IMM Rosyad Sholeh UNISA Kolaborasi dengan Warga Cawan Lestarikan Tradisi Baritan
Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Rosyad Sholeh Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Padukuhan Cawan, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul dalam pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang bertepatan dengan tradisi tahunan Baritan atau sedekah bumi di kawasan Praon Cawan, Sungai Progo, Minggu (28/6).
IMM Rosyad Sholeh
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara mahasiswa dan warga setempat, sekaligus mendukung pelestarian tradisi Baritan yang rutin digelar setiap bulan Muharam atau Suro. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, kirab budaya, prosesi larung di Sungai Progo menggunakan perahu tradisional, hingga pertunjukan seni yang melibatkan masyarakat.
Ketua pelaksana PPK Ormawa PK IMM Rosyad Sholeh UNISA Yogyakarta, Niken Faradilla mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam agenda budaya ini merupakan bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan yang selaras dengan potensi dan kearifan lokal.
“Melalui kolaborasi ini, kami sebagai mahasiswa tidak hanya menjalankan program pemberdayaan, tetapi juga berperan mendukung pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Padukuhan Cawan”. Kata Niken.
Lurah Kalurahan Argodadi, Prayitno, mengapresiasi masyarakat Padukuhan Cawan yang terus menjaga keberlangsungan tradisi Baritan sebagai wujud kebersamaan dan kerukunan warga.
“Kegiatan ini merupakan wujud keguyuban dan kerukunan warga masyarakat Padukuhan Cawan sehingga perlu terus dilestarikan. Harapannya tradisi Baritan atau sedekah bumi ini tetap berkesinambungan dari generasi ke generasi serta membawa berkah, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata dia.
Ia menambahkan, Pemerintah Kalurahan Argodadi mendukung penuh penyelenggaraan tradisi tersebut karena sejalan dengan upaya penguatan identitas budaya daerah. Menurutnya, pelestarian tradisi lokal juga menjadi bagian penting dalam mendukung status Argodadi sebagai desa budaya menuju desa mandiri budaya.
“Kami berharap kegiatan ini juga mendukung program pemerintah Kalurahan Argodadi, khususnya pengembangan desa budaya. Ke depan, Argodadi diharapkan menjadi desa mandiri budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi budaya yang dimiliki,” ujarnya.
Prayetno juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam setiap pelaksanaan tradisi Baritan agar nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.
“Generasi penerus harus dilibatkan agar mereka memahami sejarah tradisi Baritan atau sedekah bumi yang setiap tahun dilaksanakan pada bulan Muharam. Dengan begitu, budaya ini tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Ia berharap keberadaan Praon Cawan tidak hanya menjadi daya tarik wisata budaya, tetapi juga menjadi media edukasi yang mengenalkan sejarah transportasi tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.








































Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!