UNISA Yogyakarta Resmi Buka dan Lepas 1.312 Mahasiswa KKN TA 2026/2027
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta secara resmi membuka sekaligus melepas 1.312 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026/2027. Acara pembukaan dan pelepasan ini berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).
Prosesi pembukaan secara simbolis ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti. didampingi jajaran pimpinan universitas dan LP2M UNISA Yogyakarya. Pada pelepasan tahun ini, KKN UNISA Yogyakarta mengusung tema utama: “Menguatkan Dampak melalui Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Qaryah Thayyibah”
Mahasiswa KKN
Pada periode ini, sebanyak 1.312 mahasiswa peserta KKN diterjunkan ke dalam beberapa skema pengabdian. Untuk skala regional, terdapat skema KKN Reguler yang menerjunkan 74 kelompok mahasiswa dan tersebar di 10 daerah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selain itu, UNISA Yogyakarta juga menerjunkan mahasiswa dalam skema KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKN MAs). KKN MAs adalah program pengabdian kolaboratif berskala nasional dan internasional antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Pada tingkat nasional, KKN MAs tahun ini berlangsung di Malang, Jawa Timur. Sementara itu, pada tingkat internasional, mahasiswa UNISA Yogyakarta melakukan pengabdian masyarakat di Mekkah, Arab Saudi.
Program pengabdian ini turut diperkuat melalui skema KKN Ormawa yang berfokus pada pengabdian mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan.
Pesan Rektor: Jaga Etika, Pergaulan, dan Hadirkan Manfaat Nyata
Dalam sambutan pembukanya, Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, mengingatkan para mahasiswa bahwa KKN merupakan wahana mengimplementasikan teori yang telah didapat di bangku kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat secara nyata.
Warsiti menekankan pentingnya menjaga etika dan norma kesopanan sebagai kunci utama penerimaan mahasiswa di tempat pengabdian.
“Aspek pertama yang akan dilihat oleh masyarakat adalah bagaimana Anda datang pertama kali: tingkah laku, sopan santun, dan etika. Sepintar apa pun kalian, kalau di masyarakat jumawa, tidak santun, tidak ramah, dan tidak bisa menerima mereka, Anda tidak akan diterima oleh masyarakat,” tegas Warsiti, Kamis, (23/7/2026).
Dia juga berpesan agar mahasiswa pandai bersikap dan menjaga diri serta etika pergaulan, terutama dengan perkembangan media digital saat ini.
“Tolong jaga etika pergaulan dengan baik sesuai nilai-nilai yang kita anut. Hati-hati dengan tingkah laku dan perhatikan norma sosial serta adab di masyarakat tempat Anda berada. Jaga diri sendiri, jaga nama baik keluarga, dan jaga nama baik almamater UNISA Yogyakarta,” lanjutnya.
Fokus Program Berdampak, Bukan Sekadar Seremonial
Mengingat masa KKN yang bertepatan dengan bulan Agustus,. Warsiti jmewanti-wanti mahasiswa agar program kerja tidak habis hanya untuk urusan seremonial perayaan kemerdekaan semata.
“Saya khawatir kalau bulan Agustus mahasiswa hanya sibuk ke sana kemari menyiapkan acara 17-an saja, lalu program utama yang sudah dirancang malah terlupakan. Boleh terlibat, tapi prioritaskan program kerja yang memiliki dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat. Kalaupun mengadakan lomba, buatlah yang memiliki nilai edukasi dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujar Warsiti.
Rangkaian acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyesuaian atribut KKN secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari masing-masing skema pengabdian. Melalui Pelepasan & Pembekalan KKN ini, 1.312 mahasiswa UNISA Yogyakarta siap menerjunkan diri, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.








































