode rebahan berlarut-larut. Sahabat UNISA Yogyakarta bisa segera mengembalikan kebugaran dan vitalitas tubuh dengan memulai kebiasaan sehat dari rumah atau fasilitas olahraga di lingkungan sekitar.

Lalu, bagaimana langkah jitu mengatasinya? Cara pertama dan terpenting adalah melakukan detoks pola makan. Segera pangkas asupan gula dan gorengan, perbanyak porsi serat dari sayur segar, serta pastikan tubuh terhidrasi dengan air putih minimal dua liter sehari.

Di samping mengatur nutrisi, panggil kembali semangat untuk berkeringat. Tak perlu langsung olahraga intensitas tinggi. Cukup lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti gowes santai menikmati udara pagi, jogging, atau bermain bulu tangkis dan padel bersama teman kuliah, kerja atau tetangga. Dengan rutin bergerak aktif minimal 30 menit sehari, kalori sisa pesta Lebaran perlahan akan luntur. Yuk, kembali sehat dan bugar!

Penulis : Adi Sasmito, S.I.Kom

Sumber: Ayo Sehat, Alodoc

Syawalan

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Syawalan di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan pada Selasa (31/03/2026). Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar hajatan besar Silaturahim Idul Fitri 1447 H yang dihadiri oleh seluruh jajaran karyawan aktif hingga pegawai purna tugas.

Syawalan

Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menegaskan bahwa tradisi syawalan ini adalah motor penggerak kampus. “Silaturahim ini bukan sekadar seremoni, tapi momen strategis. Kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi adalah kekuatan utama institusi. Tidak akan ada kemajuan tanpa kebersamaan,” tegas Warsiti.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Yogyakarta, Mohammad Adam Jerusalem, Ph.D., menyebut halalbihalal sebagai ajang membersihkan hati.

“Nilai persaudaraan ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat integritas dan memacu semangat kontribusi positif,” ujarnya.

Dr. H. Kasiyarno, M. Hum. memberikan tausiah tentang hikmah Syawalan yaitu semangat halal bihalal ini, berharap dapat memperkuat tekad untuk terus berbuat kebajikan, meningkatkan kualitas diri dan institusi, serta bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Semoga kebersamaan yang terjalin dalam momentum ini menjadi energi positif yang menggerakkan langkah kita menuju masa depan yang lebih baik,” ucap Kasiyarno.

Momen syawalan tahun ini pun sukses ditutup dengan kejutan haru nan membahagiakan. Sebagai bentuk apresiasi nyata, UNISA Yogyakarta resmi memberangkatkan umroh bagi 9 pegawai berdedikasi yang telah mengabdi selama 15 tahun. Tak hanya itu, kampus juga memberikan bantuan dana haji bagi 4 pegawai yang bersiap menunaikan panggilan ibadah ke Tanah Suci.