Loading
  • Link to X
  • Link to Dribbble
  • Unduhan
  • Desain Guideline
  • Internasional
Telp: (0274) 4469199, Fax: (0274) 4469204, Email: info@unisayogya.ac.id
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Profil UNISA Yogya
  • Kuliah di UNISA Yogya
  • SDG`s UNISA Yogya
  • Kemahasiswaan & Alumni
  • PMB Unisa Yogya
  • Perpustakaan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
  • Profil UNISA Yogya
  • Kuliah di UNISA Yogya
  • SDG`s UNISA Yogya
  • Kemahasiswaan & Alumni
  • PMB Unisa Yogya
  • Perpustakaan

Archive for category: Berita Unisa Yogya

You are here: Home1 / Berita dan Informasi2 / Berita Unisa Yogya
Milad 109 `aisyiyah

Milad 109 ‘Aisyiyah Perkuat Dakwah Kemanusiaan, Launching 116 Posbakum Gratis dan TK ABA Semesta

21/05/2026/in 5 Gender Equality, Berita Unisa Yogya, News/by admin

Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah secara resmi menggelar resepsi peringatan Milad 109 `Aisyiyah di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, pada Selasa (19/5/2026). Perhelatan akbar ini menjadi tonggak sejarah penting bagi organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut dalam memperluas kiprahnya di tengah masyarakat.

Milad 109 `Aisyiyah

Mengusung tema besar “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, acara ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial. PP Aisyiyah turut melakukan aksi nyata dengan melaunching kembali Pos Bantuan Hukum (Posbankum) sebanyak 116.

“InsyaAllah akan kita kukuhkan kembali, kita launching kembali sebagai bentuk layanan kemanusiaan Pimpinan Pusat Aisyiyah kepada perempuan-perempuan yang mempunyai masalah hukum. Melalui Posbakum yang ada tanpa dipungut biaya sedikit pun,” ujar Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah.

Selain itu, PP Aisyiyah juga melakukan soft launching TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Semesta. Salmah menyebut hadirnya TK ABA Semesta merupakan kado dari Unisa Yogyakarta. “Terima kasih sebesar-besarnya kepada Unisa Yogyakarta yang telah banyak berkhidmat kepada Pimpinan Pusat Aisyiyah,” ucap Salmah.

Salmah juga menegaskan bahwa milad kali ini adalah momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen. Menurutnya, tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” secara gamblang mencerminkan arah gerakan ‘Aisyiyah yang sejak awal selalu menjadikan nilai kemanusiaan dan perdamaian sebagai jantung dari setiap dakwahnya.

“Sejak berdirinya Aisyiyah telah menunjukkan kiprah signifikan dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan  perempuan. Aisyiyah tidak  hanya  menjadi  pelopor gerakan  sosial  berbasis  agama,  tetapi  juga  menjadi  wadah  konsolidasi  sosial di tengah masyarakat.  Sampai saat ini Aisyiyah konsisten dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan perempuan serta anak-anak melalui pengelolaan lembaga pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi dan media cetak maupun online,” kata Salmah.

Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam pidatonya, ia menyebut usia 109 tahun adalah bukti kematangan sebuah organisasi. “Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan tahniah (ucapan selamat). Kami yakin dengan usia satu abad lebih sembilan tahun ini, ‘Aisyiyah akan semakin unggul, berkemajuan, dan terus memperkuat kontribusinya bagi bangsa,” ujar Haedar.

Menurut Haedar, sejak awal berdiri ‘Aisyiyah hadir untuk melawan dua hambatan besar bagi perempuan, yakni tafsir keagamaan konservatif dan budaya yang menempatkan perempuan hanya di ranah domestik.

“Hari ini miladnya ‘Aisyiyah ke-109 sebagai organisasi perempuan Islam modern pertama di Indonesia yang mendobrak dua hal. Pertama, pandangan agama yang konservatif yang menghalangi perempuan untuk berada dan berperan di ruang publik. Kedua, budaya yang tidak menghendaki perempuan berperan secara publik dan lebih ke domestik,” ujar Haedar.

Ia mengatakan, gerakan ‘Aisyiyah terus berkembang menjadi gerakan besar yang tidak hanya bergerak pada tataran pemikiran, tetapi juga aksi nyata di masyarakat. Salah satu tonggak pentingnya adalah pendirian Froebel yang menjadi embrio taman kanak-kanak.

“Aisyiyah bukan hanya gerakan pemikiran, tapi gerakan yang membumi dengan bikin Froebel sebagai embrio taman kanak-kanak. ‘Aisyiyah adalah perintis taman kanak-kanak di organisasi Islam, sehingga lahirlah TK pelopor,” katanya.

Kini, lanjut Haedar, ‘Aisyiyah juga telah memiliki berbagai amal usaha pendidikan hingga perguruan tinggi. Dalam Milad ke-109 ini, ‘Aisyiyah mengusung tema memperkokoh peran dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian.

Haedar menegaskan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan terus konsisten menjalankan program-program kemanusiaan di berbagai bidang, mulai dari kebencanaan, sosial, lingkungan, hingga advokasi hukum dan tanggap darurat internasional. “Pesan kemanusiaan dan kedamaian akan selalu lekat dengan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah,” ucapnya.

Di sisi lain, Haedar menyoroti situasi global yang dinilainya semakin memprihatinkan karena perang masih menjadi pilihan sejumlah negara besar. “Di level global kita menghadapi tantangan besar ketika perang menjadi pilihan oleh sebagian negara, bahkan negara adidaya. Itu menunjukkan kita sudah tidak lagi berada dalam falsafah hidup modern yang menjunjung tinggi kemanusiaan,” katanya.

Haedar bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai “prahara global” atau global catastrophe karena sulit dihentikan ketika pelakunya merupakan negara-negara yang memiliki dominasi dan hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, ia mengajak seluruh bangsa di dunia untuk terus menyuarakan penghentian perang demi kemanusiaan dan perdamaian global.

Selain fokus pada isu kemanusiaan, Haedar menegaskan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan terus mengembangkan program pendidikan strategis dan unggul, termasuk menghadirkan TK ABA Semesta yang diproyeksikan memiliki standar global.

Meski demikian, Muhammadiyah tetap berkomitmen melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat menengah ke bawah hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Kita tidak ingin menjadi gerakan yang borjuis. Muhammadiyah melayani semua lapisan masyarakat, dari tingkat atas, menengah, sampai ke bawah,” ujarnya.

Menurut Haedar, merawat seluruh lapisan masyarakat menjadi penting untuk menjaga persatuan dan potensi bangsa. “Kita rugi kalau kelas bawah atau rakyat jelata terus berlawanan dengan mereka yang ada di atas. Tapi kita juga menuntut kesadaran mereka yang ada di atas untuk selalu peduli pada mereka yang ada di bawah,” tutupnya.

Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti menilai bahwa substansi tema tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Ia berharap spirit milad mampu menggerakkan denyut dakwah hingga ke akar rumput.

“Semoga ‘Aisyiyah semakin kokoh sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang terus konsisten menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Warsiti.

Milad 109 `aisyiyah
Milad 109 `aisyiyah
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/milad-aisyiyah-1.jpg 1333 2000 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-21 10:12:182026-05-21 10:12:21Milad 109 ‘Aisyiyah Perkuat Dakwah Kemanusiaan, Launching 116 Posbakum Gratis dan TK ABA Semesta
Sekolah rakyat

UNISA Yogyakarta Hadirkan Appreciative Inquiry Coaching Untuk Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Rakyat

20/05/2026/in 13 Climate Action, 4 Quality Education, Berita Unisa Yogya, News/by admin

Di tengah meningkatnya tantangan krisi motivasi belajar pada kalangan remaja, khususnya anak-anak dari kelompok marjinal, Program Studi S1 Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menghadirkan langkah nyata melalui program Appreciative Inquairy Coaching (AIC) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul.

Sekolah Rakyat

Kegiatan ini merupakan implementasi Mata Kuliah Psikologi Pendidikan yang digagas oleh Dr.Komarudin,M.Psi.,Psikolog, dengan melibatkan mahasiswa S1 Psikologi UNISA secara langsung dalam pengabdian berbasis ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Program tersebut tidak hanya menjadi ruang praktik akademik, namun juga sarana membangun kebermaknaan pendidikan di tengah realitas sosial yang kompleks.

“ilmu psikologi tidak boleh berhenti sebagai diskusi teoritis di ruang kelas. Mahasiswa harus hadir menjadi bagian dari solusi sosial, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan motivasi dan harapan masa depan, “ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari pihak Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Puti Alifia Artalani, M.Pd., mengungkapkan bahwa banyak siswa di sekolah rakyat sebenarnya memiliki potensi besar, namun belum sepenuhnya menyadari makna pentind pendidikan bagi masa depan mereka.

