Loading
  • Link to X
  • Link to Dribbble
  • Unduhan
  • Desain Guideline
  • Internasional
Telp: (0274) 4469199, Fax: (0274) 4469204, Email: info@unisayogya.ac.id
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Profil UNISA Yogya
  • Kuliah di UNISA Yogya
  • SDG`s UNISA Yogya
  • Kemahasiswaan & Alumni
  • PMB Unisa Yogya
  • Perpustakaan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Tag Archive for: sdgs

You are here: Home1 / Berita dan Informasi2 / sdgs

Pos

Bedah buku

Unisa Yogyakarta Gelar Launching dan Bedah Buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan

22/04/2026/in 1 No Poverty, 5 Gender Equality, Berita, News/by admin

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta melalui Perpustakaan Unisa Yogyakarta bekerja sama dengan The Aisyiyah Center mengadakan launching dan bedah buku berjudul “Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan” pada di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Rabu (22/4/2026). Buku ini menjadi jembatan dalam mengaplikasikan manifesto tujuh karakter perempuan berkemajuan.

Launching dan Bedah Buku

Hadir membuka agenda tersebut Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, serta Ketua Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati. Sementara itu, acara bedah buku menghadirkan Pustakawan Unisa Yogyakarta, Irkhamiyati, sebagai moderator, serta Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI sekaligus Ketua PP ‘Aisyiyah, Siti Aisyah, dan Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Rof’ah, sebagai narasumber pembahas.

Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, menyambut baik peluncuran buku “Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan”. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar seremonial memperingati Hari Kartini, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk menguatkan budaya literasi dan membangun ruang dialog intelektual di ranah akademik.

Warsiti juga menegaskan bahwa dalam perspektif ‘Aisyiyah, perempuan harus menjadi subjek yang berperan penting dalam peradaban. Sebagai perguruan tinggi yang lahir dari rahim ‘Aisyiyah, UNISA Yogyakarta memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Risalah Perempuan Berkemajuan dalam kehidupan akademik, sosial, dan kebangsaan.

“Di sinilah pentingnya kehadiran buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan. Buku ini tidak hanya menjelaskan risalah sebagai teks, tetapi membantu kita memahami risalah sebagai cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Ia menjadi jembatan antara nilai dan realitas, gagasan dan praksis, serta idealitas dan tantangan zaman,” ujar Warsiti.

Ketua PP ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, turut menyampaikan apresiasi kepada penulis, Askuri, yang telah menyusun buku syarah (penjelasan) Risalah Perempuan Berkemajuan. Risalah tersebut merupakan hasil Muktamar ‘Aisyiyah 2022 di Solo dan menjadi bukti komitmen persyarikatan dalam meninggikan harkat dan martabat perempuan. Hadirnya buku syarah ini, menurutnya, merupakan hal yang patut disyukuri bersama.

“Risalah Perempuan Berkemajuan ini salah satu tujuannya adalah memberikan arahan dalam bersikap, berpikir, dan bergerak. Namun karena sifatnya universal, risalah ini perlu diinternalisasi. Oleh karena itu, syarah ini memberikan spirit untuk menginternalisasikan karakter perempuan berkemajuan tersebut,” ujar Evi.

Panduan Aplikasi Risalah Perempuan Berkemajuan

Buku Syarah Perempuan Berkemajuan merupakan penjelasan dari Risalah Perempuan Berkemajuan yang diterbitkan PP ‘Aisyiyah pada 2022. Risalah tersebut menegaskan peran perempuan sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi, dengan tujuh karakter utama, yaitu iman, taat, berakhlak, tajdid, wasathiyah, amaliah, dan inklusif, serta sepuluh komitmen strategis, seperti kemandirian ekonomi, pendidikan, dan partisipasi publik.

Penulis buku, Askuri, menjelaskan alasan di balik penulisan buku ini. Menurutnya, buku ini bertujuan menjadi jembatan dalam mengaplikasikan manifesto tujuh karakter perempuan berkemajuan yang telah disusun oleh ‘Aisyiyah. Ia menilai bahwa jamaah di tingkat akar rumput membutuhkan penjelasan kontekstual agar nilai-nilai tersebut tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi menjadi sikap dan aksi nyata.

“Kenapa syarah ini penting? Karena ada banyak pertanyaan di tingkat grassroot. Perlu ada teks yang menjembatani antara normativitas Risalah Perempuan Berkemajuan dengan realitas. Risalah ini sejatinya adalah manifesto, sebuah deklarasi dan seruan untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Askuri.

Askuri menambahkan bahwa syarah yang ia tulis tidak hanya menjelaskan istilah dalam risalah, tetapi juga mengangkat berbagai persoalan yang dihadapi perempuan di akar rumput. Menurutnya, fenomena tersebut perlu dijawab, dan buku ini hadir sebagai panduan bagi perempuan untuk menjadi pribadi berkemajuan sesuai cita-cita ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Sementara itu, Siti Aisyah selaku pembedah memberikan apresiasi kepada penulis yang telah merampungkan buku ini. Ia menilai gaya penulisan Askuri mudah dipahami, namun tetap memiliki kekuatan akademik. Ia juga mendorong kader ‘Aisyiyah untuk membaca dan mengkaji buku tersebut.

“Syarah ini menjadi tradisi keilmuan yang penting. Ke depan, kami berharap akan lahir tafsir tematik (tafsir maudhu’i) dan fikih perempuan berkemajuan yang lebih mendalam. Syarah ini membuka ruang publik untuk memperkaya khazanah Risalah Perempuan Berkemajuan,” ujar Siti Aisyah.

Hal senada disampaikan oleh narasumber pembedah lainnya, Rof’ah. Dosen UIN Sunan Kalijaga tersebut menyambut baik terbitnya buku ini. Menurutnya, kehadiran buku ini menjadi panduan aksi sosial yang konkret bagi masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai risalah.

“Risalah Perempuan Berkemajuan harus dirasakan manfaatnya oleh perempuan di desa, perempuan miskin, dan mereka yang selama ini tidak bersuara. Buku setebal 700 halaman ini tidak terasa berat karena berisi jawaban atas realitas yang kita hadapi sehari-hari,” ujar Rof’ah. Rofáh berpendapat buku ini bukan sekadar penjelasan teks, melainkan manifesto keberpihakan. Penulis berhasil menunjukkan bahwa menjadi perempuan berkemajuan berarti memiliki keberanian meruntuhkan tembok patriarki melalui argumen teologis yang kokoh dan inklusif.

Bedah buku
Bedah buku
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/bedah-buku.jpg 1333 2000 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-22 16:33:462026-04-22 16:33:49Unisa Yogyakarta Gelar Launching dan Bedah Buku Syarah Risalah Perempuan Berkemajuan
Relawan medis

Cetak Relawan Medis Tangguh, FRESHT UNISA Yogyakarta Gelar Diklat Tanggap Kedaruratan

22/04/2026/in 16 Peace, Justice and Strong Institutions, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Dalam upaya mencetak relawan medis yang mumpuni di bidang penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, organisasi kemahasiswaan Federation of Rescue Health Team (FRESHT) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 1. Kegiatan strategis ini berlangsung pada Senin (20/4/2026).

Relawan Medis

Mengusung tema “Leading in crisis: Sinergi Organisasi, Kepemimpinan, dan Tanggap Kedaruratan”, program ini difokuskan pada pemantapan kompetensi soft skill maupun hard skill bagi peserta dari angkatan 13 dan 14. Melalui serangkaian pemaparan materi komprehensif dan evaluasi terukur, para mahasiswa digembleng agar memiliki kesiapan mental serta ketangkasan dalam menjalankan fungsi pengabdian masyarakat.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UNISA Yogyakarta, Yekti Satriyandari, S.ST., M.Kes., menegaskan urgensi pembekalan terstruktur bagi para relawan medis muda di lingkungan kampus.

“Melalui Diklat ini, kami menaruh harapan besar. Seluruh anggota FRESHT yang telah dibekali keilmuan dan keterampilan praktis ini nantinya harus sigap saat diterjunkan langsung untuk menolong, meringankan beban, serta memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat maupun korban bencana alam,” ujar Yekti.

Inisiatif terstruktur ini sekaligus mempertegas komitmen UNISA Yogyakarta dalam melahirkan generasi tenaga kesehatan profesional yang responsif terhadap krisis.

Relawan medis
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/relawan-medis.jpeg 903 1355 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-22 09:32:242026-05-05 09:41:59Cetak Relawan Medis Tangguh, FRESHT UNISA Yogyakarta Gelar Diklat Tanggap Kedaruratan
Kartini

Dari Kartini untuk Hari Ini dan Esok: Perempuan Cerdas, Sehat, dan Berdaya

21/04/2026/in 5 Gender Equality, Berita, News/by admin

Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini, tokoh perempuan yang telah membuka jalan bagi kemajuan perempuan Indonesia. Namun, peringatan ini tidak seharusnya berhenti pada seremoni dan simbolik semata. Hari Kartini merupakan pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Tantangan zaman terus berubah, dan perempuan masa kini dituntut untuk menjadi pribadi yang cerdas, sehat, dan berdaya dalam menghadapi kehidupan serta mempersiapkan generasi masa depan.

Kartini dan Realitas Perempuan pada Masanya

Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai sosok perempuan yang memiliki semangat belajar tinggi, berpikiran maju, dan memiliki kepedulian besar terhadap nasib perempuan. Pada masa itu, perempuan menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Tradisi sosial yang membatasi ruang gerak perempuan membuat mereka sulit berkembang dan kurang mendapatkan perhatian dalam hal kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi.

Kisah hidup Kartini juga menggambarkan kondisi kesehatan perempuan pada masa lalu. Setelah menikah, Kartini mengalami kehamilan dan melahirkan seorang anak laki-laki pada tahun 1904. Namun, beberapa hari setelah persalinan, kondisinya menurun dan akhirnya wafat pada usia yang masih sangat muda, yaitu 25 tahun. Peristiwa ini menjadi refleksi penting bahwa kesehatan ibu pada masa itu sangat rentan akibat keterbatasan pelayanan kesehatan, fasilitas medis, serta rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak.

Hingga saat ini, persoalan kesehatan ibu masih menjadi perhatian serius. Meskipun pelayanan kesehatan telah berkembang pesat, tantangan seperti kematian ibu, anemia pada remaja putri, dan kehamilan berisiko masih ditemukan di berbagai wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas kesehatan perempuan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Perempuan Cerdas: Kunci Kemandirian dan Kemajuan

Hari ini, perempuan memiliki kesempatan yang jauh lebih luas dibandingkan masa Kartini. Perempuan dapat menempuh pendidikan tinggi, bekerja di berbagai bidang, dan berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. Namun, kecerdasan perempuan tidak hanya diukur dari tingkat pendidikan formal, melainkan juga dari kemampuan memahami diri, keluarga, dan lingkungan.

Perempuan yang cerdas adalah perempuan yang mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupannya, termasuk dalam menjaga kesehatan reproduksi, merencanakan kehamilan, serta mendidik anak-anaknya dengan baik. Kecerdasan juga tercermin dari kemampuan perempuan dalam mengelola informasi, memilah pengetahuan yang benar, dan beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.

Dalam era digital saat ini, literasi kesehatan menjadi bagian penting dari kecerdasan perempuan. Kemampuan memahami informasi kesehatan yang benar dapat membantu perempuan menghindari informasi yang keliru dan mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatan diri dan keluarganya.

Perempuan Sehat: Fondasi Generasi Berkualitas

Kesehatan perempuan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Perempuan yang sehat secara fisik dan mental akan mampu menjalankan peran sebagai individu, ibu, dan anggota masyarakat dengan optimal. Sebaliknya, jika kesehatan perempuan terabaikan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan generasi berikutnya.

Saat ini, berbagai tantangan kesehatan perempuan masih menjadi perhatian, seperti anemia pada remaja putri, pernikahan usia dini, kehamilan berisiko, kekurangan gizi, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kondisi ini memerlukan perhatian bersama dari keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah.

