Pos

Mahasiswa rantau

Menjadi mahasiswa rantau bukan sekadar tentang berpindah tempat tinggal, melainkan sebuah perjuangan adaptasi yang kompleks. Fenomena ini sering kali memicu tekanan psikologis, terutama stres akademik akibat beban tugas yang menumpuk. Menanggapi isu tersebut, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar kegiatan psikoedukasi bertema “Menguat Bersama: Psikoedukasi untuk Komunitas Anak Rantau”.

Mahasiswa Rantau

Mahasiswa rantau, khususnya yang menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Kesehatan, seringkali dihadapkan pada tuntutan akademik yang tinggi dengan waktu penyelesaian yang terbatas. Tanpa dukungan langsung dari keluarga, kondisi ini rentan memicu stres, kecemasan, hingga gangguan fisik seperti sakit kepala dan gangguan tidur. Pelaksanaan kegiatan psikoedukasi ini menjadi langkah preventif dan promotif untuk memperkuat strategi _coping adaptif agar mahasiswa tetap optimal secara akademik maupun sosial.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Fiqry Abdul Riyadh Gaib sebagai ketua pelaksana, dan beranggotakan Az-Zahra Ashiva Syahid, Revania Hermanto, Mutiara Nur Lathifa, dan Diva Ayu Evrayuana. Seluruh rangkaian kegiatan terdiri dari penyusunan konsep intervensi hingga evaluasi pelaksanaan. Adapun sasaran intervensinya adalah delapan mahasiswa perantau dari berbagai program studi Fakultas Ilmu Kesehatan yang menghadapi tekanan perkuliahan.

Intervensi psikoedukasi ini dilaksanakan pada akhir tahun 2025. Lokasi kegiatan bertempat di Kampus Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, khususnya di area lantai 1 yang kondusif bagi peserta untuk berbagi cerita secara nyaman.

Intervensi dilakukan melalui dua tahap utama yang telah disusun dan ditelaah bersama dosen pembimbing, yaitu:

Asesmen (Identifikasi Masalah): Tim melakukan wawancara semi-terstruktur dan observasi untuk menggali keluhan peserta. Hasil asesmen menunjukkan adanya indikasi stres akademik, seperti perasaan tertekan, kelelahan mental, dan ketidakberdayaan akibat banyaknya tuntutan tugas.

Pelaksanaan Psikoedukasi: Tim menyampaikan materi mengenai konsep stres, dampak psikologis stres akademik, serta teknik regulasi emosi dan coping adaptif. Peserta dilibatkan dalam diskusi kelompok dan refleksi tertulis untuk merumuskan kalimat motivasi serta strategi coping mandiri yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini diselenggarakan Mahasiswa Program Studi S1 Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dibawah supervisi dosen ibu Andhita Dyorita Kh., S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Dosen Pengampu.

Kegiatan ditutup dengan pemberian reward sebagai bentuk apresiasi atas keterbukaan dan partisipasi aktif peserta. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa rantau tidak lagi merasa sendiri dalam menghadapi tantangan akademik, melainkan memiliki dukungan sosial dan keterampilan psikologis yang memadai untuk terus tumbuh dan berkembang di tanah perantauan.

Kualitas

Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terus membuktikan komitmennya dalam menjaga kualitas tata kelola pendidikan berstandar internasional. Pada Jumat (20/02/2026), kampus terakreditasi unggul ini resmi membuka agenda Resertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 yang dipusatkan di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah.

Kualitas Perguruan Tinggi

Langkah strategis ini diambil bukan sekadar untuk formalitas di atas kertas. Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, menegaskan bahwa proses resertifikasi ini sangat krusial. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan manajemen risiko pada setiap denyut aktivitas dan proses pengambilan keputusan di kampus.

“Untuk dapat mengintegrasikan manajemen risiko dengan baik, perlu pemahaman yang sama dari seluruh pimpinan di level Universitas, Fakultas, Prodi, hingga unit supporting. Dengan ISO ini, kita bisa menentukan kesesuaian dengan kriteria audit, serta mengevaluasi sistem manajemen guna memastikan UNISA Yogyakarta memenuhi standar mutu utama,” tutur Warsiti dengan tegas.

Agenda yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 20 hingga 21 Februari 2026 ini, terpantau berjalan lancar. Sebanyak 3 Auditor ISO Agung Kristanto, S.T., M.T., Ph.D Lentera Sukma Mahardika,S.I.P., M.A dan Muhammad Rudiyanto Alif, M.T. diterjunkan langsung untuk membedah dan mengevaluasi sistem manajemen di lingkungan kampus.

Para peserta yang hadir dan siap diaudit mencakup seluruh jajaran pimpinan tingkat Universitas, Fakultas, Program Studi, Unit Kerja, hingga tim Penjamin Sistem Mutu tingkat Fakultas dan Prodi.

Melalui proses audit komprehensif ini, UNISA Yogyakarta menargetkan tata kelola institusi yang semakin efektif, efisien, dan transparan. Keberhasilan mempertahankan sertifikasi bergengsi ini nantinya akan semakin memperkokoh posisi UNISA sebagai perguruan tinggi terkemuka yang siap mencetak lulusan berdaya saing global dengan basis mutu yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Bahas strategi

Memasuki pertengahan tahun akademik, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta langsung tancap gas bahas strategi. Seluruh jajaran pimpinan dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus berkumpul di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah untuk melangsungkan pembukaan Rapat Kerja Tengah Tahun (RKTT) pada hari ini, Senin (23/02/2026).

Bahas Strategi

Rapat strategis yang diagendakan berlangsung selama dua hari, yakni 23 hingga 24 Februari 2026 ini, difokuskan untuk membedah, mengevaluasi, dan menyinergikan program lintas unit. Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, menegaskan bahwa ego sektoral harus ditekan demi mencapai target kampus secara keseluruhan.

“Berorientasi pada mutu dan keberlanjutan, RKTT ini menjadi penunjuk arah pada pelaksanaan program di semester akhir ini. Kita harus mencermati program antar-unit sehingga terjadi kolaborasi yang menghasilkan capaian jauh lebih baik,” tutur Warsiti dalam sambutannya.

Menariknya, tak hanya berfokus pada target akademik dan tata kelola anggaran, RKTT kali ini juga menyoroti pentingnya fondasi spiritual dalam budaya kerja. Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. Ali Imron, M.Fis, mengingatkan pentingnya implementasi nilai tauhid dalam ritme pekerjaan sehari-hari.

“Mari kita bersama-sama mengimplementasikan Tauhid. Segala keputusan organisasi harus kita lakukan dengan baik. Seperti pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan efisien, itu adalah bentuk nyata dari Tauhid fungsional dan organisatoris,” tegas Imron.

Melalui RKTT 2026 ini, jajaran pimpinan UNISA Yogyakarta diharapkan semakin solid dan siap mengeksekusi program kerja dengan prinsip tata kelola yang profesional, efisien, serta bernafaskan nilai-nilai keislaman.

Dehidrasi

Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1447 H berarti tubuh tidak akan mendapatkan asupan makanan dan cairan selama lebih dari 12 jam, jika tidak disiasati dengan benar, ancaman dehidrasi, bibir pecah-pecah, sakit kepala, hingga badan lemas siap mengintai umat muslim yang sedang berpuasa.

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan salah satu risiko kesehatan yang perlu diwaspadai saat berpuasa. Seringkali, banyak orang yang salah kaprah dengan langsung menenggak air berliter-liter saat sahur atau berbuka. Padahal, cara tersebut justru membuat perut kembung dan ginjal bekerja terlalu keras. Lalu, bagaimana cara memenuhi kebutuhan cairan 8 gelas sehari dengan waktu yang terbatas?

Solusi paling cerdas dan praktis untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi di mana pun kalian berada adalah dengan menerapkan Rumus 2-4-2.

Apa Itu Rumus 2-4-2 dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Pakar kesehatan sangat menyarankan metode pembagian jadwal minum air putih ini. Tujuannya agar cairan diserap secara bertahap dan optimal oleh tubuh. Berikut panduan praktisnya:

  • 2 Gelas Saat Berbuka: Minum 1 gelas air putih hangat sesaat setelah azan maghrib berkumandang untuk membatalkan puasa. Lalu, lanjutkan dengan 1 gelas lagi setelah makan takjil ringan atau selepas salat Maghrib untuk mengembalikan kelembapan tubuh.
  • 4 Gelas Sepanjang Malam: Jangan lupakan hidrasi malam hari! Cicil 4 gelas air putih dengan jadwal: 1 gelas setelah makan malam, 1 gelas sebelum salat Tarawih, 1 gelas setelah Tarawih, dan 1 gelas lagi menjelang tidur malam.
  • 2 Gelas Saat Sahur: Minum 1 gelas saat baru bangun tidur sebelum menyantap hidangan sahur, dan akhiri dengan 1 gelas air putih hangat menjelang waktu imsak tiba sebagai bekal cairan seharian.

