prestasi nasional

Bidik Prestasi Nasional, UNISA Yogyakarta Lepas Kontingen Atlet ke The 1st Muhammadiyah Games 2026

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta secara resmi melepas kontingen atlet mahasiswa untuk berlaga dalam ajang olahraga bergengsi, The 1st Muhammadiyah Games 2026. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme ini digelar di Ruang Rapat Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UNISA Yogyakarta pada Selasa (12/05/2026).

Prestasi Nasional

Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan potensi mahasiswa, UNISA Yogyakarta mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk bersaing di level nasional. Dalam edisi perdana Muhammadiyah Games ini, UNISA menerjunkan kekuatan penuh pada empat cabang olahraga (cabor) unggulan, yakni Bola Voli, Tapak Suci, Atletik, dan Panahan.

Kompetisi yang mengusung tema “Sportivitas Berkemajuan, Berprestasi untuk Persyarikatan” ini dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak 12 hingga 23 Mei 2026. Perhelatan ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan fisik, melainkan manifestasi nyata dari komitmen persyarikatan Muhammadiyah dalam membentuk generasi muda yang tangguh, sehat secara jasmani, serta memiliki visi berkemajuan.

Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan AIK, Prof. Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc., dalam sambutannya memberikan motivasi mendalam bagi para atlet. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas selama bertanding di arena.

“Kami berharap seluruh atlet UNISA Yogyakarta dapat berlaga secara optimal dan membawa pulang hasil terbaik. Namun yang lebih utama, teruslah menjunjung tinggi semangat sportivitas yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujar Prof. Mufdlilah di hadapan para atlet dan ofisial.

Ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 diharapkan menjadi katalisator bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan ketahanan mental. Melalui kolaborasi dan kompetisi yang sehat, UNISA Yogyakarta optimis kontingen ini mampu mengharumkan nama almamater sekaligus mempererat ukhuwah antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah `Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Jurnalisme digital

Unisa Yogyakarta Bahas Jurnalisme Digital Bersama Dosen Universiti Sains Islam Malaysia

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar kuliah umum bersama Dosen Senior Universiti Sains Islam Malaysia, Fauziah Binti Hassan, di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Senin (11/5/2026). Kuliah umum dengan tajuk Digital Journalism Reporting Techniques In The Midst of Information Flows mengupas perkembangan dunia Jurnalistik di era digital mulai dari perkembangan hingga tantangannya.

Jurnalisme Digital

Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora (FEISHum) Unisa Yogyakarta, Annisa Warastri menyambut baik kuliah umum kolaborasi Unisa Yogyakarta dengan Universiti Sains Islam Malaysia. Ia juga mengharapkan ke depan akan ada kolaborasi yang terjalin.

“Kami menyambut baik kuliah umum ini. Semoga ke depan membuka kolaborasi baru, baik dalam riset atau kolaborasi yang lainnya,” ujar Annisa.

Pada kesempatan tersebut, Fauziah membuka kuliah umum dengan memaparkan perkembangan jurnalisme dari media era tradisional hingga era media digital. Salah satu yang ia soroti yaitu kecepatan dan kemudahan mendapatkan informasi di era digital saat ini. Meski demikian ada juga tantangan yang dihadapi.

Fauziah mengungkapkan bahwa tantangan saat ini bukan pada akses terhadap informasi, namun bagaimana mencari informasi yang benar. “Tidak lagi sulit mencari informasi, tapi bagaimana menyaring informasi yang terpercaya,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa verifikasi informasi menjadi bagian yang sangat penting saat ini. Menurutnya verifikasi menjadi satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran deepfake dan disinformasi.

Fauziah juga menjelaskan dengan perkembangan smartphone saat ini membuat informasi berita mudah dibagikan. Mulai dari perekaman suara, foto, video hingga siaran langsung dapat menggunakan smartphone. Smartphone telah menjadi newsroom,” ujar Fauziah.

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi topik yang didiskusikan dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta. Perkembangan AI diketahui juga telah merambah ke dunia jurnalistik. Ia menegaskan bahwa AI hanya membantu kerja jurnalistik, tidak bisa menggantikan kerja jurnalistik yang mempertimbangkan etika.

Fauziah membagikan sejumlah tips kemampuan apa yang perlu dimiliki jurnalis ke depan. Beberapa diantaranya kemampuan dalam multimedia, verifikasi informasi, adaptif dengan perkembangan, perhatian terhadap etika, hingga kemampuan berpikir kritis. “Jurnalis harus berpikir kritis,” ungkapnya.