Upaya promotif dan preventif perlu terus diperkuat melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta dukungan lingkungan yang sehat. Peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, menjadi sangat penting dalam mendampingi perempuan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari remaja, masa pranikah, kehamilan, persalinan, hingga masa menopause. Bidan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pendidik, konselor, dan pendamping bagi perempuan dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraannya.

Perempuan Berdaya: Agen Perubahan dalam Keluarga dan Masyarakat

Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki kepercayaan diri, pengetahuan, serta kemampuan untuk mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Pemberdayaan perempuan tidak hanya berarti memiliki pekerjaan atau penghasilan, tetapi juga memiliki kendali atas keputusan yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan masa depan keluarga.

Dalam konteks masyarakat modern, perempuan berdaya menjadi agen perubahan yang mampu mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Perempuan dapat menjadi penggerak kegiatan kesehatan di masyarakat, kader kesehatan, pendidik keluarga, hingga pemimpin komunitas. Ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi lebih kuat, dan masyarakat menjadi lebih sehat.

Pemberdayaan perempuan juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Perempuan yang sehat dan berdaya akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dari Kartini untuk Hari Ini dan Esok

Perjuangan Kartini memberikan pelajaran bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran dan keberanian untuk belajar. Semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam kehidupan perempuan masa kini, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan, membangun keluarga yang sehat, serta berkontribusi bagi masyarakat.

Momentum Hari Kartini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan sejarah, tetapi sebagai ajakan untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Dengan perempuan yang cerdas, sehat, dan berdaya, maka generasi masa depan Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkualitas, dan berdaya saing.

Semangat Kartini tidak berhenti pada masa lalu. Ia hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia hari ini, dan akan terus menyala untuk generasi esok yang lebih maju, sehat, dan bermartabat.

Penulis: Prof. Dr. Mufdlilah, S.Pd., S.SiT., M.Sc (Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta)

Kartini
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Kartini.jpg 896 1195 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-21 16:19:332026-04-21 16:19:36Dari Kartini untuk Hari Ini dan Esok: Perempuan Cerdas, Sehat, dan Berdaya
Fisioterapi

Menakar Masa Depan Fisioterapi: Dari Regenerative Medicine hingga Kunci Longevity di Era AI

20/04/2026/in 13 Climate Action, Berita, News/by admin

Momentum Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada Tanggal 7 April lalu, menjadi titik balik penting bagi dunia medis untuk merefleksikan arah layanan kesehatan di masa depan, salah satu bidang yang kini menjadi sorotan utama adalah fisioterapi, yang kini bertransformasi melampaui sekadar layanan rehabilitasi konvensional.

Fisioterapi

Wakil Rektor IV Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Dr. M. Ali Imron, M.Fis, menegaskan bahwa lanskap pelayanan kesehatan global tengah bergeser ke arah yang lebih personal atau precision medicine. Menurutnya, fisioterapi masa depan akan sangat bergantung pada kolaborasi erat dengan pendekatan regenerative medicine dan upaya peningkatan angka harapan hidup yang berkualitas (longevity).

“Fisioterapi hari ini harus mampu bersinergi dengan intervensi regeneratif. Pelayanan tidak lagi bersifat umum, melainkan sangat individual dan spesifik sesuai kebutuhan genetika serta gaya hidup pasien,” ujar Ali Imron saat diwawancarai di kampus UNISA Yogyakarta.

Tantangan Kecerdasan Buatan dan Penyakit Kronis

Perubahan ini bukannya tanpa kendala. Ali Imron menyoroti bahwa profesi fisioterapis saat ini menghadapi tantangan ganda: adaptasi terhadap Artificial Intelligence (AI) dan ledakan angka penyakit kronis. Teknologi AI diprediksi akan masuk ke dalam instrumen diagnostik dan pemantauan pasien, menuntut praktisi untuk melek digital agar tetap relevan.

