Pos

Digital

Perkembangan teknologi digital akhir-akhir ini semakin merambah banyak kalangan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun saat ini sangat mudah untuk mengakses teknologi digital, khususnya internet. Di Indonesia tercatat, berdasarkan data dari Kementerian terkait, terdapat lebih dari 100 juta pengguna internet yang usianya dibawah 18 tahun. Angka tersebut sama dengan 48 % dari total pengguna internet nasional. Fakta tersebut membuka pertanyaan baru, apakah mereka terlindungi dengan baik ? apakah negara hadir sepenuhnya untuk melindungi dan mengawasi anak-anak pengguna internet ? Dengan semakin banyak kasus yang melibatkan anak dibawah umur, dimana internet sebagai salah satu medianya, problematika tersebut harus segera ditangani oleh para policy maker. Lebih lanjut lagi, setidaknya terdapat empat persoalan yang masih terjadi di ruang digital kita dan harus bisa diselesaikan oleh pemerintah.

Literasi Digital

Pertama, masih rendahnya literasi digital anak dan orang tua di Indonesia. Berdasarkan riset terbaru dari UNICEF, hanya sekitar 38% anak yang pernah mendapatkan informasi dan edukasi mengenai keamanan berada di ruang digital, serta 42% anak merasa tidak nyaman dengan pengalaman mereka berselancar di dunia maya. Efek dari hal tersebut, menjadikan anak sangat rentan terpapar konten negatif dan kejahatan siber.

Kedua, orang tua yang masih dengan mudah memberikan gawai kepada anak. Saat ini, dengan dalih agar anak tenang dan mudah dikendalikan, orang tua dengan sangat mudah memberikan gawai kepada anak, bahkan sejak balita. Hal tersebut tentu memberikan dampak negatif bagi anak, baik dalam konteks keamaan digital maupun lesehatan sang anak.

Ketiga, dunia digital (internet dan media lainnya) bergerak sangat cepat dan bahkan melebih kecepatan kebijakan publik yang mendasarinya. Algoritma, system, dan fitur hampir diperbaharui tiap hari. Namun sebaliknya, pembuatan aturan kebijakan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Celah ini akan menjadi hal berbahaya apabila negara tidak bisa cepat merespon dan melindungi pengguna internet, khususnya anak-anak.

Keempat, adaptasi regulasi yang kurang adaptif. Pemerintah memang sudah mulai membuat kebijakan dengan prinsip age-appropriate design dengan diperkuat dengan perlindungan data pribadi, namun pada tataran implementasi masih terdapat kendala teknis dan celah yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Pemerintah harus dapat lebih tegas terhadap penyedia layanan digital (misal terkait fitur berasis usia, algoritma, dan keaman data) dengan berbekal regulasi yang dimiliki.

Upaya Nyata, Strategis dan Cepat

Dengan berbagai tantangan dan masalah diatas, seluruh elemen (khususnya pemerintah) wajib memilki rasa tanggung jawab yang besar untuk memberikan perlindungan di ruang digital melalui kebijakan yang adaptif. Guna memastikan ruang digital yang ramah dan aman bagi anak-anak Indonesia, negara dan pemerintah harus mampu bergerak cepat dan strategis dalam membuat kebijakan pendukung. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dengan skala prioritas adalah sebagai berikut :

  1. Pendidikan Literasi Digital Komprehensif. Literasi digital secara parsial terbukti tidak efektif dalam upaya mendongkrak pemahaman digital. Sudah saatnya pemerintah mulai memfokuskan literasi digital yang terintegrasi pada kurikulum Pendidikan formal sekolah. Upaya ini juga harus dibarengi dengan penyediaan indikator yang jelas untuk ukuran keberhasilan program. 
  2. Pembaharuan Standar Proteksi Berbasis Usia dan Algoritma. Penguatan dan pembaharuan regulasi dalam konteks kebijakan dan pemberian sanksi yang tegas kepada provider penyedia apabila melanggar aturan tersebut. Standar yang kuat dan ketegasan punishment terhadap para pelanggar menjadi kunci utama keberhasilan perlindungan terhadap anak di ruang digital.
  3. Pemerintah perlu untuk memastikan sentra layanan aduan dan perlindungan anak di ruang digital dijalankan dengan professional. Penguatan pada aspek layanan psikologis, hukum, dan kemanan data digital harus menjadi prioritas utama.
  4. Implementasi regulasi yang konsisten dan pengawasan yang aktif dari berbagai sektor. Publik berhak menjadi pengawas yang aktif, terlebih jika regulator tidak menjalankan aturan dengan sungguh-sungguh.

