Kebugaran

Momen libur panjang Idul Fitri 1447 H telah usai, saatnya sekarang menjaga kebugaran. Setelah sebulan berpuasa dan ditutup dengan memanjakan lidah menyantap hidangan bersantan seperti opor, rendang, hingga aneka kue kering, kini saatnya masyarakat menghadapi tantangan baru: berat badan yang melonjak tajam. Tubuh yang terasa lebih berat dan perut buncit kini menjadi keluhan sejuta umat.

Jaga Kebugaran

Kalap makan selama perayaan Lebaran memang rentan memicu tumpukan lemak dan kolesterol. Namun, jangan biarkan mode rebahan berlarut-larut. Sahabat UNISA Yogyakarta bisa segera mengembalikan kebugaran dan vitalitas tubuh dengan memulai kebiasaan sehat dari rumah atau fasilitas olahraga di lingkungan sekitar.

Lalu, bagaimana langkah jitu mengatasinya? Cara pertama dan terpenting adalah melakukan detoks pola makan. Segera pangkas asupan gula dan gorengan, perbanyak porsi serat dari sayur segar, serta pastikan tubuh terhidrasi dengan air putih minimal dua liter sehari.

Di samping mengatur nutrisi, panggil kembali semangat untuk berkeringat. Tak perlu langsung olahraga intensitas tinggi. Cukup lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti gowes santai menikmati udara pagi, jogging, atau bermain bulu tangkis dan padel bersama teman kuliah, kerja atau tetangga. Dengan rutin bergerak aktif minimal 30 menit sehari, kalori sisa pesta Lebaran perlahan akan luntur. Yuk, kembali sehat dan bugar!

Penulis : Adi Sasmito, S.I.Kom

Sumber: Ayo Sehat, Alodoc

Syawalan

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Syawalan di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan pada Selasa (31/03/2026). Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta sukses menggelar hajatan besar Silaturahim Idul Fitri 1447 H yang dihadiri oleh seluruh jajaran karyawan aktif hingga pegawai purna tugas.

Syawalan

Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menegaskan bahwa tradisi syawalan ini adalah motor penggerak kampus. “Silaturahim ini bukan sekadar seremoni, tapi momen strategis. Kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi adalah kekuatan utama institusi. Tidak akan ada kemajuan tanpa kebersamaan,” tegas Warsiti.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Yogyakarta, Mohammad Adam Jerusalem, Ph.D., menyebut halalbihalal sebagai ajang membersihkan hati.

“Nilai persaudaraan ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat integritas dan memacu semangat kontribusi positif,” ujarnya.

Dr. H. Kasiyarno, M. Hum. memberikan tausiah tentang hikmah Syawalan yaitu semangat halal bihalal ini, berharap dapat memperkuat tekad untuk terus berbuat kebajikan, meningkatkan kualitas diri dan institusi, serta bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Semoga kebersamaan yang terjalin dalam momentum ini menjadi energi positif yang menggerakkan langkah kita menuju masa depan yang lebih baik,” ucap Kasiyarno.

Momen syawalan tahun ini pun sukses ditutup dengan kejutan haru nan membahagiakan. Sebagai bentuk apresiasi nyata, UNISA Yogyakarta resmi memberangkatkan umroh bagi 9 pegawai berdedikasi yang telah mengabdi selama 15 tahun. Tak hanya itu, kampus juga memberikan bantuan dana haji bagi 4 pegawai yang bersiap menunaikan panggilan ibadah ke Tanah Suci.