“sebagian siswa belajar hanya karena tuntutan keluarga, bukan karena kesadaran pribadi. Motivasi mereka terlihat masih labil; karena itu program AIC dari UNISA menjadi pendekatan relevan untuk membantu mereka menemukan kembali semangat belajarnya,’jelasnya

Pendekatan AIC sendiri dikenal sebagai metode pengembangan diri yang berfokus pada kekuatan dan potensi individu, bukan pada kelemahan dan kekurangan. Melalui tahapan 5 D, Define, Discover, Dream, Design, dan Destiny, siswa diajak mengenali pengalaman positif, membangun impian, hingga merancang masa depan yang ingin mereka capai.

Metode ini memberikan dampak nyata bagi para peserta. Salah satunya dirasakan oleh Fino, siswa peserta coaching yang mengaku pelatihan tersebut membantunya menata ulang pola pikir dana rah hidupnya.

“Saya jadi sadar kalua mimpi besar tidak cukup hanya dipikirkan, saya harus mulai membangun diri, belajar lebih serius, dan mencari pengalaman baru supaya bisa mencapai tujuan yang saya impikan,”ungkapnya.

Namun, pelaksanaan program yang hanya dilakukan sehari ini masih perlu diuji validitas dan dampaknya karena merubah sebuah perilaku belajar itu butuh proses yang tidak singkat. AIC yang berangkat dari filosofi positif education sebagai pemantik siswa untuk menemukan potensi diri, sehingga motivasi belajarnya pun akan ikut meningkat.

Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa S1 Psikologi UNISA dengan pihak sekolah, program ini menunjukkan bahwa keterbatasan latar belakang sosial bukan penghalang untuk memiliki mimpi besar dan masa depan yang lebih baik. Pendidikan diposisikan bukan sekedar kewajiban formal, melainkan jalan untuk membangun kemandirian, harga diri, dan kesejahteraan hidup.

Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai gerakan pengabdian bidang pendidikan berbasis psikologi positif, sekaligus menjadi inspirasi perubahan sosial dapat dimulai dari keberanian melihat potensi di balik keterbatasan.

Sekolah rakyat
Sekolah rakyat
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/sekolah-rakyat.jpeg 720 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-20 22:07:122026-05-20 22:07:30UNISA Yogyakarta Hadirkan Appreciative Inquiry Coaching Untuk Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Rakyat
Ulama `aisyiyah

Respons Tantangan Zaman, Ulama ‘Aisyiyah Rancang Konstruksi Pemikiran Keumatan dan Kebangsaan

19/05/2026/in 13 Climate Action, Berita Unisa Yogya, News/by admin

Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menggelar Konferensi dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ulama ‘Aisyiyah di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Senin (18/5/2026). Mengusung tema “Konstruksi Pemikiran Ulama ‘Aisyiyah: Respons terhadap Isu Keumatan dan Kebangsaan”, acara tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai lembaga, termasuk Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Selain itu, Konferensi dan silaturahmi ini turut menjadi salah satu rangkaian puncak Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang diperingati pada Selasa (19/5/2026).

Ulama `Aisyiyah

Ketua PP ‘Aisyiyah sekaligus anggota Badan Pembina Harian (BPH) Unisa Yogyakarta, Siti Aisyah, menyampaikan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya forum bersejarah ini. Dalam sambutannya, Aisyah menegaskan bahwa Konferensi dan Silatnas Ulama ‘Aisyiyah ini digelar dengan landasan teologis yang sangat kuat, salah satunya merujuk pada Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 122.

Ia mengingatkan bahwa dalam kondisi kritis atau situasi perang sekalipun, kegiatan mengkaji ilmu atau ber-tafakkuh fiddin tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Segenap umat Muslim tidak sepatutnya pergi berperang seluruhnya, melainkan harus ada sebagian golongan yang tetap memperdalam ilmu agama.

Dalam proses dakwah dan pengembangan ilmu tersebut, Siti Aisyah memberikan penekanan khusus pada signifikansi peran ulama perempuan. Menurutnya, ulama ‘Aisyiyah bukanlah sosok yang pasif, melainkan berani tampil menggelorakan dakwah amar makruf nahi mungkar dengan prinsip ar-ruju’ ilal Quran was Sunnah.