Suasana diskusi yang berlangsung sore itu juga tampak hidup. Sejumlah mahasiswa juga mendiskusikan tentang perkembangan media sosial saat ini, hingga berita yang sedang ramai dibicarakan di Indonesia.

pembagian daging kurban

Ketua Prodi Gizi Unisa Yogyakarta Soroti Penggunaan Plastik saat Pembagian Daging Kurban

Ketua Program Studi Gizi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Agung Nugroho menyoroti masih masifnya penggunaan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban saat Idul Adha. Menurutnya, penggunaan wadah ramah lingkungan akan jauh lebih baik untuk mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.

Pembagian Daging Kurban

Agung menjelaskan, persoalan sampah plastik saat Idul Adha menjadi isu serius karena jumlah hewan kurban di Indonesia sangat besar setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, jumlah hewan kurban pada 2024 mencapai 1,97 juta ekor. Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan timbulan sampah plastik selama Idul Adha 2024 mencapai 608 ton, berasal dari sekitar 121,5 juta lembar kantong kresek.

“Momentum Idul Adha seharusnya juga menjadi sarana edukasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kalau separuh umat Islam saja mulai mengurangi penggunaan kantong plastik, dampaknya akan sangat besar bagi keselamatan lingkungan,” kata Agung, Jumat (8/5/2026).

Ia mengingatkan bahwa kantong plastik, terutama hasil daur ulang, berpotensi membahayakan kesehatan. Mengacu penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2019, sebagian besar plastik kresek berasal dari daur ulang limbah produk pangan, bahan kimia, hingga pestisida yang dalam proses pembuatannya menggunakan zat berbahaya.

“Kantong plastik mengandung zat karsinogen dan logam berat seperti timbal yang berisiko bagi kesehatan. Selain itu, plastik sekali pakai membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam,” ujarnya.

Menjaga lingkungan bagian dari amanah agama

Agung menilai upaya mengurangi sampah plastik juga sejalan dengan ajaran Islam tentang menjaga lingkungan. Ia menyebut manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi untuk tidak merusak alam.

Menurutnya, beberapa ayat Al-Qur’an juga mengajak untuk menjaga lingkungan. Diantaranya QS. Ar-Rum:41, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. QS. Al-Qasas:77, “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

“Umat Islam harus menjadi aktor utama dalam gerakan penyelamatan lingkungan. Menjaga lingkungan bukan hanya isu sosial, tetapi juga bagian dari amanah agama,” tegas Agung.

Wadah ramah lingkungan hingga reusable mulai diterapkan

Selama ini pemerintah telah mengimbau panitia kurban untuk mengganti kantong plastik dengan wadah ramah lingkungan seperti daun pisang, daun jati, anyaman bambu, atau besek. Namun, menurut Agung, penggunaan pembungkus organik juga masih menyisakan persoalan sampah apabila tidak dikelola dengan baik.

“Sampah organik memang bisa dijadikan kompos, tetapi kenyataannya di tingkat rumah tangga sebagian besar tetap bercampur dengan sampah lain dan berakhir di tempat pembuangan,” ujarnya.

Sebagai alternatif, KLHK mendorong penggunaan wadah yang dapat dipakai berulang atau reusable. Agung mencontohkan konsep ini mulai diterapkan Masjid Quwatul Islam (MQI) Perumnas Condongcatur, Sleman.

Masjid yang menaungi jamaah dari empat RT tersebut melakukan eksperimen sosial dengan membagikan daging kurban menggunakan kontainer food grade dan wadah reusable sejak 2004. Kontainer diberi label nama warga dan digunakan kembali setiap tahun.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Pada Idul Adha 2025, MQI memperluas penggunaan kontainer reusable kepada sohibul kurban dan penerima lainnya menggunakan wadah thinwall yang dapat dipakai ulang.

“Hasilnya luar biasa. Tidak ada lagi sampah plastik maupun sampah organik pembungkus daging kurban yang menumpuk di tempat sampah,” kata Agung.

Kanker

UNISA Yogyakarta dan YKAKI Dorong Deteksi Dini Kanker Anak Melalui Sosialisasi Edukasi

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta bersama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Edukasi Periode II Serial 20 pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang bertajuk “Pengetahuan Gejala & Tanda Dini Kanker pada Anak serta Manajemen Paliatif Kanker pada Anak” ini diselenggarakan di Hall Siti Baroroh, Lantai 4, Kampus Terpadu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Kanker

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Cabang YKAKI Yogyakarta, Eka Wibawa, serta jajaran akademika Unisa Yogyakarta, di antaranya Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan. Kegiatan ini turut diikuti secara luas oleh peserta webinar dari berbagai cabang YKAKI di seluruh Indonesia, mahasiswa Unisa dari berbagai bidang studi khususnya Keperawatan dan Kebidanan, serta beberapa perwakilan dari Universitas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dua narasumber ahli hadir memberikan edukasi dalam kegiatan ini, yaitu Dokter Hermatologi Onkologi Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Alexandra Widita Swipratami Pangarso, dan Perawat Bangsal Kanker Anak Asoka RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Putry Nur Faidah.

