Unisa dan Tempo Bekali Mahasiswa Cek Fakta hingga Pembuatan Konten Medsos
Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggandeng Tempo Media dalam agenda KlakKlik Literasi Mataf Unisa Yogyakarta 2026 bertajuk “Digital Citizenship Antihoax Squad: Cek Fakta ala Mahasiswa”, di Convention Hall Unisa Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). Agenda ini membekali mahasiswa dengan kemampuan memeriksa informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi digital dinilai penting karena kecepatan penyebaran informasi tidak selalu diikuti dengan kemampuan masyarakat untuk memastikan kebenarannya.
Konten Medsos
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam, Kemuhammadiyahan dan ke-Aisyiyahan Unisa Yogyakarta, Prof. Mufdlilah mengatakan mahasiswa di era digital tidak cukup hanya mampu mencari informasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
“Jangan sampai kita menjadi generasi yang cepat membaca tetapi lambat berpikir. Cepat membagikan tetapi lupa memeriksa. Cepat berkomentar tetapi tidak memahami persoalan,” kata Mufdlilah.
Menurut dia, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun ruang digital yang sehat. Media sosial tidak semestinya hanya digunakan untuk menunjukkan eksistensi diri, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan karakter, intelektualitas, dan nilai-nilai yang dianut mahasiswa.
Mufdlilah mengingatkan bahwa setiap unggahan memiliki konsekuensi. Satu unggahan dapat membangun reputasi, tetapi juga dapat merusak reputasi diri, almamater, maupun keluarga. Hal serupa berlaku pada komentar dan video yang diproduksi serta dibagikan di media sosial. “Jangan pernah menjadikan viral sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah konten. Niatkan konten memberikan nilai positif dan kebermanfaatan untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan prinsip verifikasi informasi juga sejalan dengan nilai keislaman yang menjadi bagian dari identitas Unisa Yogyakarta. Dalam konteks tersebut, mahasiswa didorong menerapkan prinsip tabayun atau melakukan klarifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi.
“Di dalam Al-Quran, Surat Al-Hujurat ayat 6, sudah ada petunjuk bahwa kita diminta untuk memperhatikan tabayun dalam setiap langkah, mengklarifikasi apa yang terjadi dan seterusnya,” kata Mufdlilah.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa membangun kebiasaan berhenti sejenak sebelum membagikan informasi. Mahasiswa diminta memeriksa sumber, membandingkan informasi, melakukan cek fakta, memahami konteks, serta mempertimbangkan dampak dari konten yang diunggah.
Menurut Mufdlilah, mahasiswa berkemajuan bukanlah mereka yang paling cepat menyampaikan berita, melainkan yang mampu menghasilkan informasi yang benar, bermanfaat, dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga menjadi produsen konten-konten positif yang mencerdaskan, memberikan inspirasi, memperkuat solidaritas, serta membawa nama baik diri, almamater, dan masyarakat,” ujarnya.
Tempo: Informasi Digital Perlu Disaring
Head of Marketing Communication Tempo Media Group, Yefri Hasan Basri mengatakan kegiatan bersama mahasiswa Unisa Yogyakarta menjadi kesempatan untuk memperkenalkan bagaimana media bekerja dalam memproduksi informasi yang telah melalui proses penyaringan dan verifikasi.
Menurut Yefri, kemampuan memahami informasi menjadi semakin penting karena berbagai persoalan kehidupan sehari-hari memiliki keterkaitan dengan kebijakan dan dinamika politik. “Semua hal sekarang dipengaruhi oleh politik. Teman-teman harus tahu, harus mengerti, kenapa sebuah keputusan ini diambil,” kata Yefri.
Ia mengatakan Tempo memiliki tim cek fakta yang menjadi bagian dari upaya memastikan informasi yang diproduksi dapat dipertanggungjawabkan. Kemampuan membedakan fakta dan hoaks juga semakin penting di tengah penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang semakin luas.
“Tempo itu memproduksi berita yang sudah disaring. Makanya kita punya sebuah tim cek fakta yang solid,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa juga akan diperkenalkan dengan cara membedakan fakta dan hoaks, termasuk menghadapi informasi yang dihasilkan atau dipengaruhi teknologi AI. Selain itu, materi diarahkan pada strategi memanfaatkan media sosial secara lebih efektif.
Yefri berharap kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan sesaat, tetapi dapat membentuk kebiasaan mahasiswa dalam mengonsumsi maupun memproduksi informasi.
Dalam kesempatan tersebut dua pembicara dari Tempo Media Group dihadirkan yaitu Penanggung Jawab Kanal Cek Fakta Tempo Media, Inge Kiara Safitri dan Kepala Pemasaran Media Sosial Tempo Media, Fadhli Sofyan.








































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!