Loading
  • Link to X
  • Link to Dribbble
  • Unduhan
  • Desain Guideline
  • Internasional
Telp: (0274) 4469199, Fax: (0274) 4469204, Email: info@unisayogya.ac.id
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Profil UNISA Yogya
  • Kuliah di UNISA Yogya
  • SDG`s UNISA Yogya
  • Kemahasiswaan & Alumni
  • PMB Unisa Yogya
  • Perpustakaan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Tag Archive for: sdgs

You are here: Home1 / Berita dan Informasi2 / sdgs

Pos

korban

Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua

30/04/2026/in 1 No Poverty, 3 Good Health and Well Being, Berita, News/by admin

Kasus kekerasan yang terjadi di salah satu daycare di Yogyakarta menyisakan dampak mendalam, terutama bagi anak-anak yang menjadi korban. Pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis yang kerap luput terlihat. Ketua Program Studi Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Andhita Dyorita Khoiryasdien, menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah awal pemulihan.

Korban Kekerasan

Menurut Andhita, orang tua perlu peka terhadap perubahan perilaku anak. Salah satu tanda yang paling umum adalah regresi, yakni kemunduran kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai anak. “Misalnya anak yang sudah bisa ke toilet sendiri tiba-tiba kembali ngompol, atau yang sebelumnya lancar berbicara menjadi kesulitan berkomunikasi,” ujarnya, Kamis (30/4/2026)..

Selain itu, gangguan tidur seperti mimpi buruk, teriak saat tidur, hingga kesulitan beristirahat juga patut diwaspadai. Anak juga bisa menunjukkan perilaku menarik diri dari lingkungan sosial, menjadi lebih agresif, atau memainkan tema kekerasan secara berulang dalam aktivitas bermainnya. Reaksi ketakutan berlebihan, terutama saat berpisah dengan orang tua atau pengasuh  terdekatnya di rumah, juga menjadi indikator penting.

“Kalau tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera dibawa ke profesional,” kata Andhita.

Namun, jika gejala belum terlihat signifikan, orang tua tetap dapat berperan aktif dalam membantu pemulihan anak. Salah satu pendekatan yang dianjurkan adalah penggunaan media ekspresi non-verbal. Anak dapat diajak menggambar, bermain peran dengan boneka, atau bercerita melalui permainan.

“Anak-anak belum tentu bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, jadi kita bantu lewat cara lain. Dari gambar, misalnya, kita bisa melihat indikasi emosi, seperti penggunaan warna gelap atau merah yang dominan,” jelasnya.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah melakukan validasi emosi. Orang tua diimbau untuk tidak meremehkan ketakutan atau reaksi emosional anak. “Jangan bilang ‘jangan lebay’ atau ‘tidak apa-apa’. Sebaliknya, akui perasaan anak, misalnya dengan mengatakan ‘kamu takut ya, tidak nyaman ya, tidak apa-apa, ada ibu di sini’. Jadi pola pikir orang tua digeser, bukan kenapa anak ini jadi susah diatur, rewel, tapi menjadi apa yang sudah terjadi pada anak ini, kok begini,” ujarnya.

Sentuhan fisik seperti pelukan, usapan, dan kehadiran yang hangat juga berperan besar dalam mengembalikan rasa aman anak. Dalam teori kelekatan (attachment), kedekatan dengan figur yang memberikan rasa aman menjadi kunci regulasi emosi anak.

Selain itu, orang tua perlu membantu anak membangun kembali rasa kontrol atas dirinya. Pengalaman kekerasan seringkali membuat anak merasa tidak berdaya. Untuk itu, hal-hal sederhana seperti memberi pilihan, memilih pakaian atau makanan, dapat membantu memulihkan kepercayaan diri anak.

Dari sisi dampak, Andhita menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, perubahan perilaku dan emosi menjadi gejala yang paling terlihat. Namun, dampak jangka panjang justru perlu diwaspadai karena dapat muncul bertahun-tahun kemudian dalam bentuk gangguan psikologis.

“Trauma itu bukan tentang melupakan kejadian, tapi bagaimana membangun kembali rasa aman. Anak perlu memahami bahwa yang terjadi dulu itu tidak benar, dan yang benar adalah perlakuan aman yang dia terima sekarang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu panjang dan tidak bisa instan. Oleh karena itu, dukungan terhadap orang tua menjadi sama pentingnya. Unisa Yogyakarta, lanjut Andhita, membuka layanan pendampingan tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua. Hal ini penting mengingat banyak orang tua mengalami tekanan mental, rasa bersalah, hingga stres akibat kejadian tersebut.