Sudah saatnya untuk meninggalkan jargon, viralitas, dan kebijakan inkonsisten. Perlindungan anak di ruang di ruang digital harus segera dibuktikan dengan aksi nyata. Disusun berdasarkan kajian yang mendalam dan konsisten saat pelaksanaan. Teknologi semakin bergerak cepat, pemerintah harus mampu mengimbangi dengan memberikan kepastian hukum bagi Masyarakat. Tanpa komitmen untuk memperbaharui kebijakan dengan cepat dan tepat, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan melibatkan publik sebagai kontrol pemerintah, ruang digital tidak pernah aman bagi anak-anak.  Maka, masa depan ruang digital Indonesia sangat ditentukan oleh pilihan hari ini: membiarkan anak tumbuh dalam ruang yang penuh resiko atau memastikan negara benar-benar menjalankan mandat konstitusionalnya untuk melindungi generasi masa depan secara utuh dan berkelanjutan.

Oleh : Gerry Katon Mahendra, S.IP., M.I.P. (Dosen Prodi Administrasi Publik) UNISA Yogyakarta

Psm makassar

Persiapan dalam bergulirnya Liga 1 Indonesia, klub PSM Makassar yang memastikan rekrutan asing anyarnya dalam kondisi prima. Penyerang asal Tajikistan, Sheriddin Boboev, terpantau melihat pemeriksaan fisik menyeluruh di Klinik Fisioterapi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Jumat (06/02/2026).

PSM Makassar

Sheriddin tiba di klinik dan langsung ditangani secara intensif oleh tim fisioterapis UNISA Yogyakarta. Pemeriksaan krusial ini untuk mendeteksi apakah ada riwayat cedera tersembunyi atau masalah anatomi yang dapat menghambat performanya saat membela panji PSM Makassar di lapangan hijau.

Salah satu tim Fisioterapi UNISA Yogyakarta Jafar, menjelaskan bahwa proses screening dilakukan dengan sangat detail dan hati-hati.

“Hari ini kami melakukan screening lima komponen dasar kepada pemain PSM. Kami memeriksa kondisinya secara menyeluruh untuk memastikan ia siap tempur,” ujar Jafar di sela-sela pemeriksaan.

Langkah PSM Makassar menggandeng fisioterapis UNISA Yogyakarta ini menunjukkan standar tinggi dalam manajemen atlet. Hasil dari penyaringan lima komponen tersebut akan menjadi rekomendasi medis bagi tim pelatih PSM dalam menyusun program latihan maupun strategi permainan bagi Sheriddin.

Dengan tuntasnya tes medis ini, Sheriddin Boboev diharapkan dapat segera merumput dan memberikan kontribusi maksimal tanpa bayang-bayang cedera. Sinergi antara klub profesional dan institusi pendidikan kesehatan seperti UNISA Yogyakarta ini menjadi bukti pentingnya sport science dalam sepak bola modern Indonesia.

Kampus

Reputasi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sebagai kampus berwawasan kesehatan unggulan dan tata kelola kualitas kembali diakui. Pada Selasa (10/02/2026), dua perguruan tinggi besar, yakni Universitas Gunadarma Jakarta dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong, jauh-jauh datang ke UNISA Yogyakarta untuk silaturahmi dan studi banding.

Kampus Unggul

Acara Open Day Studi Banding ini diadakan di Ruang Rapat Fakultas Kedokteran, Gedung Siti Bariyah. Kedua tamu ini memiliki misi khusus untuk membedah dapur keunggulan UNISA Yogyakarta.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, menyambut langsung rombongan tersebut. Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa UNISA selalu terbuka untuk berbagi praktik baik (best practice) demi kemajuan pendidikan Indonesia.

“Terima kasih telah mempercayakan kami sebagai tempat silaturahmi. Ini momen yang tepat untuk saling bertukar ilmu dan strategi dalam mengembangkan institusi pendidikan kita masing-masing,” tutur Dewi dengan hangat.

Wakil Dekan III Universitas Gunadarma, Dr. Rini Damayanti, MPH, blak-blakan mengungkapkan alasan memilih UNISA Yogyakarta. Pihaknya secara khusus ingin melakukan studi banding ke Prodi Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan.

UNISA Yogyakarta memiliki berbagai wahana dan pengalaman matang di bidang kesehatan, khususnya kebidanan. Kami ingin mengimplementasikan sistem penjaminan mutu dan kurikulum yang ada di sini ke institusi kami,” ujar Rini.

Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengembangan UNIMUDA Sorong, Dr. Nouval Rumaf, M.Pd., fokus pada aspek tata kelola manajerial. Ia dan tim menyasar Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNISA untuk mempelajari Manajemen Risiko.

“Pengendalian Mutu Internal dan Manajemen Risiko adalah hal strategis. Kami ingin belajar bagaimana UNISA mengelolanya untuk persiapan akreditasi institusi ke depan,” jelas Nouval.

Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis yang intensif. Para delegasi dibagikan ke dalam ruangan yang berbeda sesuai tujuan masing-masing Prodi Kebidanan dan BPM untuk menggali ilmu lebih dalam.

Skripsi

Siapa bilang lulus kuliah harus pusing memikirkan skripsi? Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menawarkan jalur sakti bagi mahasiswanya. Lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026, ratusan mahasiswa diajak berkompetisi untuk meraih tiket emas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Tanpa Skripsi

Antusiasme tinggi terlihat di Gedung Siti Moendjijah, Sabtu (07/02/2026). Sebanyak 190 mahasiswa memadati ruang kelas untuk menyimak strategi lolos pendanaan dalam acara Sosialisasi PKM yang digelar oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA).

Koordinator sekaligus narasumber acara, Silvi Lailatul Mahfida, S.Gz., MPH menegaskan bahwa UNISA Yogyakarta tidak main-main dalam mendorong budaya prestasi. Menurutnya, PKM bukan sekadar lomba, tapi ladang cuan dan nilai.

“Keuntungan ikut PKM itu banyak. Mahasiswa bisa dapat Poin dan Koin. Poinnya berupa konversi nilai mata kuliah (AKKM), sedangkan Koin adalah reward uang tunai dari universitas jika proposal didanai,” ungkap Silvi.

Namun, daya tarik utamanya bukan hanya uang. Silvi menambahkan, bagi tim yang sukses menembus panggung PIMNAS, kampus memberikan apresiasi tertinggi berupa Bebas Skripsi.

Kisah Sukses Tembus PIMNAS

Agar mahasiswa punya gambaran nyata, acara ini menghadirkan Septiyaningsih, anggota tim UNISA yang sukses lolos PIMNAS ke-38 di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Septiyaningsih membagikan tips menyusun proposal yang kompetitif dan menceritakan pengalaman serunya berkompetisi di level nasional.

“Lolos PIMNAS adalah pengalaman yang tak terlupakan. Yang paling melegakan, kami benar-benar mendapatkan reward bebas skripsi sebagai apresiasi kampus,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Melalui pembekalan strategi ini, BKA UNISA Yogyakarta berharap ide-ide liar dan kreatif mahasiswa dapat teralisasi menjadi karya nyata yang berdampak bagi masyarakat, sekaligus mengharumkan nama kampus di kancah nasional.

Mesin pencari

Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta tak main-main dalam urusan transformasi digital, demi merajai laman mesin pencari internet (search engine) dan memperkuat branding kampus, Biro Humas dan Protokol (BHP) mengumpulkan puluhan admin website dalam acara Kopdar Admin Websit, Jumat (06/02/2026).

Acara yang digelar di kampus terpadu UNISA melaui Zoom ini dihadiri oleh 35 admin sub-domain yang mewakili berbagai Program Studi (Prodi) dan unit kerja. Fokus utamanya jelas, menyatukan visi untuk mendongkrak performa website agar lebih ramah algoritma dan informatif.

Rajai Mesin Pencari di Dunia Maya

Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. M. Ali Imron, M.Fis, menegaskan bahwa pertempuran informasi saat ini terjadi di dunia maya. Menurutnya, koordinasi ini krusial untuk memastikan seluruh elemen kampus bersinergi menjadikan UNISA semakin di depan.

“Salah satu kriteria yang ingin kita kembangkan yaitu UNISA Yogyakarta harus menjadi universitas yang terkemuka. Ukurannya adalah seberapa terkenalnya kita melalui konten yang unggul, responsif, dan informatif,” tegas Imron di hadapan para admin.

Sinergi untuk Konten Berkualitas

Dalam Kopdar ini, para admin tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga menyusun strategi kolaborasi. Tujuannya agar setiap update kegiatan di level prodi maupun unit dapat terintegrasi, sehingga traffic kunjungan ke laman UNISA Yogyakarta meningkat drastis.

Dengan pengelolaan yang solid dan penerapan SEO yang tepat, UNISA Yogyakarta menargetkan posisinya sebagai rujukan utama informasi pendidikan tinggi kesehatan dan umum di mesin pencari. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan wajah kampus yang modern, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.