“Realitas di dalam kehidupan menunjukkan bahwa kadang-kadang tampilnya ulama perempuan memang kurang diperhitungkan. Mungkin ulama perempuan telah banyak menulis, tetapi tulisannya belum menjadi rujukan. Ulama perempuan sudah bersuara, tetapi suaranya mungkin belum menjadi rujukan. Karena itulah, ‘Aisyiyah secara kolektif melalui acara ini menjadi forum untuk ijtihad-ijtihad kolektif para ulama perempuan,” ucap Aisyah dalam sambutannya, Senin (18/5/2026).

Lebih lanjut, Siti Aisyah menjelaskan bahwa perhelatan besar ini dibagi menjadi dua kelas materi intensif untuk merumuskan pandangan keagamaan ‘Aisyiyah yang berkemajuan. Kelas pertama fokus pada penyusunan Tafsir Tematik tentang Perempuan Berkemajuan sebagai kontribusi untuk Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah. Sementara kelas kedua fokus pada perumusan Fikih Perempuan Berkemajuan, sebuah metode fikih integralistik berbasis maqashid syariah yang tidak hanya melihat hukum secara teks kaku, melainkan mengedepankan kemaslahatan dan pemberdayaan perempuan.

Tidak berhenti pada kajian teoretis, forum ini juga dirancang untuk menyepakati road map pengembangan Ulama ‘Aisyiyah selama tujuh tahun ke depan. Melalui peta jalan tersebut, ‘Aisyiyah menargetkan transformasi kader, dari yang semula berperan sebagai ulama mubalighat (penyampai) dan tarbiyah (pendidik), meningkat menjadi ulama mujtahidah—sosok pemikir mutakhir yang mampu memfatwakan solusi, melakukan penelitian, serta menjawab berbagai problematika riil umat dan bangsa.

Tidak berhenti pada kajian teoretis, forum ini juga dirancang untuk menyepakati road map pengembangan Ulama ‘Aisyiyah selama tujuh tahun ke depan. Melalui peta jalan tersebut, ‘Aisyiyah menargetkan transformasi kader, dari yang semula berperan sebagai ulama mubalighat (penyampai) dan tarbiyah (pendidik), meningkat menjadi ulama mujtahidah—sosok pemikir mutakhir yang mampu memfatwakan solusi, melakukan penelitian, serta menjawab berbagai problematika riil umat dan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya konferensi dan silaturahmi nasional perdana ini. Salmah menilai tema yang diangkat sangat krusial karena merekonstruksi pemikiran ulama perempuan dalam merespons dinamika zaman.

“Tema ini sangat relevan dengan situasi saat ini. Kehidupan sekarang ditandai dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi ulama,” kata Salmah.

Salmah kembali menegaskan peran ulama yang harus mampu menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat, seperti maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga, krisis moral generasi muda, hingga gejala agnostisisme. Dalam hal ini, ulama perempuan ‘Aisyiyah diharapkan dapat mengambil peran strategis sebagaimana tokoh-tokoh ulama perempuan dalam sejarah Islam.

Salmah menyebut sejumlah nama besar yang menjadi teladan perempuan berkemajuan, di antaranya Siti Aisyah, Ummu Salamah, Sayyidah binti Hasan, Rabi’ah al-Adawiyah, hingga Nyai Siti Walidah, tokoh rahim ‘Aisyiyah sekaligus istri pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Melalui forum ini, Salmah berharap Ulama ‘Aisyiyah dapat mengkonsolidasikan gagasan untuk melahirkan keputusan-keputusan hukum dan sosial yang solutif serta kontekstual. Ia juga bercita-cita agar forum ini melahirkan kembali sosok ulama ‘Aisyiyah baru yang kiprah dan kebesarannya mampu melampaui Nyai Walidah.

“Semoga pertemuan ini bisa menghasilkan rumusan pemikiran yang konstruktif, kemudian memperkuat ulama ‘Aisyiyah, dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun kehidupan bangsa yang berkemajuan,” ucap Ketua Umum PP ‘Aisyiyah tersebut sekaligus membuka Konferensi dan Silatnas Ulama ‘Aisyiyah secara resmi.