“Kita tidak perlu saling menyalahkan. Orang tua juga butuh ruang aman. Jika mental mereka sudah jatuh, akan sulit mendampingi anak,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih empatik dan saling mendukung, terutama antar sesama orang tua. Menurutnya, pemulihan anak akan lebih optimal jika didukung oleh kondisi mental orang tua yang juga sehat. “Sekarang bukan waktunya menyalahkan diri, tapi bagaimana orang tua pulih dan siap mendampingi anak agar bisa kembali percaya diri dan merasa berdaya,” pungkasnya.

korban
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/kekerasan-1.jpg 663 880 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-30 15:37:422026-04-30 15:37:49Pemulihan Psikologis Anak Korban Kekerasan Daycare Butuh Deteksi Dini dan Peran Aktif Orang Tua
perempuan

Daycare dan Rel Kereta: Dilema Sunyi Perempuan Bekerja

29/04/2026/in 5 Gender Equality, Berita, News/by admin

Saya seorang perempuan bekerja dan menulis ini di H-1 anak saya menghadapi ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA). Campuran rasa ingin hadir sepenuhnya mendampingi, tapi harus tetap melangkah untuk bekerja. Ya begitulah, perempuan bekerja. Rasanya semakin riuh ketika mendengar berita daycare di Yogyakarta yang selama ini begitu dekat, tepat beberapa langkah di depan sekolah anak saya, menjadi berita yang menyakitkan. Setiap pagi, ayah bunda mengantar anak-anaknya yang masih balita ke daycare yang sudah mereka percaya, tanpa mengetahui bahwa anak-anak yang mereka cintai sepenuh hati mengalami penyiksaan sepanjang hari. Belum usai kesedihan ini, saya membaca berita tentang kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur, para korban yang seluruhnya perempuan. Mungkin mereka juga seperti saya, seperti banyak perempuan di luar sana, sedang menjalani peran ganda yang tidak sederhana.

Dilema Perempuan

Dua peristiwa ini terasa sangat dekat, bukan sekedar berita, tetapi cermin dari kehidupan nyata kita sehari-hari. Hal yang lebih menyakitkan justru saya baca dari komentar-komentar di media sosial yang saling menghakimi, saling menyalahkan dan mungkin merasa paling benar. Ada yang saling menyalahkan dan menjadikan kolom komentar sebagai peperangan antara working mom VS fulltime mom, ada yang seolah menyalahkan bahwa perempuan tidak seharusnya bekerja, menyalahkan pilihan untuk menitipkan anak di daycare, dan ada yang merasa paling benar karena sudah resign dari pekerjaan. Seolah keputusan untuk bekerja adalah sebuah kelalaian perempuan. Apakah menitipkan anak artinya kita gagal sebagai seorang ibu?

Tentang gerbong perempuan yang ringsek, banyak diantaranya perempuan tangguh yang hanya ingin segera sampai ke kamar kos dan istirahat, ada istri yang sudah ditunggu suami dirumah, banyak juga ibu muda yang harus meninggalkan anaknya untuk bekerja pulang malam naik KRL, ada yang baru kembali bekerja setelah cuti melahirkan, terindikasi juga ditemukannya cooler bag ASI dalam gerbong kereta. Mereka mungkin perempuan-perempuan yang pagi itu berpamitan dengan tergesa-gesa, berjanji akan pulang sore nanti. Ibu-ibu muda itu sedang ditunggu putra putri kecilnya yang terus menanyakan “Ibu pulang jam berapa?”.

Dua peristiwa ini semakin meramaikan media sosial tentang bagaimana kita para perempuan yang harus berjalan di tengah tuntutan yang rasanya tidak pernah selesai. Kita diminta hadir penuh sebagai seorang ibu yang lemah lembut, penyayang, sabar dan selalu ada. Tapi di lain sisi, saya yakin diantara kita pasti ada yang pernah menangis diam-diam di kantor karena dituntut professional dan produktif sementara anak sedang membutuhkan kehadiran kita, atau ada masalah domestik yang belum terselesaikan. Kita diharapkan untuk mandiri secara finansial, kuat menghadapi tekanan, tapi harus tetap stabil secara emosi dan harus selalu soft spoken. Ketika perempuan memilih bekerja, kadang ada rasa bersalah yang terselip di hati. Tapi untuk resign, jelas bukan keputusan yang sederhana. Banyak kecemasan akan masa depan, tetapi banyak juga banyak mimpi-mimpi yang harus dikejar.

