Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta Raih Juara Lomba Puisi Internasional di Malaysia
Dua mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional. Kedua mahasiswi tersebut berhasil memborong penghargaan dalam ajang Sayembara Puisi Pentas Dunia (SePENA) 2026 yang diselenggarakan di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), pada 20–22 Mei 2026.
Dalam kompetisi kategori antarbangsa tersebut, Aisyah Hanin Nursiwi berhasil meraih tempat ketiga (Juara 3). Sementara itu, Nadia Rahma Shafira sukses mengamankan predikat Saguhati (Juara Harapan). Prestasi internasional ini diraih di sela-sela kesibukan keduanya yang saat ini sedang menjalani program International Student Exchange (ICT) di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
SePENA 2026
Sayembara Puisi Pentas Dunia (SePENA) 2026 merupakan ajang kompetisi sastra tingkat internasional (antarbangsa) bergengsi yang mempertemukan para deklarator puisi dari berbagai belahan dunia. Pada tahun ini, kompetisi tersebut mengusung tema besar “Suara Dunia Menyambut Benua”. Hanin dan Nadia unjuk bakat bersama mahasiswa dari berbagai negara, seperti Indonesia, Yaman, Tanzania, Brunei, hingga Timor Leste.
Pada perlombaan tersebut, Hanin tampil membacakan puisi berjudul “Suara Mujahidin” karya Suhaimi Haji Muhammad. Puisi ini ia pilih untuk menyampaikan pesan perjuangan, keberanian, pengorbanan, dan semangat yang tidak pernah padam dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
“Aku ingin menunjukkan bahwa harapan dan keyakinan selalu bisa menjadi kekuatan untuk terus melangkah,” ungkap Hanin saat diwawancarai, Selasa (2/6/2026).
Di sisi lain, Nadia membawakan puisi karya Usman Awang berjudul “Damai”. Lewat puisi ini, Nadia menyerukan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah riuhnya dunia.
“Saya ingin menyampaikan bahwa kedamaian merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Puisi ini mengajarkan kita untuk saling menghormati, menjaga keharmonisan, dan menciptakan hubungan yang baik dengan sesama agar kehidupan menjadi lebih tenteram dan penuh makna,” ujar Nadia.
Komunikasi Unisa
Baik Hanin maupun Nadia berhasil mengharumkan nama Indonesia dan UNISA Yogyakarta di panggung internasional. Keduanya sukses menorehkan prestasi membanggakan. Hanin berhasil meraih peringkat terbaik ketiga pada SePena 2026, sementara Nadia mengamankan predikat juara harapan.
“Tentunya kami sangat bersyukur karena bisa membawa pulang penghargaan tersebut dan mengharumkan nama Indonesia, serta universitas kami,” ucap Hanin.
Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa Ilkom UNISA Yogyakarta lainnya untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Hanin mengaku sebelumnya tidak pernah menyangka akan mengikuti kompetisi internasional hingga meraih juara. Ia berharap pengalaman ini bisa menginspirasi teman-temannya untuk tidak ragu mengambil peluang yang ada.
Senada dengan Hanin, Nadia mengungkapkan bahwa kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi pengembangan dirinya. Capaian ini menjadi motivasi dirinya untuk terus belajar menjadi lebih baik dan membanggakan orang-orang yang selalu mendukungnya. “Harapan saya ke depannya adalah menjadi pribadi yang lebih percaya diri, berani mengambil tantangan baru, serta terus mengembangkan kapasitas diri,” tutur Nadia.





















Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!