Unisa Yogyakarta Terima Bantuan Sarana Laboratorium Komputer dan Z-Coffee dari Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman memberikan bantuan sarana laboratorium komputer kepada penerima Beasiswa Sleman Pintar di tiga perguruan tinggi yang ada di Sleman. Bantuan ini diharapkan menunjang pendidikan dan meningkatkan kapasitas para penerima beasiswa.
Bantuan
Tiga universitas penerima bantuan yakni Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Penyerahan bantuan ditandai dengan Launching Pentasyarufan Bantuan Sarana Laboratorium Komputer Baznas Kabupaten Sleman kepada Penerima Beasiswa Sleman Pintar di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan Baznas atas komitmen mendukung pendidikan melalui pengadaan sarana penunjang pembelajaran digital. Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan semangat belajar, tetapi juga ketersediaan akses pendidikan serta sarana dan prasarana pendukung,” ujar Warsiti.
Ia menilai bantuan tersebut menjadi ikhtiar strategis untuk membantu putra-putri Sleman melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensi dan bakat secara optimal. Bantuan perangkat komputer disebut bukan sekadar fasilitas teknologi, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi digital mahasiswa.
“Kami sangat mengharapkan keberadaan alat komputer dan sarana prasarana ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Selain bantuan laboratorium komputer, Warsiti juga menyampaikan terima kasih kepada Baznas RI atas bantuan pengadaan dua unit Z-Coffee senilai Rp40 juta yang akan dikelola mahasiswa melalui biro kemahasiswaan dan alumni. Program tersebut diharapkan dapat mendorong semangat kewirausahaan mahasiswa. “Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat entrepreneur,” ungkapnya.
Ketua Baznas Sleman, Kriswanto, mengatakan program bantuan sarana laboratorium komputer merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sejalan dengan program Sleman Pintar.
Menurutnya, dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan masyarakat disalurkan melalui berbagai program kemaslahatan, termasuk penguatan fasilitas pendidikan berbasis digital. Bantuan yang diberikan berupa paket komputer, printer, dan televisi untuk tiga perguruan tinggi penerima manfaat. Rinciannya, Unisa Yogyakarta menerima bantuan senilai Rp115.800.000, Universitas Amikom Yogyakarta Rp115.800.000, dan UTY sebesar Rp67.320.000. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp298.920.000.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, khususnya dalam meningkatkan kompetensi digital mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi,” kata Kriswanto.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Sleman dan Baznas dalam menjalankan program-program kemaslahatan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul di Sleman.
Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyebut program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah melalui pengelolaan zakat yang diwadahi Baznas. “Kolaborasi adalah sesuatu yang wajib bagi kita semua. Tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan,” ujar Harda.
Ia mengatakan bantuan senilai hampir Rp300 juta itu diharapkan mampu mendukung mahasiswa dalam menempuh pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan di masa depan. Harda juga menargetkan penghimpunan dana Baznas Sleman terus meningkat. Saat ini penghimpunan dana Baznas mencapai sekitar Rp13 miliar dan diharapkan bisa meningkat hingga Rp15 miliar.
“Mudah-mudahan dana Baznas ini bisa terus meningkat, khususnya untuk dunia pendidikan,” katanya.
Menurut Harda, upaya kolaboratif pemerintah bersama berbagai pihak turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman sepanjang 2025. Diharapkan tahun-tahun berikutnya angka kemiskinan semakin bisa ditekan.
Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan menceritakan bagaimana kerja Baznas berdasar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. “Tujuan Undang-Undang ini agar pengelolaan zakat, infak, sedekah masyarakat bisa dikelola efektif, efisien, memberi manfaat,” ujar Rizaludin.
Rizaludin mengajak masyarakat untuk menggelorakan gerakan zakat. Melalui gerakan ini juga bisa membantu program pengentasan kemiskinan. Terlebih program yang dijalankan Baznas juga sejalan dengan program dari pemerintah. “Kemudian beasiswa ini juga salah satu prioritasnya,” ungkapnya.























Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!