Ulama `aisyiyah
Ulama `aisyiyah
Ulama `aisyiyah
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/ulama-aisyiyah-1.jpeg 960 1280 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-19 09:24:202026-05-19 09:24:24Respons Tantangan Zaman, Ulama ‘Aisyiyah Rancang Konstruksi Pemikiran Keumatan dan Kebangsaan
Bayi

Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita

18/05/2026/in 1 No Poverty, 4 Quality Education, Berita Unisa Yogya, News/by admin

Kelahiran seorang bayi biasanya disambut dengan rasa syukur dan harapan. Namun kenyataannya, tidak semua bayi lahir dalam situasi yang diinginkan. Ada bayi yang hadir di tengah ketakutan, tekanan sosial, kemiskinan, trauma, atau konflik keluarga. Bahkan, tidak sedikit kasus ketika ibu yang baru melahirkan menolak untuk mengasuh bayinya sendiri. Pada titik inilah muncul pertanyaan yang menggugah nurani: siapakah yang bertanggung jawab atas keselamatan, pengasuhan, dan tumbuh kembang bayi tersebut?

Bayi

Menurut saya, bayi yang tidak diinginkan justru menjadi ujian paling nyata bagi etika profesi dan nilai kemanusiaan kita. Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan, apakah itu terjadi karena hubungan yang tidak direncanakan, kekerasan seksual, perselingkuhan, atau ketidakmampuan ekonomi. Karena itu, status “tidak diinginkan” sama sekali tidak mengurangi martabatnya sebagai manusia. Setiap bayi memiliki hak untuk hidup, memperoleh perlindungan, mendapatkan nutrisi, kasih sayang, dan kesempatan tumbuh berkembang secara optimal. Prinsip ini ditegaskan oleh World Health Organization dan United Nations Children’s Fund yang menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, perkembangan, dan perlindungan.

Dalam praktik kebidanan dan pelayanan kesehatan, situasi ini menimbulkan dilema etik yang kompleks. Bidan dan dokter wajib menyelamatkan bayi yang lahir, tetapi pada saat yang sama mereka juga harus menghormati kondisi psikologis ibu. Ibu mungkin mengalami depresi, trauma, ketakutan terhadap stigma, atau merasa tidak sanggup membesarkan anaknya. Di sinilah prinsip etika profesi bekerja. Prinsip beneficence menuntut tenaga kesehatan untuk melakukan yang terbaik bagi bayi. Prinsip non-maleficence mengingatkan agar tidak membiarkan bayi terlantar. Prinsip justice menegaskan bahwa setiap anak berhak atas perlakuan yang adil. Sementara prinsip penghormatan terhadap martabat manusia mengharuskan kita memperlakukan bayi sebagai individu yang bernilai.

Saya meyakini bahwa ketika ibu menolak mengasuh bayinya, tanggung jawab tidak boleh berhenti pada ibu seorang. Orang tua biologis memang merupakan pihak pertama yang bertanggung jawab. Namun jika ibu menolak dan ayah tidak hadir atau tidak mau terlibat, maka kewajiban tersebut harus diambil alih oleh sistem yang lebih luas. Rumah sakit harus memastikan bayi tetap dirawat. Pekerja sosial dan dinas sosial perlu melakukan asesmen dan menyediakan pengasuhan sementara. Negara memiliki kewajiban hukum untuk menjamin hak anak. Lembaga pengasuhan dan adopsi resmi dapat menjadi solusi yang aman dan legal. Organisasi masyarakat dan lembaga keagamaan, seperti Aisyiyah, juga dapat berperan melalui pendampingan psikologis, spiritual, dan bantuan sosial.

Namun, penting untuk dipahami bahwa ibu yang menolak bukan selalu sosok yang kejam. Banyak ibu yang berada dalam tekanan mental yang sangat berat. Sebagian merasa takut, malu, atau tidak memiliki dukungan keluarga. Oleh sebab itu, mereka juga membutuhkan pertolongan. Empati kepada ibu dan perlindungan kepada bayi harus berjalan bersama. Menolong bayi tidak berarti menyalahkan ibu, melainkan memastikan bahwa keduanya memperoleh hak untuk hidup dengan bermartabat.

