Kabar gembira mewarnai dunia pendidikan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta makin mengukuhkan posisinya dengan resmi mengantongi izin pembukaan Program Studi (Prodi) Magister (S2) Fisioterapi.
S2 Fisioterapi
Langkah bersejarah ini ditandai dengan turunnya Surat Keputusan (SK) Mendiktisaintek RI No.215/B/O/2026. Dokumen penting tersebut diterima langsung oleh pihak kampus pada hari Kamis (12/03/2026). Kehadiran program magister ini makin melengkapi deretan pilihan akademik di UNISA Yogyakarta yang kini genap memiliki total 24 program studi.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH., menyambut antusias turunnya izin tersebut. Ia menegaskan bahwa prodi ini bukan sekadar pelengkap, melainkan amunisi baru untuk mencetak pakar kesehatan masa depan.
“SK Prodi Magister Fisioterapi sudah turun, ini menjadi momentum penting bagi FIKes UNISA Yogyakarta dalam memperluas pengembangan keilmuan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,” ungkap Dewi dengan penuh syukur saat menerima SK tersebut.
Ke depannya, Dewi menaruh harapan besar agar S2 Fisioterapi ini menjelma menjadi pusat inovasi yang berbasis riset kuat. Lulusan yang dihasilkan ditargetkan tak hanya profesional, tapi juga memiliki integritas tinggi di dunia medis.
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/s2-fisioterapi.jpg14932240adminhttps://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.pngadmin2026-03-15 15:00:092026-03-15 15:00:12Sah! Kantongi Izin Menteri, UNISA Yogyakarta Resmi Buka S2 Fisioterapi
Itikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinanti. Di fase krusial ini, umat muslim berlomba-lomba memburu kemuliaan malam Lailatul Qadar. Salah satu ibadah pamungkas yang paling dianjurkan untuk meraihnya.
Itikaf
Bagi sahabat UNISA Yogyakarta yang baru pertama kali merencanakan i’tikaf, bayangan menginap di masjid mungkin terasa sedikit menantang. Padahal, dengan persiapan yang tepat, ibadah ini justru menjadi sarana detoks spiritual yang sangat luar biasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Agar i’tikaf perdana sahabat UNISA Yogyakarta berjalan lancar, nyaman, dan tetap fokus, simak panduan praktis berikut ini:
Luruskan Niat
Semua ibadah bergantung pada niatnya. Saat melangkah masuk ke area masjid, bacalah niat: “Nawaitu an a’takifa fi hadzal masjidi sunnatan lillahi ta’ala” (Aku berniat i’tikaf sunnah di masjid ini karena Allah ta’ala). Tinggalkan sejenak urusan duniawi di luar pagar masjid.
Persiapan Fisik dan Mental
Mengisi malam dengan qiyamul lail, tilawah, dan zikir tentu menguras stamina. Pastikan tubuh dalam kondisi fit. Atur jam tidur siang dengan baik agar tidak mudah tumbang saat malam hari.
Barang Bawaan Wajib (Anti Ribet)
Jangan membawa barang layaknya orang pindahan! Bawa perlengkapan tempur secukupnya:
Alat salat (sajadah tipis/mukena) dan pakaian ganti yang menyerap keringat.
Alat mandi ukuran travel size dan handuk kecil.
Al-Qur’an saku, tasbih, dan buku zikir pagi-petang.
Botol minum (tumbler) dan suplemen/obat-obatan pribadi (termasuk tolak angin atau vitamin).
Jaket atau selimut tipis jika masjid ber-AC dingin.
Kunci utama i’tikaf adalah meminimalisir distraksi. Jadi, tahan godaan untuk scrolling media sosial. Selamat berburu Lailatul Qadar!
Penulis: Adi Sasmito, S.I.Kom (Humas UNISA Yogyakarta)
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/Gemini_Generated_Image_gm5dfwgm5dfwgm5d-1.png7681408adminhttps://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.pngadmin2026-03-12 14:22:002026-05-05 10:38:553 Panduan Itikaf untuk Pemula: Persiapan, Niat, dan Perlengkapan yang Perlu Dibawa
Kampus tidak boleh hanya menjadi pabrik pencetak sarjana tanpa ruh spiritual. Mengambil momentum di bulan suci Ramadan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar program bertajuk Refreshing Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi seluruh Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik).
Kampus UNISA Yogyakarta
Berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (12-13/3/2026), agenda ini dipusatkan di Hall Baroroh Baried dan Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah. Mengusung tema “Internalisasi Ideologi Muhammadiyah sebagai Nilai-nilai Budaya Unggul”, acara ini menjadi ajang muhasabah sekaligus pembinaan ideologi.
Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menegaskan bahwa kampus adalah bagian dari amal usaha persyarikatan yang mengemban misi dakwah.
“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan di bulan Ramadan. AIK ini merupakan ruh yang menghidupkan setiap gerak institusi ini,” tegas Warsiti.
Peringatan senada disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNISA Yogyakarta, Dr. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. Ia menyoroti ancaman liberalisasi dan sekularisasi di dunia pendidikan tinggi saat ini.
“Dosen dan tendik sebagai motor penggerak utama perlu memiliki kesadaran bahwa aktivitas akademik, selain tugas profesional, juga merupakan bagian dari ibadah dan perjuangan,” tuturnya.
Untuk memastikan materi tersampaikan maksimal, acara ini dibagi menjadi dua sesi. Hari pertama dikhususkan bagi jajaran dosen, disusul seluruh tendik pada hari kedua. Tak tanggung-tanggung, UNISA Yogyakarta menghadirkan 12 narasumber ahli yang merupakan pimpinan langsung dari PP Muhammadiyah dan PP ‘Aisyiyah.
Bulan suci Ramadan 1447 H sering kali menjadi tantangan berat bagi ketahanan finansial masyarakat Tunjangan Hari Raya (THR). Alih-alih berhemat karena puasa, pengeluaran justru makin tak terkendali. Mulai dari ajakan buka bersama di berbagai tempat, kalap berburu takjil, hingga persiapan beli baju baru.
THR
Fenomena klasik ini membuat THR yang dibagikan jelang Lebaran sering kali lenyap tak bersisa. Padahal, tujuan utama THR adalah untuk mengamankan kebutuhan perayaan Idul Fitri, bukan dihabiskan secara impulsif.
Lalu, bagaimana cara memutus siklus kantong jebol ini? Biar dompet sahabat UNISA Yogyakarta tetap tebal dan aman hingga lebaran usai, terapkan jurus cerdas mengatur keuangan berikut ini:
Terapkan Aturan 50-30-20 Begitu THR Cair
Jangan biarkan uang mengendap di satu rekening. Langsung alokasikan 50% untuk kebutuhan pokok Lebaran (kue, hidangan, baju), 30% untuk kewajiban (zakat fitrah, sedekah, angpao keluarga), dan amankan 20% langsung ke tabungan atau investasi.
Ngerem Jadwal Bukber
Buka puasa bersama teman lama memang seru, tapi jadikan ini sebagai prioritas, bukan rutinitas. Batasi maksimal 2-3 kali saja selama Ramadan. Selebihnya, masak sendiri di rumah atau di kosan jauh lebih hemat!
Belanja Kebutuhan Lebaran Lebih Awal
Hindari penyakit panic buying pada H-3 Lebaran. Belilah tiket mudik, hampers, atau pakaian sejak awal atau pertengahan Ramadan untuk menghindari lonjakan harga yang gila-gilaan.
Jangan sampai setelah lebaran sahabat UNISA Yogyakarta malah pusing gali lubang tutup lubang. Yuk, lebih bijak kelola dana agar Ramadan tenang, lebaran pun senang!
Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta berencana bangun laboratorium stem cellpada pertengahan tahun 2026. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pengembangan regenerative medicine atau pengobatan regeneratif yang disebut sebagai salah satu masa depan dunia medis. Diharap juga lahirnya laboraturium ini mendukung akses kesehatan kepada semua lapisan masyarakat.
Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional Unisa Yogyakarta, Ali Imron saat pembukaan media gathering UNISA Yogyakarta, mengatakan pembangunan gedung laboratorium tersebut saat ini masih berlangsung dan ditargetkan mulai beroperasi sekitar Juli–Agustus 2026.
“Sekarang gedungnya sedang dibangun, dan InsyaAllah sekitar Juli kita bisa running untuk pembukaan laboratorium stem cell di Unisa Yogyakarta,” kata Ali Imron, saat agenda Media Gathering, di Sleman, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, keberadaan laboratorium ini akan menjadi lompatan penting bagi Unisa Yogyakarta dalam pengembangan ilmu kedokteran dan sains kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan pengobatan regeneratif.
Bangun Laboratorium Stem Cell
Ia menjelaskan, stem cell merupakan bagian penting dari perkembangan future medicine. Pendekatan ini berfokus pada upaya memperbaiki atau mengganti sel-sel tubuh yang rusak dengan sel baru sebagai metode terapi.
“Future medicine salah satunya adalah regenerative medicine. Artinya, kalau kita tidak menuju ke sana, kita akan ketinggalan,” ujarnya.
Imron menuturkan bahwa sesuai regulasi di Indonesia, penggunaan terapi berbasis stem cell harus didukung oleh proses penelitian dan pengembangan di laboratorium. Karena itu, laboratorium yang akan dibangun di Unisa difungsikan sebagai fasilitas penelitian sebelum terapi dilakukan pada pasien.
Laboratorium tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai program studi di bidang kesehatan di lingkungan Unisa Yogyakarta, serta mendukung pengembangan riset ilmiah yang berkaitan dengan bioteknologi dan ilmu kesehatan lainnya.
Saat ini, kata Imron, jumlah laboratorium stem cell di Indonesia masih sangat terbatas, yakni sekitar delapan fasilitas di seluruh Indonesia. “Ini fasilitas pendukung untuk penelitian. Oleh prodi-prodi kesehatan bisa dipakai,” katanya.
Selain untuk pengembangan ilmu pengetahuan, keberadaan laboratorium ini juga diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi kesehatan yang selama ini masih mahal karena bergantung pada produk impor. Ia mencontohkan, beberapa terapi turunan stem cell untuk penyakit tertentu, seperti diabetes mellitus, masih menggunakan produk impor dengan biaya yang sangat tinggi. “Sekali injeksi bisa sampai sekitar Rp225 juta. Prinsip kita di Unisa Yogyakarta, teknologi kesehatan tidak boleh hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja,” ujarnya.
Imron berharap semakin banyak laboratorium stem cell yang dibangun di Indonesia, maka biaya terapi berbasis teknologi regeneratif dapat semakin terjangkau oleh masyarakat luas. “Semakin banyak laboratorium dibangun, aksesibilitas masyarakat akan semakin tinggi dan harga bisa ditekan sehingga lebih banyak orang bisa menikmati manfaatnya,” jelasnya.
Selain pengembangan fasilitas laboratorium, Unisa Yogyakarta juga membuka Program Magister Fisioterapi mulai tahun akademik ini. Program tersebut memiliki konsentrasi pada regenerative fisioterapi, yang selaras dengan pengembangan riset stem cell di kampus tersebut.
https://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2026/03/Bangun-Laboratorium.jpg13332000adminhttps://www.unisayogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/logo_berita_unisa_bg.pngadmin2026-03-10 08:22:332026-05-05 10:42:01Unisa Yogyakarta Bangun Laboratorium Stem Cell, Dorong Pengembangan Regenerative Medicine