Pemberdayaan TANGKAS GIZI Guna Cegah Stunting Masyarakat Gentingan
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengusung Tema Pemberdayaan TANGKAS GIZI (Tangguh Atasi Stunting dan Advokasi Kesehatan Gizi) bersama kader PKK Padukuhan Gentingan, Kalurahan Sidoagung, Godean, Kabupaten Sleman. Program ini dilaksanakan dalam beberapa sesi pada 6 Juli– 2 Agustus 2026.
Tangkas Gizi
Program PKM bertajuk TANGKAS GIZI diketuai oleh Erni Saharuddin, S.Sos., MPA, bersama anggota tim Nor Eka Noviani, S.Gz., M.P.H., dan Nur Fitri Mutmainah, S.I.P., MPA. Kegiatan ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai Pedoman Gizi Seimbang melalui konsep Isi Piringku sebagai panduan dalam menyusun menu keluarga yang memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang. Materi tersebut kemudian diperkuat melalui praktik pengolahan makanan sehat berbahan dasar daging dengan membuat sosis homemade sebagai alternatif pangan tinggi protein yang lebih sehat bagi keluarga. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memilih bahan pangan, mengolah makanan secara higienis, hingga menyajikan menu bergizi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga juga diwujudkan melalui pelatihan budidaya ayam petelur menggunakan sistem kandang baterai dan budidaya sayuran dengan rak tanam vertikal. Peserta mendapatkan pendampingan mengenai teknik pemeliharaan ayam, pengelolaan pakan, sanitasi kandang, serta pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayuran cepat panen, seperti bayam, sawi, dan kangkung. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong ketersediaan sumber protein dan sayuran yang mudah diakses oleh keluarga, sekaligus meningkatkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
Seluruh kegiatan dikemas melalui pendekatan learning by doing, sehingga peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam setiap praktik yang dilaksanakan. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba secara langsung setiap tahapan praktik yang diberikan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan mandiri.
Sebagai langkah menjaga keberlanjutan program, Tim PKM turut memperkuat kapasitas kelembagaan PKK melalui penyusunan mekanisme pengelolaan budidaya ayam petelur dan sayuran, serta sistem pengelolaan kas kelompok. Hasil panen telur dan sayuran diprioritaskan untuk mendukung pemenuhan gizi balita dan kegiatan PKK. Sementara itu, hasil panen yang melebihi kebutuhan akan dikelola sebagai sumber pendapatan kelompok untuk mendukung pembelian bibit dan pakan, sehingga program dapat terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua Tim PKM, Erni Saharuddin, S.Sos., MPA menyampaikan bahwa Program TANGKAS GIZI dikembangkan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
“Pencegahan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui Program TANGKAS GIZI, kami ingin menghadirkan pendampingan yang tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat. Harapannya, keluarga mampu memanfaatkan potensi pekarangan sebagai sumber pangan bergizi sekaligus membangun pola hidup sehat yang berkelanjutan. Dengan dukungan kader PKK, kami optimistis program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.








