Memilih menjadi full-time mom juga bukan jalan yang lebih mudah. Sama lelahnya cuma berbeda jalannya. Ada pekerjaan domestik yang harus diselesaikan di rumah dari mata terbuka hingga malam hari. Sayangnya, kadang pekerjaan itu dianggap “bukan pekerjaan”. Mengasuh anak sendiri juga tetap tidak diapresiasi, padahal ibu-ibu ini juga merindukan ruang untuk diri sendiri, untuk sekedar duduk tenang dan ngopi-ngopi. Tidak luput juga dari penilaian sosial yang dianggap tidak produktif dan cuma bisa minta uang saja. Apapun pilihan perempuan, sepertinya selalu ada celah untuk disalahkan ya?

Sebagai sesama perempuan, baik yang bekerja di luar rumah, sepenuhnya menjadi full-time mom, bekerja online dari rumah, atau apapun jenis aktivitas dan pekerjaannya. Bukan saatnya kita bicara tentang siapa yang lebih berat bebannya. Kita sama-sama memikul beban yang sama beratnya kok, cuma terkadang, kita tidak bisa saling melihat beban perempuan lainnya.

Di tengah bisingnya dunia yang saling menghakimi dan menyalahkan, seharusnya kita sesama perempuan bisa saling menguatkan. Mulailah dengan hal sederhana, seperti tidak mudah menyalahkan perempuan lain atas keputusannya, memberikan apresiasi perempuan yang berani bicara, saling menjadi menjadi pendengar yang baik, mencoba melihat permasalahan tidak hanya dari satu sisi, tidak membanding-bandingkan pilihan hidup dan tidak perlu merasa paling benar. Setiap perempuan, setiap ibu, memiliki jalan ceritanya masing-masing. Urip iku mung sawang sinawang. Daripada saling menilai, kita bisa mulai untuk saling memahami.

Kita sekuat itu diciptakan sebagai seorang perempuan. Semua orang punya jatah perjuangannya masing-masing untuk menyambung dan memantaskan hidup. Hargai setiap lelah yang sudah kita jalani, tidak harus sempurna untuk merasa cukup. Untuk yang sudah melewati badai dan hari-hari berat, yang bahkan mungkin tidak sempat, atau tidak bisa kamu ceritakan pada siapapun. Sempatkan ucapkan terimakasih untuk diri sendiri. Terima kasih, ya, sudah bertahan sejauh ini.

Oleh : Andhita Dyorita Kh.,S.Psi, M.Psi, Psikolog (Dosen Program Studi Psikologi Unisa Yogyakarta)

perempuan
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/daycare.jpg 696 842 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-29 09:03:302026-04-29 09:03:32Daycare dan Rel Kereta: Dilema Sunyi Perempuan Bekerja
Kekerasan

Cegah Fenomena Gunung Es Kekerasan Seksual, UNISA Yogyakarta dan PP ‘Aisyiyah Mutakhirkan SOP Satgas Kampus

27/04/2026/in 4 Quality Education, 5 Gender Equality, Berita, News/by admin

Kasus kekerasan, khususnya kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, acap kali diibaratkan sebagai fenomena gunung es kasus yang tak terungkap jauh lebih besar dari yang tampak di permukaan. Merespons kedaruratan isu tersebut, Program INKLUSI Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bersinergi dengan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengadakan Workshop Penyegaran Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung secara komprehensif di Ruang Sidang Lantai 7, Gedung Siti Moendjijah, pada Jumat (24/4/2026).

Kekerasan Seksual

Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Mufdlilah, S.SiT., M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi memikul tanggung jawab absolut untuk menjamin ruang akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Meskipun UNISA Yogyakarta telah memiliki Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT), pemutakhiran standar operasional secara berkala mutlak dilakukan.

“Melalui sinergi ini, kita ingin meningkatkan kualitas implementasi PPKPT, memperkuat jejaring advokasi, serta menyempurnakan sistem perlindungan referensi. Perwujudan lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan tanpa diskriminasi adalah cita-cita bersama,” tegas Mufdlilah.

