Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum) Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta terlibat aktif dalam penyelenggaraan ajang Travelling Festival Organization (TREFEO) 2026 yang berlangsung di Jogja Cozy Space, Sleman, Sabtu (31/10/2026).
BEM
Kegiatan kolaboratif ini merupakan program kolaboratif dari aliansi BEM dari lima perguruan tinggi di DIY, yakni UNISA Yogyakarta, UPN “Veteran” Yogyakarta (UPN VY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan UIN Sunan Kalijaga. TREFEO 2026 kali ini mengusung grand theme “Aksi UMKM Jogja Berdaya: Tumbuh Usahanya, Berbagi Dampaknya”. Acara ini sekaligus menjadi wadah sinergi pergerakan mahasiswa dengan menghadirkan akademisi, pemerintah daerah, dan praktisi usaha.
Gubernur Mahasiswa BEM FEISHUM UNISA Yogyakarta, Juli Suhaidi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya agenda kolaboratif lintas BEM ini.
“Kami dari BEM FEISHUM UNISA Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran panitia, aliansi BEM kampus sahabat, serta pihak-pihak yang telah bekerja keras menyukseskan TREFEO 2026. Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut menjadi ruang belajar dan aksi nyata pergerakan mahasiswa yang konsisten memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM,” ujar Juli Suhaidi, Ahad (1/112026).
Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Eko Andrianto, S.E., dalam sambutannya mengapresiasi tinggi inisiatif serta peran aktif aliansi BEM mahasiswa se-DIY. Ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan UMKM.

“Pengembangan UMKM ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Koperasi dan UKM saja, tetapi dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi melalui ide, kreativitas, inovasi, dan pendampingan bagi pelaku UMKM,” ungkap Eko Andrianto, Sabtu (31/10/2026).
Sesi talkshow malam puncak TREFEO 2026 juga menghadirkan Dosen UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Amanatun Suryani, S.IP., M.PA., sebagai narasumber yang memaparkan tata kelola digitalisasi UMKM dari sudut pandang Akademisi.
“Digitalisasi UMKM itu bukan hanya sekadar ngomongin bahwa sudah berbasis e-commerce, tetapi bagaimana digitalisasi ini sebagai sebuah tata kelola pembangunan yang Go-Productive, Go-Inclusive, dan Go-Competitive. Kita harus memastikan bahwa UMKM kita tidak hanya bisa memasarkan produknya, tetapi juga mampu bersaing dan memberikan nilai tambah yang nyata,” terang Dewi Amanatun.
Diskusi interaktif ini turut diperkuat dengan pemaparan legalitas usaha oleh Konsultan PLUT Sleman Edy Santoso, S.Sn., serta berbagi pengalaman praktis wirausahawan muda bersama Ketua HIPMI PT UMY Arif Reksa Prambudi.
TREFEO (Travelling Festival Organization) merupakan agenda tahunan dan wadah kolaborasi aliansi BEM FISIP/FEISHUM dari lima perguruan tinggi di DIY. Pada penyelenggaraan tahun ketiganya di tahun 2026 ini, TREFEO memfokuskan perhatian pada akselerasi UMKM di DIY, khususnya Kabupaten Sleman, mengingat mayoritas pelaku usaha masih menghadapi tantangan literasi digital dan terjebak pada pemasaran tradisional.
Sebelum malam puncak, rangkaian TREFEO 2026 telah melaksanakan kegiatan pra-acara berupa Workshop Bina UMKM Sleman pada Senin, 19 Oktober 2026, di Gedung Dinas Koperasi UKM Sleman bersama narasumber Edy Santoso, S.Sn., Christian Kapitayan Nagalanjar, dan Ganda Aditya Wibowo untuk memberikan pembinaan serta konsultasi solusi usaha secara langsung.
Melalui sinergi BEM FEISHUM UNISA Yogyakarta dan aliansi BEM kampus se-DIY ini, kolaborasi gerakan mahasiswa lintas perguruan tinggi diharapkan dapat terus menghadirkan gerakan yang tidak hanya menjadi wadah belajar kepemimpinan, tetapi juga membawa dampak nyata bagi sosial dan ekonomi masyarakat.