Dengan disiplin menerapkan rumus asupan air putih 2-4-2 ini selama bulan puasa, ibadah Anda dijamin lebih lancar, fokus tetap terjaga, dan pastinya anti lemas!

Sumber : Kemenkes

Penulis : Adi Sasmito, S.I.Kom (Humas UNISA Yogyakarta)

Ta`awun sosial

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Ta’awun Sosial dengan tema “Equal Piety: Mewujudkan Kesalehan yang Menyatukan Kesetaraan dan Kemajuan” di halaman Convention Hall Unisa Yogyakarta, Jumat (20/2/2026). Agenda ini menjadi wujud nyata kehadiran Unisa Yogyakarta di tengah masyarakat.

Ta`awun Sosial

Kegiatan Ta’awun Sosial 2026 diisi dengan pembagian sembako, cek keseatan gratis, serta pembagian sayuran kepada warga sekitar kampus. Ratusan masyarakat dari berbagai dusun di sekitar Unisa Yogyakarta tampak antusias mengikuti kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional Unisa Yogyakarta, Ali Imron, menegaskan bahwa keberadaan Unisa Yogyakarta di Kabupaten Sleman harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Unisa menyadari bahwa keberadaan kami di Sleman harus relevan dan bermanfaat bagi wilayah Sleman dan sekitarnya. Maka kegiatan seperti ini bukan hanya hari ini saja, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah program kolaboratif yang telah dilakukan, diantaranya pemberian beasiswa bagi anak-anak Sleman bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. Mekanisme pendaftaran dilakukan melalui Pemkab Sleman agar tepat sasaran.

Selain itu, Unisa Yogyakarta juga terus mengembangkan layanan kesehatan untuk masyarakat. “Kami baru membangun rumah sakit di Panjatan (Kulon Progo). Ada juga klinik di kampus ini yang jangkauannya akan kami perluas,” kata Imron.

Imron menambahkan, semangat ta’awun atau tolong-menolong merupakan bagian dari ajaran Muhammadiyah yang diwariskan KH Ahmad Dahlan. Menurutnya, ibadah tidak hanya dimaknai sebatas salat, puasa, dan haji. “Tapi termasuk kita bekerja di masyarakat, membangun masyarakat bersama-sama,” ujar Imron.

Menyadari hidup berdampingan dengan masyarakat, Imron berharap Unisa Yogyakarta terus memberi kontribusi positif. Ia pun memintaa maaf jika ada suatu hal yang tidak berkenan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dusun Cambahan, Solihin Nurcahyo, mewakili para kepala dusun di sekitar Unisa Yogyakarta, menyampaikan apresiasi atas konsistensi kampus tersebut dalam menggelar kegiatan sosial. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Unisa Yogyakarta yang tiap tahun mengadakan ta’awun sosial,” ungkapnya.

Ia berharap cita-cita mewujudkan kesalehan dan kemajuan dapat terlaksana dengan baik serta mendapat ridha Allah SWT. “Semoga menjadi kebaikan dan menjauhkan kita dari larangan-Nya. Mari senantiasa meningkatkan iman dan takwa, agar kewajiban kita bisa dijalankan dengan baik,” katanya.

Solihin juga menyebutkan bahwa masyarakat menerima kehadiran mahasiswa Unisa yang tinggal di kos dan kontrakan di wilayah sekitar kampus sebagai bagian dari ekosistem sosial yang perlu dijaga bersama. “Semoga apa yang mereka cita-citakan bisa terwujud dengan baik,” kata Solihin.

Senada, salah satu warga Karangtengah, Sumiyani, mengaku senang dengan adanya kegiatan Ta’awun Sosial. “Masyarakat gembira, senang ada kegiatan seperti ini setiap tahun. Sangat membantu, apalagi menjelang Lebaran,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, karena dinilai membantu warga. Termasuk membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan persiapan hari raya.