Khutbah Idul Adha di UNISA Yogyakarta Angkat Kisah Keteguhan Iman Nabi Ibrahim
Peringatan Hari Raya Idul Adha menjadi momentum yang tepat untuk mengenang kembali kisah Nabi Ibrahim AS. Hal itu disampaikan oleh Iwan Setiawan, dosen UNISA Yogyakarta, yang menjadi khatib pada pelaksanaan Salat Iduladha di halaman Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Iwan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 124 yang mengisahkan perjanjian antara Allah dan Ibrahim dengan mengangkat sang kekasih Tuhan tersebut menjadi pemimpin bagi seluruh umat manusia. Tidak hanya untuk Ibrahim, karunia Allah itu juga diberikan kepada keturunannya selama mereka tidak berbuat zalim.
Khutbah Idul Adha
Nikmat besar yang dikaruniakan kepada Ibrahim tidak terlepas dari perjalanan dakwahnya yang penuh ujian dan tantangan. Sejak dilahirkan ke dunia, sang nabi sudah dihadapkan pada ancaman kekejaman Raja Namrud yang zalim. Ujian tersebut semakin berat ketika beliau terpaksa hijrah meninggalkan tanah kelahirannya demi mempertahankan ketauhidan. Iwan menyebut perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS sebagai contoh metamorfosis iman yang teguh.
“Memang di dalam hidup itu penuh dengan ujian. Kalau kita kembali ke dalam Surah Al-Baqarah ayat 155 disampaikan bahwa setiap manusia itu akan diuji. Mahasiswa, orang tua, anak-anak akan diuji, tentu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia,” ujar Iwan dalam khutbahnya, Rabu, 27 Mei 2026.
Ujian yang diderita Ibrahim tidak berhenti sampai di situ. Ketika telah berhijrah ke tanah Palestina selama 20 tahun, Ibrahim harus menerima kenyataan bahwa ia tidak kunjung memiliki anak. Penantian itu membuahkan hasil ketika Ibrahim dikaruniai putra pada usia 87 tahun, yaitu Ismail.
Sayangnya, di tengah kebahagiaan memiliki putra, beliau kembali diuji. Kali ini ujiannya tidak main-main. Ibrahim diperintahkan Allah untuk mengurbankan putranya, Ismail.
“Sehingga setelah Nabi Ibrahim mendapatkan ujian dan mampu melaksanakan tugas-tugasnya, Barulah Nabi Ibrahim mendapatkan berkah dan hadiah dari Allah,” kata Iwan melanjutkan khutbahnya.
Bagi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY tersebut, kisah Ibrahim menjadi teladan dalam bersabar menjalankan ibadah dan melewati ujian. Ketaatan dan keteguhan hati pada akhirnya akan berbuah manis. Hadiah terindah bagi Nabi Ibrahim setelah melalui badai ujian adalah keberkahan Kota Makkah yang kini menjadi pusat spiritual bagi miliaran umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Ibadah Salat Idul Adha di Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta ini pun ditutup dengan doa bersama yang syahdu. Jamaah yang hadir tampak larut dalam doa, berharap agar nilai-nilai keikhlasan, keteguhan, dan semangat berkorban yang diwariskan oleh keluarga Nabi Ibrahim dapat tertanam kuat dalam diri mereka untuk menjalani hari-hari ke depan.





















Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!