Unisa Festival 2026: Donasi Rp20 Juta dan Beasiswa dari Botol Plastik
Universitas ’Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar Unisa Festival 2026 di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Jumat–Sabtu (9–10/10/2026). Memasuki usia ke-35 tahun, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan kampus, tetapi juga menghadirkan aksi sosial, pemberdayaan UMKM, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Mengusung tema Melampah Sesarengan, Unisa Fest 2026 menjadi wadah untuk memperluas dampak perguruan tinggi bagi masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran donasi untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penyandang disabilitas serta pengelolaan sampah botol plastik untuk mendukung program beasiswa mahasiswa.
Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta, Ali Imron, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat luas. Upaya tersebut dilakukan melalui diseminasi hasil riset, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan UMKM, terutama yang berada dalam jaringan Muhammadiyah.
Unisa Yogyakarta juga memiliki UMKM binaan di bawah Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora, khususnya Program Studi Manajemen. Dalam Unisa Fest 2026, pelaku usaha tersebut turut mendapat ruang untuk memperkenalkan dan mengembangkan usahanya.
Imron menjelaskan, bantuan bagi UMKM disabilitas tidak diberikan sekadar sebagai bantuan konsumsi, tetapi ditujukan untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka. “UMKM yang disabilitas ini bukan untuk diberikan bantuan atau konsumsi, tetapi mereka memang sudah memiliki usaha, sehingga sumbangan yang kita berikan itu dapat menambah modal mereka,” kata Imron, Sabtu (10/10/2026).
Dari hasil kegiatan amal atau charity serta dukungan Unisa Yogyakarta, total dana yang disiapkan untuk membantu pelaku UMKM tersebut mencapai Rp20 juta. Selain aksi sosial, Unisa Fest 2026 menghadirkan Pasar Rakyat yang melibatkan 20 tenant UMKM warga sekitar kampus dan pelaku usaha penyandang disabilitas. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kampus terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
Botol Plastik Bekas untuk Beasiswa Mahasiswa
Selain pemberdayaan UMKM, Unisa Yogyakarta mengembangkan program pengumpulan dan pengolahan botol plastik bekas melalui Mahasiswa Sadar Infak Sedekah (Madaris) bersama Lazismu Unisa Yogyakarta. Pengelolaan botol plastik bekas ini juga dikenalkan dalam rangkaian Unisa Festival 2026.
Pembina Madaris sekaligus Manajer Eksekutif Lazismu Unisa Yogyakarta, Andis, mengatakan program tersebut telah dimulai sejak 2024. Botol plastik yang dikumpulkan mahasiswa tidak langsung dijual, tetapi terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenis dan warnanya.
Tutup botol dan label merek dilepas sebelum botol dipisahkan sesuai warna, kemudian dijual kepada pengepul. Hasil penjualan selanjutnya dihimpun untuk mendukung program beasiswa mahasiswa.
“Tujuan kita sebenarnya ingin menyosialisasikan kepada mahasiswa bahwa infak yang kalian berikan ke Lazismu, ke Madaris itu akan kembali ke mahasiswa itu sendiri dalam bentuk program beasiswa,” ujar Andis.
Program beasiswa tersebut mencakup beasiswa living cost berupa bantuan sembako setiap bulan dan beasiswa Serdadu yang dibuka setiap awal semester. Selain hasil penjualan botol plastik, pendanaan juga didukung infak mahasiswa, termasuk infak Senin-Kamis.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1,5 juta per semester. Secara keseluruhan, sekitar 90 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa dari hasil penjualan botol bekas dan infak yang dikelola melalui program tersebut. Dana infak juga dapat digunakan untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar biaya kuliah maupun membutuhkan biaya pengobatan.
Kumpulkan Ribuan Botol Plastik selama Unisa Festival 2026
Program pengumpulan botol plastik juga menjadi bagian dari komitmen Unisa Yogyakarta untuk mewujudkan kampus hijau atau Green Campus. Melalui program ini, kampus berupaya memperkuat penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.
Selama Unisa Fest 2026, pengunjung diajak membawa minimal tiga botol plastik bekas yang sudah dibersihkan untuk dikumpulkan dan dikelola melalui Madaris. Andis menyebut, selama pelaksanaan Unisa Fest 2026, jumlah botol plastik yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 1.500 botol. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena pengumpulan berlangsung hingga sore hari.
Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah. Ia mengatakan, pada awal program, botol plastik yang terkumpul masih bercampur dengan berbagai jenis sampah. Namun, setelah dilakukan edukasi dan sosialisasi secara rutin, masyarakat mulai terbiasa memisahkan botol plastik dari sampah lainnya.
“Tujuan kita ingin mengajak teman-teman mahasiswa, ayo peduli lingkungan. Kita sama-sama pilah botol kita sendiri dan ayo kita kelola dengan baik, barangkali ke depannya bisa lebih bermanfaat buat teman yang lain,” kata Andis.
Ia berharap, praktik pengelolaan botol plastik yang telah berjalan di lingkungan kampus dapat diperluas ke masyarakat sekitar. Dengan begitu, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membantu sesama.








































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!