Lazismu unisa

Pelantikan Relawan Madaris 2026/2027: KL Lazismu UNISA Yogyakarta Salurkan Bantuan ke 260 Mahasiswa

Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kantor Layanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (KL Lazismu UNISA Yogyakarta) menggelar pelantikan relawan Madaris (Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah) periode 2026/2027. Acara tersebut berlangsung di Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta, Kamis, 7 Mei 2026. Selain melakukan pelantikan relawan, KL Lazismu UNISA Yogyakarta turut melakukan pentasyarufan bantuan pilar sosial dakwah dan sembako untuk mahasiswa yang membutuhkan.

Lazismu UNISA

Kepala KL Lazismu UNISA Yogyakarta, Hilmi Zadah Faidullah, S.St., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan harapannya atas seluruh relawan Madaris yang baru dilantik. Hilmi menyebut relawan Madaris telah memberikan manfaat cukup besar kepada mahasiswa di UNISA Yogyakarta. Relawan dengan tagline “Dari Mahasiswa, untuk Mahasiswa” ini menjadi gerakan progresif untuk melibatkan mahasiswa dalam aktivitas filantropi.

“Kami berharap mudah-mudahan kegiatan Madaris terus berlanjut di masa yang akan datang. Mudah-mudahan Madaris bisa lebih progresif dan memberikan inovasi-inovasi baru yang dilakukan bersama antara Madaris dan KL Lazismu UNISA Yogyakarta,” ujar Hilmi, Kamis, 7 Mei 2026.

Seusai memberikan sambutan, Hilmi kemudian memimpin pelantikan relawan Madaris yang ditandai dengan pembacaan ikrar oleh seluruh relawan Madaris periode 2026/2027. Setidaknya, pada periode ini terdapat lebih dari 50 orang mahasiswa yang bergabung menjadi relawan Madaris dan menyukseskan berbagai program sosial filantropis Lazismu UNISA Yogyakarta.

Pentasyarufan Bantuan

Selain melakukan pelantikan relawan Madaris periode 2026/2027, acara tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada mahasiswa dan bantuan pilar Lazismu. Untuk mahasiswa, Lazismu UNISA Yogyakarta menyerahkan total 260 paket sembako kepada mahasiswa UNISA Yogyakarta yang membutuhkan.

Bantuan pilar sosial dakwah dan zakat turut diberikan kepada sembilan lembaga, antara lain Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kapanewon Imogiri, SD Muhammadiyah Kliwonan, Gerakan Kepanduan HW Bantul, TPA Umar bin Khattab Wonokromo, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Badran, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Ketanggungan, HIMPI UNISA Yogyakarta, dan mahasiswa UNISA Yogyakarta.

Publikasi

Kejar Target PUI 2030, PSPKB UNISA Yogyakarta Gandeng IA Scholar Akselerasi Publikasi Scopus

Pusat Studi Perempuan, Keluarga, dan Bencana (PSPKB) Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta terus memacu kapasitas riset dan publikasi ilmiah internasionalnya. Bekerja sama dengan IA Scholar, PSPKB menggelar “Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Terindeks Scopus” secara intensif di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah, Rabu-Kamis (29-30/4/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan langkah strategis PSPKB UNISA Yogyakarta dalam membidik predikat Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUI) pada tahun 2030. Salah satu syarat krusial untuk mencapai target tersebut adalah kepemilikan minimal dua artikel ilmiah terindeks Scopus (Q1-Q4) dengan tema spesifik kebencanaan. “PSPKB ini didirikan sebagai Pusat Unggulan dan Ilmu Pengetahuan, berjalan hampir 5 tahun.  Acara ini diselenggarakan agar bisa segera memenuhi ketentuan PUI, yaitu memiliki 5 artikel jurnal terindeks Scopus,” pesan Dr. Moh. Ali Imron, Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta.

Publikasi Fokus pada Isu Gender dan Kebencanaan

Diikuti oleh 30 peneliti, pelatihan ini mengasah ketajaman analisis pada isu perempuan dan keluarga. Sebagai pusat kajian yang progresif, PSPKB berkomitmen memperbanyak literatur ilmiah yang mengintegrasikan perspektif gender ke dalam manajemen bencana.

Ketua Panitia, Islamiyatur Rokhmah, mengakui bahwa menembus jurnal bereputasi global masih menjadi tantangan besar bagi para akademisi. “Kerja sama dengan IA Scholar ini bertujuan untuk menguatkan fondasi kepenulisan rekan-rekan peneliti agar karya mereka mampu bersaing di panggung internasional,” ujarnya.

Bedah Naskah Bersama Pakar

Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Irwan Abdullah dari IA Scholar membawa metode pelatihan yang sangat aplikatif. Peserta tidak hanya disuguhi teori, tetapi langsung terjun dalam sesi hands-on writing dan clinic session.

Dalam sesi tersebut, Prof. Irwan membedah langsung naskah para peserta, mulai dari cara menemukan Research Gap yang kuat, menyusun State of the Art, hingga strategi jitu dalam merespons reviewer jurnal internasional.

Target Luaran Nyata

PSPKB menetapkan indikator keberhasilan yang ambisius namun terukur. Dari pelatihan dua hari ini, diharapkan 80% peserta berhasil menyelesaikan draf artikel, dengan target minimal 30% naskah sudah berstatus submitted ke jurnal Scopus dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan ke depan.

Acara ini ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNISA Yogyakarta, Dr. Sulistyaningsih. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi antusiasme para peneliti dan tim IA Scholar.

“Pelatihan ini adalah investasi besar untuk meningkatkan budaya publikasi ilmiah dan daya saing akademisi kita di tingkat global,” tegas Dr. Sulistyaningsih yang juga merupakan bagian dari tim peneliti PSPKB.

Kelas internasional

Mantapkan Kelas Internasional Keperawatan, Universitas Dehasen Bengkulu Studi Banding ke UNISA Yogyakarta

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menjadi rujukan strategis tata kelola akademik kelas internasional keperawatan. Selasa (5/5/2026), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta menerima kunjungan studi banding dari delegasi Universitas Dehasen Bengkulu di Ruang Rapat FIKes.

Kelas Internasional

Kunjungan ini difokuskan untuk membedah manajemen pembukaan Kelas Internasional Program Studi Keperawatan, strategi promosi efektif, hingga penyiapan fasilitas laboratorium berstandar global.

Dekan FIKes UNISA Yogyakarta, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH., menyambut hangat inisiatif tersebut. Ia memaparkan bahwa Kelas Internasional Keperawatan UNISA Yogyakarta telah terbukti mencetak lulusan unggul yang berhasil lolos uji kompetensi berstandar nasional.

“Pertemuan ini adalah forum resiprokal. Kami juga berharap mendapatkan best practice dari Universitas Dehasen terkait pengelolaan perguruan tinggi sehingga tercipta kebermanfaatan bersama,” ujar Dewi.

Ketua Program Studi Keperawatan Universitas Dehasen, Dr. Tuti Rohani, S.SiT., M.Kes., mengapresiasi keterbukaan UNISA Yogyakarta.

“Kami berterima kasih telah diterima dengan baik. Harapannya, ilmu dan pengalaman dari pertemuan ini dapat bermuara pada kerja sama institusi yang konkret,” ucap Tuti.

Lawatan akademik ini ditutup dengan sesi diskusi teknis lintas unit yang melibatkan Program Studi Keperawatan, Biro Admisi, dan pengelola laboratorium UNISA Yogyakarta.

Pengelolaan masjid

Perluas Syiar Islam, UNISA Yogyakarta Resmi Terima Hibah Pengelolaan Masjid Al’Adn

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi menerima amanah pengelolaan Masjid Al’Adn. Penyerahan tanggung jawab ini ditandai dengan penandatanganan dokumen hibah dari pihak ahli waris yang dilangsungkan di Ruang Rapat Wakil Rektor UNISA Yogyakarta, Senin (4/5/2026).

Pengelolaan Masjid

Masjid yang terletak di kawasan strategis Ringroad Barat, Nogotirto, Sleman tersebut dihibahkan dengan harapan dapat terus menebar manfaat. Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, S.Sit., M.Sc., menyampaikan apresiasi mendalam kepada ketiga putri ahli waris.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kami dalam mengemban amanah, dan menjadikannya amal jariyah yang tak terputus bagi keluarga besar ahli waris,” tutur Mufdlilah. Ia turut mengajak pihak keluarga untuk terus berkolaborasi meramaikan kegiatan masjid.

Mewakili ahli waris, Dewi menegaskan bahwa penyerahan ini merupakan wujud nyata untuk meneruskan cita-cita mulia mendiang kedua orang tuanya.

“Kami menyerahkan pengelolaan ini kepada UNISA Yogyakarta dengan harapan masjid tetap hidup dan bermanfaat bagi warga sekitar. Kami yakin, di bawah tanggung jawab Persyarikatan Muhammadiyah, amanah ini dapat dijaga dengan baik,” jelasnya.

Acara serah terima ini ditutup dengan diskusi strategis bersama pengurus masjid guna merancang program keumatan terdekat, khususnya persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha.

miniatur modalitas

Mahasiswa Radiologi UNISA Yogyakarta Gelar Ujian Project Miniatur Modalitas Kedokteran Nuklir

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui pelaksanaan ujian project miniatur modalitas kedokteran nuklir yang diselenggarakan di UNISA Yogyakarta, 30 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 4 Program Studi Radiologi Program Diploma Tiga (kelas A dan B) sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran berbasis proyek.

Miniatur Modalitas Kedokteran Nuklir

Ujian project ini menjadi salah satu komponen penilaian utama yang menekankan pada penguasaan materi sekaligus kemampuan kolaborasi tim. Melalui pendekatan Project Based Learning, mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan teori dengan praktik secara kreatif dan aplikatif.

Sebanyak 10 kelompok mahasiswa menampilkan karya yang terbagi dalam beberapa komponen utama. Di antaranya adalah pembuatan miniatur modalitas kedokteran nuklir yang mencakup PET Scan, SPECT Scan, Gamma Camera, dan Cyclotron, serta perancangan desain ruang fasilitas kedokteran nuklir yang memenuhi standar keamanan radiasi. Selain itu, mahasiswa juga menyusun poster edukasi dan menghadirkan kuis interaktif sebagai sarana komunikasi ilmu kepada masyarakat.

Dosen pengampu mata kuliah, Anisa Nur Istiqomah, S.Tr.Rad., M.T., Muhammad Za’im, M.Sc., dan Amril Mukmin, M.Si., hadir langsung sebagai dewan penguji. Penilaian dilakukan melalui sesi presentasi, pemaparan detail project, serta tanya jawab kritis guna mengukur kedalaman pemahaman mahasiswa.

Salah satu dosen pengampu, Anisa Nur Istiqomah, S.Tr.Rad., M.T., menyampaikan bahwa project ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif. “Project ini dirancang untuk menilai sejauh mana mahasiswa mampu memvisualisasikan teknologi nuklir yang kompleks ke dalam bentuk nyata. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menguasai materi secara akademis, tetapi juga mampu menyampaikan ilmu tersebut kepada publik dengan cara yang kreatif,” ujarnya.

Melalui peragaan miniatur dan media edukasi yang disusun, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran nyata mengenai operasional fasilitas kesehatan berbasis kedokteran nuklir di masa depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, kolaboratif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di bidang radiologi.