Menurut saya, ukuran peradaban suatu bangsa tidak terletak pada kemajuan teknologi atau pertumbuhan ekonomi, melainkan pada cara bangsa tersebut memperlakukan anggota yang paling rentan. Bayi yang baru lahir dan ditolak oleh keluarganya adalah simbol kerentanan yang paling nyata. Jika kita mampu melindungi mereka, maka kita telah menjaga nilai kemanusiaan. Sebaliknya, jika kita membiarkan mereka terlantar, kita sesungguhnya sedang gagal sebagai masyarakat yang beretika.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab atas bayi yang tidak diinginkan memiliki jawaban yang tegas: kita semua. Orang tua, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan bahwa setiap bayi memperoleh kesempatan hidup, tumbuh, dan berkembang dengan layak. Bayi tersebut mungkin tidak diinginkan oleh seseorang, tetapi ia tetap layak dicintai dan dilindungi oleh kemanusiaan kita bersama.

Oleh: Prof. Dr.Mufdlilah, S.Pd., S.SiT., M.Sc.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam, Kemuhammadiyahan- Ke `Aisyiyahan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Dosen Program Studi Kebidanan Unisa Yogyakarta.

Bayi
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/bayi.jpg 768 1376 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-18 08:25:162026-05-18 08:25:28Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
juara nasional

Inovasi Ibu Hamil Bawa Mahasiswa UNISA Juara Nasional

15/05/2026/in 3 Good Health and Well Being, 4 Quality Education, Berita Unisa Yogya, News, Prestasi Mahasiswa/by admin

Mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan juara nasional. Della Adelia, mahasiswa Sarjana Kebidanan angkatan 6, berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang FAPERTA FAIR 2026 pada kategori Essay Competition subtema kesehatan.

Juara Nasional

Kompetisi berskala nasional tersebut diikuti oleh 148 peserta yang tergabung dalam 85 tim dari 47 perguruan tinggi di 15 provinsi di Indonesia. FAPERTA FAIR 2026 sendiri menghadirkan dua cabang perlombaan, yakni lomba esai dengan sembilan subtema dan business plan. Rangkaian kegiatan dimulai sejak Januari 2026, mulai dari tahap pendaftaran, seleksi karya, hingga presentasi finalis yang dilaksanakan pada 9–11 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Mataram.

Pada kompetisi ini, Della mengangkat karya berjudul “Ruang Kreatif Ibu Hamil (RUKMI): Optimalisasi Kelas Ibu Hamil Melalui Model Layanan Holistik Berdaya Berbasis Komunitas.” Melalui gagasan tersebut, ia menawarkan inovasi pengembangan kelas ibu hamil yang tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga membangun pemberdayaan komunitas secara holistik untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan keluarga.

Ketertarikan Della mengikuti kompetisi ini berawal dari keinginannya untuk mencoba pengalaman baru sekaligus memperdalam kemampuan menulis ilmiah. Menurutnya, mengikuti lomba esai menjadi salah satu cara efektif untuk belajar menyusun gagasan berbasis data dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

“Lomba ini membuat saya belajar banyak hal, mulai dari mencari masalah, menyusun novelty, hingga mengemas ide menjadi solusi yang sistematis dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses penyusunan karya, Della mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait biaya serta rasa takut untuk bersaing di tingkat nasional. Selain itu, ia juga harus membagi waktu di tengah padatnya aktivitas akademik. Meski demikian, proses tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang melatih konsistensi, keberanian, dan kemampuan public speaking, terutama saat mempresentasikan karya di hadapan dewan juri.

Keberhasilan meraih Bronze Medal menjadi pencapaian yang bermakna bagi Della. Ia mengungkapkan bahwa prestasi tersebut menghadirkan semangat baru untuk terus berkembang dan mencoba berbagai kompetisi ilmiah lainnya.

“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa ide sederhana yang ditulis dengan hati dan logika yang kuat tetap memiliki daya tawar besar untuk membawa perubahan nyata,” tuturnya.

Selain menjadi bentuk pencapaian pribadi, prestasi ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa UNISA lainnya agar lebih berani keluar dari zona nyaman dan aktif mengikuti kompetisi nasional maupun internasional. Menurut Della, budaya kompetitif yang sehat penting untuk mendorong mahasiswa terus meningkatkan kualitas diri dan keberanian dalam menyuarakan inovasi.

Della juga menekankan bahwa karya ilmiah mahasiswa memiliki kontribusi besar bagi masyarakat karena mampu menghadirkan solusi berbasis pengetahuan dan penelitian terhadap berbagai persoalan kesehatan. Melalui pengalaman ini, ia berharap dapat terus mengembangkan ide-ide kreatif yang berdampak nyata, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan keluarga.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama keluarga yang selalu memberikan motivasi serta doa selama proses perlombaan. Selain itu, dukungan dosen pembimbing akademik, Ibu Abel dan Ibu Solaikhah, turut berperan penting dalam memberikan arahan dan pendampingan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Lingkungan akademik UNISA juga dinilai memberikan dukungan positif bagi mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi. Fasilitas kampus yang kondusif serta apresiasi terhadap capaian mahasiswa menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi dan semangat kompetisi di kalangan mahasiswa.

