Mahasiswa Internasional Asal India Sebut UNISA Yogyakarta Jadi Rumah Kedua

, ,
Mahasiswa internasional

Suasana bangga mewarnai pelaksanaan Sumpah Profesi Ners, Bidan, Fisioterapis, Tenaga Teknologi Laboratorium Medik, dan Radiografer Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang digelar di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, perhatian peserta tertuju pada sambutan perwakilan lulusan profesi Ners yang disampaikan Muhammad Arman, mahasiswa internasional asal India. Di hadapan pimpinan universitas, dosen, organisasi profesi, orang tua, dan para lulusan, Arman menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pengalaman belajar di UNISA Yogyakarta.

Mahasiswa Internasional

Arman mengungkapkan bahwa dirinya datang ke Indonesia dengan membawa mimpi besar dan harapan keluarga untuk menjadi tenaga kesehatan profesional. Menurutnya, perjalanan pendidikan di UNISA Yogyakarta menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena ia merasakan suasana kampus yang hangat dan penuh kekeluargaan.

“Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat yang menghadirkan rasa nyaman, rasa diterima, dan rasa kekeluargaan,” ujar Arman dalam sambutannya.

Ia menilai lingkungan UNISA Yogyakarta sangat terbuka bagi mahasiswa internasional. Di tengah perbedaan bahasa, budaya, agama, suku, dan negara, ia mengaku tidak pernah merasa dibedakan. Justru, ia merasakan kepedulian dan dukungan besar dari lingkungan kampus.

Menurut Arman, pengalaman belajar di UNISA Yogyakarta tidak hanya membentuk kemampuan akademik dan keterampilan klinik, tetapi juga mengajarkan nilai empati, kemanusiaan, serta jiwa pelayanan sebagai tenaga kesehatan.

“Kami belajar bahwa pasien bukan sekadar nama di catatan medis. Pasien adalah manusia yang membutuhkan perhatian, penguatan, dan harapan,” katanya.

Ia juga menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalani pendidikan profesi, mulai dari jadwal praktik yang padat, tugas akademik, hingga ujian yang menguji ketahanan mental. Namun, pengalaman tersebut justru membentuk mahasiswa menjadi lebih kuat dan siap menghadapi dunia kerja nyata.

Pada kesempatan itu, Arman turut menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen, pembimbing klinik, tenaga kependidikan, dan orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan para mahasiswa.

“Kami mengucapkan ‘Dhanyavaad’ dan ‘Aap sab ka bahut bahut shukriya’,  terima kasih yang sebesar-besarnya atas ilmu, arahan, motivasi, dan doa yang selalu diberikan kepada kami,” ungkapnya.

Arman juga mengingatkan bahwa sumpah profesi yang diucapkan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan janji moral yang akan melekat sepanjang hidup sebagai tenaga kesehatan.

“Kehadiran tenaga kesehatan bukan hanya sebagai petugas medis, tetapi juga sebagai manusia yang membawa ketenangan,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Arman berharap UNISA Yogyakarta terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang melahirkan tenaga kesehatan profesional, berakhlak, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat dunia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *