Cegah Anemia Sejak Dini, Dosen UNISA Gelar Edukasi Gizi di SD Muhammadiyah Demak Ijo
Persoalan gizi pada anak usia sekolah merupakan isu kesehatan kompleks yang tidak berdiri sendiri. Kondisi ini rentan dipicu oleh penyakit infeksi, tingginya risiko anemia, hingga kurangnya kuantitas serta kualitas asupan gizi harian. Merespons tantangan tersebut, tim dosen dari Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengambil langkah proaktif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Anemia
Melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Kebidanan dan Fisioterapi, akademisi UNISA Yogyakarta menyelenggarakan edukasi kesehatan komprehensif bagi siswa kelas V di SD Muhammadiyah Demak Ijo, Banyuraden, Kabupaten Sleman, pada Rabu (29/07/2026). Rangkaian kegiatan ini berfokus pada penanaman kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, langkah pencegahan infeksi, serta antisipasi anemia.
Tidak sekadar mendengarkan materi, para siswa diajak mempraktikkan aktivitas fisik yang dikawal oleh tim fisioterapi guna menstimulasi motorik dan tumbuh kembang anak. Agenda preventif ini kemudian diparipurnakan dengan pembagian dan edukasi konsumsi tablet tambah darah bagi siswi remaja putri.
Perwakilan tim dosen UNISA Yogyakarta, Luluk Rosida, S.ST., M.KM., menegaskan bahwa asupan gizi seimbang dan suplementasi zat besi adalah tameng utama memutus mata rantai anemia.
“Edukasi ini dirancang agar anak-anak terbiasa bergerak aktif dan menanamkan kedisiplinan konsumsi zat besi, khususnya bagi remaja putri, demi masa depan yang lebih sehat,” tutur Luluk.
Inisiatif kolaboratif ini menjawab tantangan riil di lapangan. Guru Kelas V SD Muhammadiyah Demak Ijo mengungkapkan bahwa kendati program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah didistribusikan, fenomena pilih-pilih makanan (picky eater), khususnya keengganan mengonsumsi sayur, masih menjadi kendala. Melalui sentuhan edukasi kampus ini, para siswa diharapkan mampu mengubah pola pikir dan mulai menyukai aneka ragam makanan bergizi.








