Namun, Ali optimistis. Ia menyebut fisioterapi adalah pemegang peran vital dalam empat pilar sistem kesehatan: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif (PPKR). “Fisioterapi bukan sekadar penyembuhan setelah sakit, tetapi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat di segala usia,” tambahnya.

Strategi UNISA Yogyakarta Menuju Inovasi Global

Sebagai institusi yang fokus pada kesehatan, UNISA Yogyakarta telah mengambil langkah strategis. Kehadiran Program Studi Magister (S2) Fisioterapi menjadi bukti keseriusan kampus dalam mencetak SDM yang adaptif. Kurikulum terbaru kini telah mengintegrasikan konsep teknologi masa depan dan laboratorium riset lanjutan untuk mendukung praktik regenerative physiotherapy.

Imron menjelaskan bahwa penerapan inovasi ini akan dilakukan secara simultan, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun rumah sakit rujukan. Tujuannya jelas: memberikan hasil yang lebih cepat dan manfaat yang lebih besar bagi pasien, institusi, hingga pemerintah.

Harapan di Hari Kesehatan Sedunia 2026

Memanfaatkan momentum internasional ini, Ali Imron mendorong pemerintah untuk lebih memberdayakan fisioterapis di layanan primer. Dengan kebijakan yang berorientasi pada pencegahan, fisioterapi dapat berperan besar dalam optimasi gerak fungsi tubuh, menurunkan prevalensi penyakit kronis, serta menjaga kesehatan ibu dan anak.

Bagi generasi muda, Imron berpesan bahwa profesi ini sangat menjanjikan. “Seiring kompleksitas kehidupan modern, kebutuhan akan ahli gerak dan fungsi tubuh akan terus meningkat. Fisioterapi adalah profesi masa depan,” pungkasnya.

Fisioterapi
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Fisioterapi.jpg 768 1376 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-20 16:49:022026-04-20 16:49:09Menakar Masa Depan Fisioterapi: Dari Regenerative Medicine hingga Kunci Longevity di Era AI
Janji pra ners

UNISA Yogyakarta Kukuhkan Komitmen Moral Melalui Janji Pra Ners

20/04/2026/in 3 Good Health and Well Being, 4 Quality Education, Berita, News/by admin

Dengan balutan seragam berwarna putih, sebanyak 176 mahasiswa keperawatan Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta angkatan 21 telah resmi mengucapkan janji pra ners dengan penuh tekad dan tanggung jawab sebagai langkah awal untuk melakukan penerapan ilmu secara langsung dalam pengabdian kepada masyarakat melalui instansi mitra terkait, pada Jumat, 17 April 2026.

Janji Pra Ners

Selama sepuluh bulan ke depan, mahasiswa akan melakukan tahapan praktik di berbagai pelayanan kesehatan mitra UNISA yang tersebar di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Lokasi praktik tersebut meliputi: RSUP Dr. Sardjito, RS PKU Muhammadiyah Gamping, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS Bagas Waras Klaten, dan sejumlah instansi kesehatan lainnya.

Ketua Program Studi Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners FIKes UNISA Yogyakarta, Dr. Sarwinanti, S.Kep., Ners, M.Kep., Sp.Mat. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan sebuah kegiatan sakral akademik, etik, serta komitmen moral.

“Tujuannya adalah untuk menanamkan komitmen terhadap kode etik, kerahasiaan pasien, serta integritas profesional yang berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam setiap tindakan medis yang dilakukan. Hal tersebut menjadi ciri khas almamater UNISA diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis dan religius,” ujar Sarwinanti.

Ia juga berpesan dengan penuh harap agar para mahasiswa senantiasa mengasah empati di samping keterampilan klinis. Selain itu, mahasiswa diminta untuk melayani masyarakat dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin dan menjadikan setiap tindakan medis sebagai ladang ibadah sekaligus ruang untuk terus mengembangkan diri.

Momentum ini meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa. Ketua angkatan profesi keperawatan, Dedi Darmawan, mengakui adanya beban moral besar kini telah dipikul di pundak mereka.

