11 Sustainable Cities and Communities 3 Good Health and Well Being 4 Quality Education

Blusukan 1 Bulan, Mahasiswa Bidan UNISA Yogyakarta Sukses Scan Kesehatan Ratusan Warga Sleman

, , , ,
bidan

Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading. Semangat inilah yang dibuktikan oleh mahasiswa Program Studi Profesi Bidan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Selama satu bulan penuh, mulai 5 Januari hingga 7 Februari 2026, mereka terjun langsung ke tengah masyarakat Padukuhan Karang Tengah, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Mahasiswa Bidan

Melalui program Praktik Kebidanan Komunitas, para calon bidan profesional ini melakukan penelitian membenahi kualitas kesehatan warga. Tak tanggung-tanggung, mereka menyasar seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lansia.

Koordinator kegiatan, Ellyda Rizki Wijhati, S.ST.,M.Keb., mengungkapkan bahwa mahasiswa mengawali kegiatan dengan mendata 609 Kepala Keluarga (KK). Dari data tersebut, dipilih 140 KK untuk mendapatkan pendampingan intensif one-on-one.

“Fokus kami menyeluruh. Untuk bayi dan balita, mahasiswa melakukan skrining tumbuh kembang menggunakan KPSP kepada 99 anak. Hasilnya menggembirakan, 100 persen tumbuh kembang mereka sesuai usia,” ujar Ellyda.

Selain balita, mahasiswa juga memantau ketat ibu hamil risiko tinggi. Tiga bumil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan risiko perdarahan mendapatkan intervensi khusus agar persalinan nanti berjalan aman.

Salah satu terobosan penting dalam praktik kali ini adalah edukasi kesehatan reproduksi. Mahasiswa berhasil mengajak 36 Pasangan Usia Subur (PUS) untuk melakukan pemeriksaan HPV DNA di Puskesmas Gamping II. Langkah ini krusial sebagai deteksi dini kanker serviks yang menjadi pembunuh nomor satu wanita di Indonesia.

Tak hanya orang dewasa, 68 remaja putri juga dilatih melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mencegah kanker payudara, serta edukasi mengenai nyeri haid (dismenore).

Di sektor penyakit tidak menular, mahasiswa menggelar cek kesehatan gratis yang diikuti antusias oleh warga. Sebanyak 88,2 persen dari 229 warga yang dikaji berhasil diskrining terkait risiko hipertensi dan diabetes melitus.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Puskesmas Gamping II ini membuktikan bahwa lulusan UNISA Yogyakarta tidak hanya jago kandang di klinik, tapi juga tangguh di lapangan. Mereka mampu berbaur, mulai dari urusan medis hingga aktif di kegiatan pengajian warga, menegaskan profil lulusan yang kompeten dan berjiwa sosial.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *