Pos

Umroh

Yogyakarta, 15 Maret 2025 – Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sangat bersyukur mendapatkan kesempatan memberangkatkan dua muballigh akar rumput dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menunaikan ibadah umroh. Pemberangkatan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam berdakwah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta kontribusi dalam membangun masyarakat berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen UNISA Yogyakarta dalam mendukung para muballigh yang berjuang di lapangan, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan dakwah cukup besar. “Kami berharap perjalanan umroh ini tidak hanya menjadi pengalaman spiritual yang bermakna bagi para muballigh, tetapi juga semakin menguatkan semangat dakwah mereka dalam membimbing umat,” ujar Warsiti, Sabtu (15/3/2025).

Para muballigh yang diberangkatkan, Abdul Qadir Lenamah dan Zulkifli, telah bertahun-tahun mengabdikan diri di NTT dengan berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu dari mereka, Abdul Qadir Lenamah, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini. “Ini adalah anugerah yang luar biasa. Semoga perjalanan ini semakin memperkuat tekad kami dalam berdakwah dan mengabdi untuk umat,” katanya.

Pemberangkatan umroh ini merupakan bagian dari program UNISA Yogyakarta dalam mendukung pengembangan dakwah di daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan. Ke depan, UNISA Yogyakarta berharap dapat terus berkontribusi dalam memberdayakan para muballigh dan masyarakat melalui berbagai program pendidikan, kesehatan,  sosial, dan keagamaan.

Kesehatan mental

Dosen Program Studi (Prodi) Psikologi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Ratna Yunita Setiyani Subardjo., S.Psi, M.Psi, Psikolog mendapat penghargaan dari Universiti Kebangsaan Malaysia atas dedikasi dan perhatian terhadap isu kesehatan mental. Ratna mengambil peran untuk membantu menjaga kesehatan mental tidak hanya pada mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia namun juga keluarga dan lingkungan.

Perempuan yang sedang mengenyam pendidikan S3 di Universiti Kebangsaan Malaysia itu dinilai berperan dalam membantu memberikan pertolongan melalui program-program berkaitan kesehatan mental, juga pendekatan dengan konseling dan Psikoterapi. Program kesehatan mental yang dilakukan Ratna telah memberikan dampak positif bagi banyak mahasiswa Indonesia di Universiti Kebangsaan Malaysia khususnya, dan mahasiswa dari berbagai negara lain pada umumnya.

Nita menyebut mengungkapkan kesehatan mental menjadi faktor utama untuk membuat seseorang bahagia dan berdaya. Ibarat bensin, kesehatan mental adalah penggerak bagi tubuh untuk bergerak maju, melaju dengan semangat, karena berdaya dan happy melakukannya.

Happy ini bukan melulu bicara soal kebahagiaan yang selalu tertawa, tetapi mampu bermanfaat bagi yang lain dan menjadi inspirasi untuk bangkit dari keterpurukan atau masalah, merupakan output besar bagi mereka yang sedang dalam masalah. Kasus yang terjadi pada mahasiswa, family, couples, dan umum lebih banyak seputar kasus kesehatan mental yang ringan hingga berat,” ungkap Nita, Selasa (11/3/2025).

Lebih lanjut Nita mengatakan jika kasus kesehatan mental ringan sebenarnya dapat dilatih untuk dikelola sendiri, jika medium maka perlu dibantu dengan konseling dan terapi ringan tergantung kasusnya. Jika berat maka perlu rujukan atau dibantu diberikan terapi dengan pendampingan berkala. Beberapa kasus serius berkaitan dengan depresi, bunuh diri, dan gangguan jiwa berat menjadi perhatian khusus.

“Bukan hanya mahasiswa yang dilibatkan dalam proses konseling dan terapi, namun juga keluarga mahasiswa secara paripurna. Upaya menjaga kesehatan mental dilakukan dengan berbagai upaya seperti preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif. Preventif dengan promotif berupa kampanye kesehatan jiwa, bekerja sama dengan PKPK UKM (PsiTra Klinik Psikologi dan Konsultasi Universiti Kebangsaan Malaysia), Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Kebangsaan Malaysia dan PSITRA (Pusat Kajian Psikologi dan Kesejahteraan Manusia),” jelasnya.

Nita menegaskan bahwa kesehatan mental menjadi isu yang perlu diperhatikan saat ini. Sebab tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa. “Badan kita sakit secara fisik, kalau ada kemauan dan motivasi sembuh, kita akan rajin minum obat, rajin datang ke konselor atau psikolog untuk membuat kita better. Kalau mental kita sakit, biar fisik sehat berasa tak mau melakukan apa-apa, maka muncul perasaan was-was, overthinking, kecemasan yang dapat mengakibatkan depresi yang berkembang menjadi gangguan jiwa jika tidak segera dicegah,” ungkap Nita.

Nita pun mengharapkan banyak pihak lagi yang menaruh perhatian pada isu kesehatan mental. Hal tersebut bisa dilakukan dengan meningkatkan komunikasi, empati, kreativitas, jejaring. “Action soon/do it now mulai dari sekarang. Dari hal sederhana dan dari diri kita sendiri,” ucap Nita.

Guru paud

Anak usia dini (0-6 tahun) bak kanvas kosong, penuh warna-warni spontanitas, rasa ingin tahu yang meledak-ledak, dan imajinasi tanpa batas. Namun, di balik kelincahan dan keceriaan itu, tersimpan pula kerentanan: mudah frustrasi, rentang perhatian pendek, dan egosentrisme yang wajar. Di sinilah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hadir, sebagai kawah candradimuka yang menempa generasi emas Indonesia.

PAUD bukan sekedar tempat bermain. Lebih dari itu, PAUD adalah panggung stimulasi holistik, merangsang potensi motorik, emosional, dan intelektual anak. Tujuannya jelas: mempersiapkan mereka memasuki jenjang pendidikan selanjutnya dengan fondasi yang kokoh.

Namun, beban PAUD tak hanya itu. Pemerintah menaruh harapan besar pada PAUD dalam upaya pencegahan stunting. Dua indikator krusial menjadi tolok ukur: meliputi orang tua yang mengikuti kelas parenting dan mencakup anak usia 2-6 tahun yang terdaftar sebagai peserta didik PAUD.

Guru PAUD di garis depan, dituntut mampu memberikan stimulasi, deteksi, dan intervensi tumbuh kembang anak, di bawah pengawasan ketat puskesmas dan dinas kesehatan. Layanan ini bahkan menjadi salah satu indikator penilaian dalam akreditasi PAUD.

Sayangnya, realita berkata lain. Tidak semua guru PAUD memiliki kapasitas yang memadai, terutama dalam memantau tumbuh kembang anak. Data mencengangkan: 94% guru belum memahami deteksi dini tumbuh kembang anak.

Kondisi ini menggugah kepedulian Sri Ratnaningsih dan Rosmita Nuzuliana, tim pengabdian masyarakat dari Prodi Sarjana Kebidanan Fakultas Kesehatan (FIKes) Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Mereka menginisiasi program pelatihan deteksi tumbuh kembang anak didik, menyasar guru-guru PAUD IGABA Turi.

“Langkah pertama adalah identifikasi masalah secara mendalam, dilanjutkan dengan penyampaian materi Deteksi Dini Tumbuh Kembang berdasarkan Kemenkes 2022. Metode pelatihan pun interaktif dibuat: diskusi, roleplay dengan studi kasus, dan presentasi kasus,” ucap Sri Ratnaningsih, Sabtu (8/3/2025).

Pelatihan yang diikuti 34 guru PAUD IGABA ini membuahkan hasil yang positif. Pengetahuan dan keterampilan guru dalam mendeteksi tumbuh kembang anak meningkat secara signifikan. Sebagai bekal, tim pengabdi memberikan buku deteksi tumbuh kembang dan alat permainan edukatif.

Sebagai tindak lanjut, guru-guru berkomitmen melakukan deteksi tumbuh kembang minimal setahun sekali, sesuai usia perkembangan anak didik. Upaya ini diharapkan mampu mendeteksi dini potensi masalah tumbuh, sehingga intervensi dapat dilakukan sedini mungkin.

“Dengan demikian, PAUD bukan hanya tempat bermain, tetapi juga benteng pertahanan melawan stunting, memastikan setiap anak Indonesia tumbuh optimal, menjadi generasi emas yang berkualitas,” tambah Rosmita Nuzuliana.

