Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam menyambutnya dengan penuh suka cita. Salah satu amalan sunnah paling dinanti adalah puasa Arafah. Puasa istimewa ini dilaksanakan tepat pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momen puncak saat para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf. Ibadah ini dianjurkan khusus bagi umat Islam di mana pun berada yang sedang tidak menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.
Puasa Arafah
Mengapa amalan puasa ini begitu istimewa untuk dikerjakan umat Muslim? Berdasarkan hadits shahih riwayat Imam Muslim :
“Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, kemudian beliau menjawab, ‘Puasa itu dapat melebur dosa setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang’.” (HR Muslim)
Rinciannya, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan puasa Arafah ini menjadikannya momentum emas bagi kaum Muslimin untuk membersihkan jiwa, memperbanyak taubat, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebelum menyembelih hewan kurban.
Lalu, bagaimana cara melaksanakannya agar ibadah puasa sunnah ini sah? Pelaksanaan amalan ini sama seperti puasa pada umumnya. Umat Islam cukup melafalkan niat puasa Arafah pada malam hari atau sebelum fajar menyingsing. Setelah itu, umat Muslim wajib menahan diri dari hawa nafsu, makan, minum, dan semua hal yang membatalkan puasa hingga azan Maghrib berkumandang. Sepanjang hari penuh keberkahan tersebut, umat Islam juga sangat disunnahkan untuk memperbanyak amal ibadah lain seperti tilawah Alquran, berzikir, dan juga berdoa.
Jangan biarkan momentum paling berharga di tanggal 9 Dzulhijjah ini berlalu begitu saja tanpa amal saleh. Mari manfaatkan kesempatan langka ini untuk meraup pahala puasa Arafah yang melimpah ruah. Dengan niat yang tulus ikhlas karena Allah SWT, keutamaan dari puasa sunnah ini akan menjadi bekal terbaik kita di akhirat kelak. Selamat menyambut hari raya Idul Adha, semoga seluruh amalan dan doa kita senantiasa diterima di sisi-Nya.
Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum) berkolaborasi dengan Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) serta Perpustakaan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar kegiatan olahraga dan seni bulanan bertajuk “SAE ( Sport and Art Everymonth ): Fresh with FEISHum “, Jumat (22/5/2026).
Feishum
Acara yang dipusatkan di area Parkir Gedung Siti Bariyah UNISA Yogyakarta ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Semarak Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Mengusung jargon Fun, Relaksasi, Edukasi, Santai, dan Happy , acara tersebut diikuti dengan menyenangkan oleh lapisan civitas academica serta Ibu-ibu ‘Aisyiyah. Kegiatan pagi itu dimulai dengan agenda Senam ‘Aisyiyah Bahagia. Setelah sesi kebugaran fisik, acara kemudian dibuka dengan sambutan Wakil Dekan FEISHum UNISA Yogyakarta, Nur Fitri Mutmainah.
“Nanti kita memiliki banyak acara, ada sarapan bersama, minum jamu bersama, ada doorprize, dan ada beberapa penampilan dari prodi di lingkungan FEISHum. Jadi semoga itu membantu begitu Bapak, Ibu dan rekan-rekan mahasiswa tentunya untuk semakin dekat dengan FEISHum,” kata Wakil Dekan yang akrab disapa Bu Iin tersebut, Jumat (22/5/2026).
Iin kemudian mengajak para peserta yang terdiri mahasiswa, dosen, dan Ibu-ibu Aisyiyah meneriakkan jargon SAE: Fresh with Feishum.
“Fresh with FEISHum, Sehat dan Bahagia!” ucapnya bersama dengan peserta.
Salah satu momen ikonik dalam perhelatan tersebut adanya Seremonial peringata Hari Jamu Nasional yang ditandai dengan aksi Minum Jamu Bersama seluruh civitas academica yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran, Joko Murdiyanto. Agenda ini sekaligus menjadi bukti komitmen UNISA Yogyakarta dalam melestarikan warisan kesehatan tradisional Indonesia.
Selain berfokus pada kesehatan fisik, acara ini juga menggalakkan kesejahteraan mental peserta melalui sesi Emotional Healing. Bersamaan dengan itu, suasana semakin meriahdengan dibukanya area Sarapan Bersama, Bazar, Lapak Konsultasi bersama FEISHum, hingga pembagian doorprize menarik bagi para peserta yang beruntung.
Sebagai penutup rangkaian acara, digelar sesi Bedah Buku dan Workshop kesehatan bertema “Sehat dengan Mengunyah”. Agenda ini menghadirkan Muhammad Syafaat, penulis buku “The Power of Mengunyah” dengan bahasan kiat diet dan menjaga kesehatan hanya dengan mengatur tata cara makan yang baik berdasarkan Al-Qur’an dan sunah
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/feishum.jpeg9601280adminhttps://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.pngadmin2026-05-25 05:57:122026-05-25 05:57:16Meriahkan Milad ke-109 ‘Aisyiyah, FEISHum UNISA Yogyakarta Gelar “SAE: Fresh with FEISHum”
Guna merespons kebutuhan spesifik atlet perempuan dalam dunia olahraga modern, tiga program studi (Prodi) di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi menggelar studium generale bertajuk “Women in Sport Science: Kolaborasi Profesi Kesehatan untuk Performa Atlet Perempuan”. Acara lintas disiplin ini dilangsungkan di Hall Baroroh Baried, pada Rabu (20/05/2026).
Atlet Perempuan
Kolaborasi strategis ini diinisiasi oleh Prodi S1 Gizi, S1 Fisioterapi, dan S1 Kedokteran UNISA Yogyakarta. Pendekatan multidisiplin dalam sport science dinilai kian krusial, mengingat atlet perempuan memiliki karakteristik fisiologis, hormonal, dan psikososial yang berbeda dari atlet laki-laki. Oleh karena itu, pembinaan performa menuntut pendekatan yang lebih spesifik dan komprehensif. Menariknya, inisiatif akademik ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia poin ke-4, yakni penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.
Untuk membedah isu tersebut dari berbagai kepakaran, acara ini menghadirkan tiga narasumber kompeten: Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., RD., MPH. (Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association/ISNA), Dr. Lailatuz Zaidah, M.Or. (Ketua Prodi Magister Fisioterapi UNISA Yogyakarta), serta dr. Reza Setyono Ashari, M.Biomed. (Dosen S1 Kedokteran UNISA Yogyakarta).
Sekretaris Prodi Gizi UNISA Yogyakarta, Dittasari Putriana, S.Gz., M.Gz., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman lintas profesi merupakan kunci keberhasilan pembinaan atlet.
“Dengan adanya studium generale ini, kami berharap mahasiswa memperoleh pemahaman komprehensif terkait gizi, fisiologi, dan fisioterapi. Mahasiswa harus mampu memahami pentingnya kolaborasi lintas profesi kesehatan dalam mendukung performa sekaligus kesehatan atlet perempuan,” ujar Dita.
Acara ini mendapat sambutan antusias dan dihadiri oleh total 271 peserta, yang terdiri dari 121 mahasiswa semester 6 Prodi S1 Gizi, 100 mahasiswa semester 6 Prodi S1 Fisioterapi, dan 50 mahasiswa Prodi S1 Kedokteran UNISA Yogyakarta.
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/atlet-perempuan-1.jpeg9601280adminhttps://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.pngadmin2026-05-22 11:33:472026-05-22 11:33:50Dukung Performa Atlet Perempuan, Tiga Prodi UNISA Yogyakarta Gelar Studium Generale “Women in Sport Science”
Suasana bangga mewarnai pelaksanaan Sumpah Profesi Ners, Bidan, Fisioterapis, Tenaga Teknologi Laboratorium Medik, dan Radiografer Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang digelar di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, perhatian peserta tertuju pada sambutan perwakilan lulusan profesi Ners yang disampaikan Muhammad Arman, mahasiswa internasional asal India. Di hadapan pimpinan universitas, dosen, organisasi profesi, orang tua, dan para lulusan, Arman menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pengalaman belajar di UNISA Yogyakarta.
Mahasiswa Internasional
Arman mengungkapkan bahwa dirinya datang ke Indonesia dengan membawa mimpi besar dan harapan keluarga untuk menjadi tenaga kesehatan profesional. Menurutnya, perjalanan pendidikan di UNISA Yogyakarta menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena ia merasakan suasana kampus yang hangat dan penuh kekeluargaan.
“Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat yang menghadirkan rasa nyaman, rasa diterima, dan rasa kekeluargaan,” ujar Arman dalam sambutannya.
Ia menilai lingkungan UNISA Yogyakarta sangat terbuka bagi mahasiswa internasional. Di tengah perbedaan bahasa, budaya, agama, suku, dan negara, ia mengaku tidak pernah merasa dibedakan. Justru, ia merasakan kepedulian dan dukungan besar dari lingkungan kampus.
Menurut Arman, pengalaman belajar di UNISA Yogyakarta tidak hanya membentuk kemampuan akademik dan keterampilan klinik, tetapi juga mengajarkan nilai empati, kemanusiaan, serta jiwa pelayanan sebagai tenaga kesehatan.
“Kami belajar bahwa pasien bukan sekadar nama di catatan medis. Pasien adalah manusia yang membutuhkan perhatian, penguatan, dan harapan,” katanya.
Ia juga menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalani pendidikan profesi, mulai dari jadwal praktik yang padat, tugas akademik, hingga ujian yang menguji ketahanan mental. Namun, pengalaman tersebut justru membentuk mahasiswa menjadi lebih kuat dan siap menghadapi dunia kerja nyata.
Pada kesempatan itu, Arman turut menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen, pembimbing klinik, tenaga kependidikan, dan orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan para mahasiswa.
“Kami mengucapkan ‘Dhanyavaad’ dan ‘Aap sab ka bahut bahut shukriya’, terima kasih yang sebesar-besarnya atas ilmu, arahan, motivasi, dan doa yang selalu diberikan kepada kami,” ungkapnya.
Arman juga mengingatkan bahwa sumpah profesi yang diucapkan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan janji moral yang akan melekat sepanjang hidup sebagai tenaga kesehatan.
“Kehadiran tenaga kesehatan bukan hanya sebagai petugas medis, tetapi juga sebagai manusia yang membawa ketenangan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Arman berharap UNISA Yogyakarta terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang melahirkan tenaga kesehatan profesional, berakhlak, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat dunia.
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/mahasiswa-internasional.jpg13332000adminhttps://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.pngadmin2026-05-21 14:35:022026-05-21 14:35:05Mahasiswa Internasional Asal India Sebut UNISA Yogyakarta Jadi Rumah Kedua
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar Sumpah Profesi bagi lulusan Ners, Bidan, Fisioterapis, Tenaga Teknologi Laboratorium Medik, dan Radiografer di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 188 lulusan tenaga kesehatan yang siap memasuki dunia profesional dan mengabdikan diri bagi masyarakat.
Dalam laporan pendidikan yang disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., disebutkan bahwa peserta sumpah profesi terdiri dari 83 lulusan Profesi Ners, 71 lulusan Profesi Bidan, 28 lulusan Fisioterapis, 5 lulusan D4 Teknologi Laboratorium Medik, dan 1 lulusan D3 Radiologi. Sebanyak 177 lulusan atau 94 persen di antaranya meraih predikat pujian. Selain itu, capaian rata-rata Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) mencapai 92,89 persen.
Sumpah Profesi
Dr. Dewi Rokhanawati, S.Si.T., MPH., menyampaikan bahwa sumpah profesi bukan sekadar seremoni akademik, tetapi tonggak penting perjalanan lulusan sebagai tenaga kesehatan profesional. Ia menegaskan bahwa para lulusan harus siap menghadapi perubahan dunia kesehatan yang bergerak sangat cepat, mulai dari transformasi digital, artificial intelligence (AI), telemedicine, hingga pelayanan kesehatan berbasis data.
“Saat ini masyarakat tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan yang pintar, tetapi juga tenaga kesehatan yang berintegritas, mampu bekerja dalam tim interprofesional, menjunjung etika profesi, memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta empati yang tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa lulusan UNISA Yogyakarta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat melalui dedikasi dan pengabdian di dunia kesehatan. Selain itu, UNISA Yogyakarta terus berkomitmen mengembangkan kualitas pendidikan dengan membuka program magister hingga pengembangan program doktoral dan profesi baru di bidang kesehatan.
Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan para lulusan menyelesaikan pendidikan profesi. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa dunia kesehatan saat ini membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif, tangguh, serta mampu terus belajar mengikuti perkembangan zaman.
“Tenaga kesehatan yang mampu berkolaborasi, berkomunikasi dengan empati, berpikir kritis, dan mampu bekerja dalam tekanan dengan tetap menjaga profesionalisme akan menentukan seberapa jauh dapat bertahan dan bertumbuh,” ujarnya.
Rektor juga mendorong para lulusan untuk berani mengambil peluang kerja di tingkat internasional. Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai negara terus meningkat, sehingga menjadi kesempatan besar bagi lulusan UNISA Yogyakarta untuk berkiprah di dunia global melalui fasilitas UNISA Abroad Career Empowerment (U-ACE).
“Ke mana pun langkah kalian pergi, tetap jaga amanah, martabat, dan almamater tercinta,” pesannya kepada para lulusan.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris DPW PPNI DIY, Sri Rejeki Arum Wahyuni, SKM., MM., menegaskan bahwa sumpah profesi merupakan janji penting yang diucapkan kepada Tuhan dan negara. Ia juga mengingatkan bahwa setiap tenaga kesehatan yang akan praktik wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).
“Pegang teguh kode etik profesi. Jangan hanya menjadi tenaga kesehatan yang terampil, tetapi juga beretika,” ujarnya.
Ia turut mendorong seluruh lulusan untuk aktif bergabung dengan organisasi profesi di mana pun nantinya bertugas sebagai bentuk penguatan profesionalisme dan jejaring pengembangan karier.
Suasana haru juga terasa saat sambutan perwakilan peserta sumpah profesi disampaikan oleh mahasiswa internasional asal India, Muhammad Arman. Ia mengungkapkan apresiasinya terhadap UNISA Yogyakarta yang dinilai tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang menghadirkan rasa nyaman dan kekeluargaan.
“Di tengah perbedaan bahasa, budaya, agama, suku, dan negara, kami tidak pernah merasa dibedakan. Kami justru merasakan kepedulian, penghormatan, dan dukungan yang begitu besar dari lingkungan kampus,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman belajar di UNISA Yogyakarta tidak hanya membentuk kemampuan akademik dan keterampilan klinik, tetapi juga menanamkan nilai empati, kemanusiaan, dan pelayanan kepada pasien. Ia menyebut UNISA Yogyakarta sebagai kampus yang membuka ruang kebermanfaatan secara global dan mengajarkan nilai kemanusiaan untuk seluruh semesta.
Kegiatan sumpah profesi ditutup dengan prosesi pengucapan sumpah yang dipandu rohaniwan serta doa bersama sebagai simbol dimulainya pengabdian para lulusan sebagai tenaga kesehatan profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/sumpah-profesi.jpg13332000adminhttps://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.pngadmin2026-05-21 14:14:502026-05-21 14:14:53188 Lulusan Tenaga Kesehatan UNISA Yogyakarta Ikuti Sumpah Profesi, Siap Mengabdi dengan Etika dan Profesionalisme