Tanggap Bencana, UNISA Yogyakarta Latih Guru SD Sleman
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tercatat sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Ancaman erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem menempatkan wilayah ini dalam zona berisiko tinggi berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia. Ancaman nyata ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari sektor pendidikan, khususnya sekolah yang berada di area rawan.
Bencana
Merespons urgensi tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta proaktif menggelar “Pelatihan Dasar Kesehatan Fisik dan Mental Saat Bencana” di SDIT Alam Nurul Islam, Sleman. Kegiatan ini secara khusus menyasar para guru dan tenaga kependidikan, mengingat peran sentral mereka dalam melindungi, mendampingi, dan mengevakuasi siswa saat situasi kedaruratan terjadi.
Ketua Tim Pengabdian UNISA Yogyakarta dari Prodi Keperawatan Anestesiologi, Astika Nur Rohmah, S.Kep., Ns., M.Biomed., mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud kolaborasi lintas disiplin. Ia didampingi oleh dua akademisi Prodi Sarjana Kebidanan, yakni Bdn. Evi Wahyuntari, S.T., M.Keb., dan Ellyda Wijhati, S.ST., M.Keb. Inisiatif ini terealisasi melalui pendanaan hibah Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI Tahun 2026.
“Dalam pelatihan ini, tenaga pendidik tidak sekadar diajarkan penanganan awal keluhan fisik dan pertolongan pertama, tetapi juga dibekali kecakapan mendeteksi tanda tekanan psikologis. Hal ini penting agar guru mampu memberikan dukungan mental darurat (psychological first aid) kepada siswa di tengah kepanikan,” papar Astika.
Guna memastikan keberlanjutan program, seluruh materi kebencanaan ini langsung diintegrasikan secara sistematis dengan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Melalui sinergi terapan ini, SDIT Alam Nurul Islam diharapkan mampu menjadi percontohan ekosistem sekolah alam yang sehat, tangguh, dan tanggap bencana.







