“Ketika mulut mulai mengikrarkan janji dan sumpah, tentunya saya pribadi merasa gugup, karena beban yang akan kami tanggung itu untuk seumur hidup. Namun, setelah selesai, rasa lega dan syukur menyelimuti diri saya karena akhirnya bisa mencapai titik ini,” ujar Dedi dengan penuh haru.

Sebagai penutup acara, mahasiswa menerima pembekalan teori terkait etika profesi, komunikasi efektif, serta kesiapan mental dalam menghadapi dunia kerja di bidang kesehatan yang dibawakan oleh Bapak Tri Prabowo, S.Kep., Ns., M.SC selaku ketua DPW PPNI DIY. Pembekalan ini dinilai penting karena sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan di lapangan.

Janji pra ners
Janji pra ners
Janji pra ners
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/janji-pra-ners.jpeg 720 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-20 13:55:142026-04-20 13:55:17UNISA Yogyakarta Kukuhkan Komitmen Moral Melalui Janji Pra Ners
Page 8 of 41«‹678910›»
Advertise hereAdvertise here

Berita Terbaru

  • Diskusi internasional
    UNISA Yogyakarta Gelar Diskusi Internasional Bahas Peran Agama, Sains, dan Kearifan Lokal dalam Mengatasi Krisis Lingkungan08/06/2026 - 15:48
  • Fikih hijau
    Wujud Fikih Hijau, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Perluas Akses Air Bersih RO di Karanganyar08/06/2026 - 10:17
  • Stunting
    Cegah Stunting dan KEK, Profesi Bidan UNISA Yogyakarta Gelar Edukasi Olahan Pangan Lokal05/06/2026 - 14:32
  • Silaturahmi
    Songsong Milad Ke-35, UNISA Yogyakarta Luncurkan Logo Baru dan Perkuat Komitmen Pengabdian05/06/2026 - 10:59
  • Komunikasi unisa
    Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta Raih Juara Lomba Puisi Internasional di Malaysia04/06/2026 - 15:14
  • Bantuan
    Unisa Yogyakarta Terima Bantuan Sarana Laboratorium Komputer dan Z-Coffee dari Baznas03/06/2026 - 13:59
  • Kampus sehat
    Wujud Kampus Sehat, Unisa Yogyakarta Distribusikan 2.000 Paket Kurban Ramah Lingkungan02/06/2026 - 15:02
  • Khutbah idul adha
    Khutbah Idul Adha di UNISA Yogyakarta Angkat Kisah Keteguhan Iman Nabi Ibrahim02/06/2026 - 14:45
  • Idul adha
    Idul Adha, Menyelami Makna Pengorbanan Nabi Ibrahim26/05/2026 - 09:49
  • Puasa Arafah
    Ini Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha yang Sayang Dilewatkan25/05/2026 - 10:02

Alamat

Kampus Terpadu:
Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199
Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
Kampus I:
Jl. Munir 267 Serangan, Ngampilan, Yogyakarta.
Telepon: (0274) 374427

UNISA Virtual Tour

Jam Kerja Kantor

Senin-Jumat: 08:00-16:30 WIB

Sertifikasi oleh

Iso logoIso logo

Kolaborasi

Asia logos1    Cropped 2 removebg preview

Images removebg preview

Images 1 removebg preview

Saxion university of applied sciences logo.svgLogo la trobe university

Unikl1Uitm universiti teknologi mara logo png transparent

Logo umam offical 04   Logo left 1024x385

Unital removebg preview  Logo unishams full d142d40f Umpsa bangunan 1764x719

Logo uthm web removebg preview   Usm logoUtm logo full  Dhurakij pundit university feature img removebg preview

A3cfc8d10cdc0e37b8f43686c84e10cb56c9336a7b658aa3eb9a1270c28ef533  Logo jawi umk 1 cptnh9jvdwaz

Nowhiring 01 removebg preview  University of leeds

Ibaraki removebg preview   1284 logo 1280 removebg preview

Segi logo Mahidol u

Iium logo 2019.svg

 

© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - Enfold WordPress Theme by Kriesi
Scroll to top Scroll to top Scroll to top
  • ←
  • Contact Us
    Contact Form

  • WhatsApp