Della berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang karya tulis ilmiah dan menargetkan prestasi yang lebih tinggi, termasuk mengikuti kompetisi esai tingkat internasional. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk tidak takut mencoba peluang baru.

“Jangan pernah ragu mengambil setiap peluang yang ada, karena kita tidak pernah tahu di titik mana usaha tersebut akan membawa kita pada keberhasilan,” pesannya.

juara nasional
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/05/prestasi.jpeg 554 720 admin https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.png admin2026-05-15 13:46:292026-05-15 13:46:31Inovasi Ibu Hamil Bawa Mahasiswa UNISA Juara Nasional
Page 4 of 367«‹23456›»
Advertise hereAdvertise here

Berita Terbaru

  • Panel surya
    Bongkar Mitos Panel Surya, Mahasiswa UNISA Gagas Edukasi Fikih Hijau10/06/2026 - 11:01
  • Diskusi internasional
    UNISA Yogyakarta Gelar Diskusi Internasional Bahas Peran Agama, Sains, dan Kearifan Lokal dalam Mengatasi Krisis Lingkungan08/06/2026 - 15:48
  • Fikih hijau
    Wujud Fikih Hijau, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Perluas Akses Air Bersih RO di Karanganyar08/06/2026 - 10:17
  • Stunting
    Cegah Stunting dan KEK, Profesi Bidan UNISA Yogyakarta Gelar Edukasi Olahan Pangan Lokal05/06/2026 - 14:32
  • Silaturahmi
    Songsong Milad Ke-35, UNISA Yogyakarta Luncurkan Logo Baru dan Perkuat Komitmen Pengabdian05/06/2026 - 10:59
  • Komunikasi unisa
    Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta Raih Juara Lomba Puisi Internasional di Malaysia04/06/2026 - 15:14
  • Bantuan
    Unisa Yogyakarta Terima Bantuan Sarana Laboratorium Komputer dan Z-Coffee dari Baznas03/06/2026 - 13:59
  • Kampus sehat
    Wujud Kampus Sehat, Unisa Yogyakarta Distribusikan 2.000 Paket Kurban Ramah Lingkungan02/06/2026 - 15:02
  • Khutbah idul adha
    Khutbah Idul Adha di UNISA Yogyakarta Angkat Kisah Keteguhan Iman Nabi Ibrahim02/06/2026 - 14:45
  • Idul adha
    Idul Adha, Menyelami Makna Pengorbanan Nabi Ibrahim26/05/2026 - 09:49

Kolaborasi

Iium logo 2019.svg
Mahidol u
Segi logo
1284 logo 1280 removebg preview
Ibaraki removebg preview
Images 1 removebg preview
University of leeds
Nowhiring 01 removebg preview
A3cfc8d10cdc0e37b8f43686c84e10cb56c9336a7b658aa3eb9a1270c28ef533
Logo jawi umk 1 cptnh9jvdwaz
Logo unishams full d142d40f
Dhurakij pundit university feature img removebg preview
Utm logo full
Usm logo
Logo uthm web removebg preview
Umpsa bangunan 1764x719
Unital removebg preview
Logo left 1024x385
Images removebg preview
Uitm universiti teknologi mara logo png transparent
Logo la trobe university
Logo umam offical 04
Saxion university of applied sciences logo.svg
Unikl1
Asia logos1

Jam Kerja Kantor

Senin-Jumat: 08:00-16:30 WIB

Alamat

Kampus Terpadu:
Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63 Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. 55292
Telepon: (0274) 4469199
Fax.: (0274) 4469204
Email: info@unisayogya.ac.id
Kampus I:
Jl. Munir 267 Serangan, Ngampilan, Yogyakarta.
Telepon: (0274) 374427

UNISA Virtual Tour

Sertifikasi oleh

Iso logoIso logo

© Copyright - Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta - Enfold WordPress Theme by Kriesi
  • Link to X
  • Link to Dribbble
Scroll to top Scroll to top Scroll to top
  • ←
  • Contact Us
    Contact Form

  • WhatsApp