Komitmen tersebut selaras dengan pandangan Koordinator Program INKLUSI ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah. Ia memastikan bahwa ‘Aisyiyah tidak hanya berhenti pada edukasi, melainkan telah menyiapkan berbagai Pos Bantuan Hukum sebagai pusat rujukan bagi korban yang mencari keadilan.

Secara teknis, Ketua Satgas PPKPT UNISA Yogyakarta, Prof. Wantonoro, Ph.D., membedah enam pilar SOP yang dikembangkan kampusnya.

SOP tersebut mengatur penanganan krisis hulu ke hilir, mulai dari mekanisme pelaporan, pemeriksaan berdasarkan bukti, penyusunan rekomendasi, pendampingan psikologis, rehabilitasi, hingga ketegasan hukuman.

Lebih lanjut, guna menjamin keamanan maksimal pada fase rehabilitasi, Wantonoro mengusulkan pengadaan fasilitas rumah aman khusus bagi korban, agar penanganannya tidak lagi bergantung pada asrama siswa.

Langkah taktis yang dilakukan UNISA Yogyakarta ini menuai apresiasi tinggi dari Kepala Balai Perlindungan Perempuan dan Anak (BPPA) DIY, Beni Kusambodo. Ia menilai konsistensi pembaruan SOP ini adalah wujud kolaborasi nyata lintas sektor yang secara signifikan akan menekan angka kekerasan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kekerasan
Kekerasan
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/kekerasan-scaled.jpg 1449 2560 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-27 10:49:482026-04-27 10:49:51Cegah Fenomena Gunung Es Kekerasan Seksual, UNISA Yogyakarta dan PP ‘Aisyiyah Mutakhirkan SOP Satgas Kampus
Akreditasi unggul

Akselerasi Akreditasi Unggul, UNISA Bandung Lakukan Studi Banding ke UNISA Yogyakarta

24/04/2026/in 4 Quality Education, Berita, News, Update/by admin

Dalam rangka akselerasi peningkatan tata kelola institusi menuju akreditasi unggul, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menerima kunjungan studi banding dari delegasi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung. Pertemuan strategis antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah`Aisyiyah (PTMA) ini berlangsung di Ruang Rapat Gedung Siti Moendjijah, kampus UNISA Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).

Akreditasi Unggul

Wakil Rektor I UNISA Yogyakarta, Dr. Sulistyaningsih, S.KM., MH.Kes., menyambut hangat langkah proaktif tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi ini sejalan dengan mandat Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah agar kedua institusi saling menopang.

“Kita akan saling belajar untuk mengembangkan institusi, karena masing-masing memiliki kelebihan di bidangnya,” tuturnya.

Di sisi lain, Rektor UNISA Bandung, Prof. Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp., MS.Biomed., menyatakan bahwa lawatan ini bertujuan untuk menimba ilmu serta mendapatkan pendampingan langsung dari tata kelola UNISA Yogyakarta.

“Kami sedang melakukan percepatan peningkatan mutu di semua bidang agar bisa menyusul UNISA Yogyakarta menjadi institusi Unggul. Kami terus membuka diri untuk belajar dan maju bersama,” tegas Prof. Sitti.

Untuk merealisasikan target percepatan tersebut, kegiatan diakhiri dengan diskusi teknis mendalam yang melibatkan Badan Penjaminan Mutu (BPM) dan Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNISA Yogyakarta.

Akreditasi unggul
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/akreditasi-unggul.jpeg 960 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-24 14:06:162026-04-24 14:06:19Akselerasi Akreditasi Unggul, UNISA Bandung Lakukan Studi Banding ke UNISA Yogyakarta
Kebencanaan

Antisipasi Krisis, MDMC dan Kedubes Australia Gelar Seminar Kebencanaan di UNISA Yogyakarta

24/04/2026/in 13 Climate Action, 9 Industry, Innovation and Infrastructure, Berita, News/by admin

Mitigasi dan manajemen logistik kebencanaan menjadi pilar krusial dalam respons tanggap darurat. Merespons kebutuhan tersebut, Pusat Studi Perempuan, Keluarga, dan Bencana (PSPKB) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta bersinergi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kedutaan Besar Australia menggelar Seminar Nasional secara hybrid, Kamis (23/4/2026).

Kebencanaan

Kegiatan bertajuk “Memahami Logistik Kebencanaan Melalui Pendekatan Komprehensif” ini bertempat di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah. Menghadirkan enam pakar, seminar strategis ini sukses menyedot animo hingga 1.200 peserta.

Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Dr. M. Ali Imron, M.Fis., menegaskan komitmen institusinya. “Sejak 2011, kegawatdaruratan menjadi konsentrasi semua prodi lewat mata kuliah manajemen bencana. Pembentukan PSPKB adalah wujud relevansi UNISA terhadap isu kebencanaan,” paparnya.

Pentingnya kesiapsiagaan juga ditekankan oleh Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan. Menurutnya, pengalaman masa lalu adalah pelajaran agar masyarakat tidak lengah, terutama dalam tata kelola logistik krisis darurat.

Kolaborasi ini menuai apresiasi dari First Secretary for Humanitarian Affairs Kedubes Australia, Catherine Meehan. Ia menilai langkah konkret yang digagas kampus dan MDMC ini sangat esensial. Logistik kemanusiaan, menurut Meehan, merupakan fondasi tak terpisahkan demi mewujudkan penanganan darurat bencana yang efektif.

Kebencanaan
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/04/Kebencanaan.jpg 1125 2000 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-04-24 11:21:092026-04-24 11:21:12Antisipasi Krisis, MDMC dan Kedubes Australia Gelar Seminar Kebencanaan di UNISA Yogyakarta
Page 7 of 41«‹56789›»
Advertise hereAdvertise here

Berita Terbaru

  • Diskusi internasional
    UNISA Yogyakarta Gelar Diskusi Internasional Bahas Peran Agama, Sains, dan Kearifan Lokal dalam Mengatasi Krisis Lingkungan08/06/2026 - 15:48
  • Fikih hijau
    Wujud Fikih Hijau, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Perluas Akses Air Bersih RO di Karanganyar08/06/2026 - 10:17
  • Stunting
    Cegah Stunting dan KEK, Profesi Bidan UNISA Yogyakarta Gelar Edukasi Olahan Pangan Lokal05/06/2026 - 14:32
  • Silaturahmi
    Songsong Milad Ke-35, UNISA Yogyakarta Luncurkan Logo Baru dan Perkuat Komitmen Pengabdian05/06/2026 - 10:59
  • Komunikasi unisa
    Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta Raih Juara Lomba Puisi Internasional di Malaysia04/06/2026 - 15:14
  • Bantuan
    Unisa Yogyakarta Terima Bantuan Sarana Laboratorium Komputer dan Z-Coffee dari Baznas03/06/2026 - 13:59
  • Kampus sehat
    Wujud Kampus Sehat, Unisa Yogyakarta Distribusikan 2.000 Paket Kurban Ramah Lingkungan02/06/2026 - 15:02
  • Khutbah idul adha
    Khutbah Idul Adha di UNISA Yogyakarta Angkat Kisah Keteguhan Iman Nabi Ibrahim02/06/2026 - 14:45
  • Idul adha
    Idul Adha, Menyelami Makna Pengorbanan Nabi Ibrahim26/05/2026 - 09:49
  • Puasa Arafah
    Ini Keutamaan Puasa Arafah Jelang Idul Adha yang Sayang Dilewatkan25/05/2026 - 10:02

Alamat

Kampus Terpadu:
Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199
Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
Kampus I:
Jl. Munir 267 Serangan, Ngampilan, Yogyakarta.
Telepon: (0274) 374427

UNISA Virtual Tour

Jam Kerja Kantor

Senin-Jumat: 08:00-16:30 WIB

Sertifikasi oleh

Iso logoIso logo

Kolaborasi

Asia logos1    Cropped 2 removebg preview

Images removebg preview

Images 1 removebg preview

Saxion university of applied sciences logo.svgLogo la trobe university

Unikl1Uitm universiti teknologi mara logo png transparent

Logo umam offical 04   Logo left 1024x385

Unital removebg preview  Logo unishams full d142d40f Umpsa bangunan 1764x719

Logo uthm web removebg preview   Usm logoUtm logo full  Dhurakij pundit university feature img removebg preview

A3cfc8d10cdc0e37b8f43686c84e10cb56c9336a7b658aa3eb9a1270c28ef533  Logo jawi umk 1 cptnh9jvdwaz

Nowhiring 01 removebg preview  University of leeds

Ibaraki removebg preview   1284 logo 1280 removebg preview

Segi logo Mahidol u

Iium logo 2019.svg

 

© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - Enfold WordPress Theme by Kriesi
Scroll to top Scroll to top Scroll to top
  • ←
  • Contact Us
    Contact Form

  • WhatsApp