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Yogyakarta, Wantonoro menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai yang sangat berarti, khususnya bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang kelak akan berhadapan langsung dengan pasien kanker. Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang hadir dan menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan potongan biaya bagi yang berminat melanjutkan studi ke jenjang S2 Keperawatan UNISA Yogyakarta.

Kepala Cabang YKAKI Yogyakarta, Eka Wibawa, menjelaskan bahwa YKAKI bergerak dalam bidang pendampingan dan bimbingan bagi anak-anak yang didiagnosis kanker. “Tentunya dukungan ini tak hanya bersifat dukungan dalam bentuk medis, namun kami juga berusaha memberikan dukungan dalam segi mental dan psikologis kepada pasien sehingga pasien dan keluarga dapat melewati penyakit ini bersama-sama,” ungkapnya.

Eka juga berharap agar para mahasiswa kesehatan yang kelak menjadi tenaga medis dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh secara menyeluruh, karena pasien tidak hanya membutuhkan penanganan dari sisi medis, tetapi juga dukungan dari sisi psikologis.

Dalam sesi pertama, Putry Nur Faidah menyampaikan pentingnya peran tenaga medis dalam pendampingan paliatif. “Ketika anak sudah terdiagnosis kanker, fokus penanganan bukan lagi semata-mata pada kesembuhan, melainkan pada bagaimana kita sebagai tenaga medis dapat membantu meringankan rasa sakit yang dialami pasien, memberikan semangat hidup, memberikan kenyamanan, serta menjaga kualitas hubungan pasien dengan keluarganya hingga akhir hayat,” tuturnya.

Sementara itu, dalam sesi kedua, Alexandra memaparkan bahwa kanker pada anak jauh lebih berbahaya dibandingkan kanker pada orang dewasa. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting. Beliau menjelaskan bahwa banyak orang tua yang terlambat mengetahui kondisi anaknya karena anak-anak cenderung tidak peka terhadap rasa sakit dan belum mampu mengungkapkan keluhannya secara jelas, sehingga penanganan sering kali terlambat dilakukan. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung antusias antara peserta dan narasumber, diikuti dengan sesi dokumentasi bersama.

Workshop

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Unisa Yogyakarta dan AIPTLMI Gelar Workshop

Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menggelar Workshop Item Development dan Item Review Kompetensi Imunoserologi di Ruang Sidang Gedung Siti Moendjijah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Kamis (7/5/2026). Agenda ini bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tenaga Tinggi Laboratorium Medis Indonesia (AIPTLMI) Regional IV.

Workshop

Kegiatan tersebut diikuti dosen dan akademisi Teknologi Laboratorium Medis dari berbagai perguruan tinggi di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Workshop dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan mutu penyusunan soal dan evaluasi pembelajaran, khususnya pada bidang imunoserologi.

Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Anjarwati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian asosiasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tenaga laboratorium medik.

“Kami dari Fakultas Ilmu Kesehatan tentunya sangat mengapresiasi kegiatan workshop ini, karena menunjukkan semangat asosiasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mutu lulusan tidak bisa hanya dilihat saat uji kompetensi, tetapi harus dipersiapkan sejak sekarang, termasuk melalui penyiapan soal-soal yang berkualitas,” kata Anjarwati.

Dia menilai kegiatan tersebut penting untuk memastikan lulusan Teknologi Laboratorium Medis memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. “Harapannya, soal-soal yang dihasilkan dari seluruh institusi dapat mewakili mutu pendidikan di semua lini dalam rangka mencetak tenaga laboratorium medik yang kompeten,” tambahnya.

Ketua AIPTLMI Regional IV wilayah DIY–Jawa Tengah, Herlisa Anggraini mengatakan workshop tersebut merupakan kegiatan keempat dari tujuh bidang kompetensi yang ada di Teknologi Laboratorium Medis. “Di dunia TLM ada tujuh bidang kompetensi dan ini merupakan kegiatan keempat. Kegiatan berikutnya akan dilaksanakan di Solo untuk bidang patologi, serta di Kudus untuk toksikologi dan sitologi,” ujarnya. Menurut Anggraini, workshop tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dalam menyusun soal uji kompetensi nasional yang berkualitas dan sesuai standar. “Harapan kami, dosen-dosen di Regional IV memiliki kompetensi lebih dalam penyusunan soal uji kompetensi. Ke depan, siapa pun dosen yang mampu membuat soal berkualitas harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi,” pungkasnya.