Protokol

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terus berbenah diri dalam meningkatkan kualitas layanan dan citra institusi. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menggelar Pelatihan Protokol yang diselenggarakan oleh Biro Humas dan Protokol (BHP) di ruang sidang gedung Siti Moendjijah, Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta, Kamis (6/3/2025).

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Biro, Unit, dan Program Studi (Prodi) di lingkungan UNISA Yogyakarta. Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, M. Ali Imron, M.Fis., dalam sambutannya menekankan pentingnya keprotokolan sebagai cerminan wajah institusi.

“Wajah suatu negara dan instansi itu dilihat bagaimana cara mereka memperlakukan tamunya. UNISA Yogyakarta yang telah menyandang predikat akreditasi UNGGUL, tentunya harus memiliki standar keprotokolan yang prima,” tutur Imron.

UNISA Yogyakarta menyadari betul bahwa keprotokolan memegang peranan krusial dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan akademik dan kelembagaan. Oleh karena itu, pelatihan ini diadakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi tim protokol UNISA Yogyakarta dalam menyelenggarakan acara-acara resmi sesuai dengan standar yang berlaku.

Untuk memberikan materi yang berkualitas, UNISA Yogyakarta menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Jack Haryanto dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Jack Haryanto tidak asing lagi dalam dunia keprotokolan. Ia memiliki pengalaman segudang dalam menangani tamu-tamu kenegaraan dan berbagai acara resmi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam paparannya, Jack Haryanto berbagi pengalaman praktis dan wawasan mendalam tentang prinsip-prinsip dan tata cara keprotokolan. Para peserta pun antusias menyimak dan mempraktekkan setiap materi yang disampaikan, mengingat pentingnya keterampilan ini dalam menunjang tugas-tugas mereka.

Internasionalisasi

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian berstandar internasional. Langkah nyata kali ini diwujudkan melalui kunjungan akademik ke Faculty of Computing Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada Kamis, 27 Februari 2025. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Collaboration yang telah disepakati sebelumnya, menandai babak baru dalam kerja sama strategis antara kedua institusi.

Agenda utama dari kunjungan ini adalah pembahasan mendalam mengenai rencana program kolaborasi ke depan. Beberapa inisiatif yang digagas antara lain program guest lecture, visiting professor, joint research, student mobility, penyelenggaraan workshop bersama, hingga peluang studi lanjut doktoral bagi dosen-dosen UNISA. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pengalaman akademis bagi kedua belah pihak, serta memperkuat jaringan riset global.

Sebelumnya, pada 25 Januari 2025, kolaborasi ini telah membuahkan hasil nyata melalui guest lecture dengan topik “Machine Learning in Cyber Security Application”, topik ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, sejalan dengan keunggulan laboratorium riset Digital Forensics yang dimiliki oleh Program Studi Teknologi Informasi (TI) UNISA Yogyakarta. Kedepan dosen-dosen Prodi TI UNISA akan terus aktif menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan serupa, memperkuat peran UNISA Yogyakarta sebagai pusat pengembangan keilmuan di bidang keamanan siber.

Dekan FST UNISA, Tika Ainnunisa Fitria, S.T., M.T., Ph.D., menyatakan optimisme yang tinggi terhadap kelanjutan kerja sama ini. “Kami yakin, kolaborasi dengan UTM akan menghasilkan banyak inovasi dan pengembangan yang saling menguntungkan. Bersama-sama, kita akan mengembangkan keilmuan, khususnya di bidang Sains dan Teknologi, untuk menjawab tantangan global,” kata Tika dalam keterangan tertulis, Kamis (6/3/2025).

UTM, sebagai mitra strategis UNISA Yogyakarta, merupakan salah satu universitas terkemuka di Asia Tenggara. Berdasarkan QS World Rankings 2025, UTM menduduki peringkat ke-6 di Asia Tenggara dan ke-181 di dunia, prestasi ini menunjukkan kualitas dan reputasi UTM sebagai institusi pendidikan tinggi yang diakui secara global. Bagi UNISA Yogyakarta, yang telah meraih akreditasi Unggul, dan Prodi TI yang meraih akreditasi Baik Sekali, kerja sama ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi yang telah dicanangkan UNISA. Dengan memperkuat jaringan global, UNISA Yogyakarta berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen, serta meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi yang berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika FST UNISA Yogyakarta untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.