188 Lulusan Tenaga Kesehatan UNISA Yogyakarta Ikuti Sumpah Profesi, Siap Mengabdi dengan Etika dan Profesionalisme

, ,
Sumpah profesi

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Sumpah Profesi bagi lulusan Ners, Bidan, Fisioterapis, Tenaga Teknologi Laboratorium Medik, dan Radiografer di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 188 lulusan tenaga kesehatan yang siap memasuki dunia profesional dan mengabdikan diri bagi masyarakat.

Dalam laporan pendidikan yang disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., disebutkan bahwa peserta sumpah profesi terdiri dari 83 lulusan Profesi Ners, 71 lulusan Profesi Bidan, 28 lulusan Fisioterapis, 5 lulusan D4 Teknologi Laboratorium Medik, dan 1 lulusan D3 Radiologi.  Sebanyak 177 lulusan atau 94 persen di antaranya meraih predikat pujian. Selain itu, capaian rata-rata Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) mencapai 92,89 persen.

Sumpah Profesi

Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., menyampaikan bahwa sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, tetapi tonggak penting perjalanan lulusan sebagai tenaga kesehatan profesional. Ia menegaskan bahwa para lulusan harus siap menghadapi perubahan dunia kesehatan yang bergerak sangat cepat, mulai dari transformasi digital, artificial intelligence (AI), telemedicine, hingga pelayanan kesehatan berbasis data.

“Saat ini masyarakat tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang pintar, tetapi juga tenaga kesehatan yang berintegritas, mampu bekerja dalam tim interprofesional, menjunjung etika profesi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta empati yang tinggi,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa lulusan UNISA Yogyakarta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat melalui dedikasi dan pengabdian di dunia kesehatan. Selain itu, UNISA Yogyakarta terus berkomitmen mengembangkan kualitas pendidikan dengan membuka program magister hingga pengembangan program doktoral dan profesi baru di bidang kesehatan.

Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan para lulusan menyelesaikan pendidikan profesi. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa dunia kesehatan saat ini membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif, tangguh, serta mampu terus belajar mengikuti perkembangan zaman.

“Tenaga kesehatan yang mampu berkolaborasi, berkomunikasi dengan empati, berpikir kritis, dan mampu bekerja dalam tekanan dengan tetap menjaga profesionalisme akan menentukan seberapa jauh dapat bertahan dan bertumbuh,” ujarnya.

Rektor juga mendorong para lulusan untuk berani mengambil peluang kerja di tingkat internasional. Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai negara terus meningkat, sehingga menjadi kesempatan besar bagi lulusan UNISA Yogyakarta untuk berkiprah di dunia global melalui fasilitas UNISA Abroad Career Empowerment (U-ACE).

“Ke mana pun langkah kalian pergi, tetap jaga amanah, martabat, dan almamater tercinta,” pesannya kepada para lulusan.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris DPW PPNI DIY, Sri Rejeki Arum Wahyuni, SKM., MM., menegaskan bahwa sumpah profesi merupakan janji penting yang diucapkan kepada Tuhan dan negara. Ia juga mengingatkan bahwa setiap tenaga kesehatan yang akan praktik wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).

“Pegang teguh kode etik profesi. Jangan hanya menjadi tenaga kesehatan yang terampil, tetapi juga beretika,” ujarnya.

Ia turut mendorong seluruh lulusan untuk aktif bergabung dengan organisasi profesi di mana pun nantinya bertugas sebagai bentuk penguatan profesionalisme dan jejaring pengembangan karier.

Suasana haru juga terasa saat sambutan perwakilan peserta sumpah profesi disampaikan oleh mahasiswa internasional asal India, Muhammad Arman. Ia mengungkapkan apresiasinya terhadap UNISA Yogyakarta yang dinilai tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang menghadirkan rasa nyaman dan kekeluargaan.

“Di tengah perbedaan bahasa, budaya, agama, suku, dan negara, kami tidak pernah merasa dibedakan. Kami justru merasakan kepedulian, penghormatan, dan dukungan yang begitu besar dari lingkungan kampus,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman belajar di UNISA Yogyakarta tidak hanya membentuk kemampuan akademik dan keterampilan klinik, tetapi juga menanamkan nilai empati, kemanusiaan, dan pelayanan kepada pasien. Ia menyebut UNISA Yogyakarta sebagai kampus yang membuka ruang kebermanfaatan secara global dan mengajarkan nilai kemanusiaan untuk seluruh semesta.

Kegiatan sumpah profesi ditutup dengan prosesi pengucapan sumpah yang dipandu rohaniwan serta doa bersama sebagai simbol dimulainya pengabdian para lulusan sebagai tenaga kesehatan profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *